Bicycle4you ~ It's All About Bicycle | Members area : Register | Sign in
Showing posts with label Gowes. Show all posts
Showing posts with label Gowes. Show all posts

Hemat BBM? Tidak Perlu Itu!

Tuesday, June 4, 2013

1370344683666634610
Energi Alternatif (Doc: Bike to Work Magelang)
Issue kenaikan BBM yang masih tarik ulur merupakan fenomena menarik dan sedikit lucu apabila kita cermati. Bagaimana tidak? BBM sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat umum dan yang menariknya adalah baru sekedar issue saja sudah membuat efek berantai di sekelilingnya. Belum-belum harga sembako sudah siap-siap ikut naik, belum lagi ulah para sepekulan yang dengan oportunisnya menimbun BBM sebelum harga naik.

Lebih menarik lagi ternyata issue ini sangat renyah untuk dibawa ke kancah politik. Wacana bantuan uang tunai sebagai kompensasi kenaikan harga BBM disinyalir digunakan sebagai sarana politis kelompok tertentu yang bisa jadi sarana politis kelompok lain juga untuk menjatuhkan. Sedemikian menariknya BBM ini sehingga kita (pemerintah kita tepatnya) disibukkan untuk mengkaji ulang ‘harga yang pantas’ untuk BBM dengan mempertimbangkan faktor keekonomian dan kemaslahatan rakyat banyak, atau boleh diartikan harga subsidi yang tidak memberatkan rakyat.

Tambah menariknya lagi, setiap saat bahkan bukan hanya ketika muncul wacana kenaikan harga BBM, himbauan agar lebih hemat BBM digaungkan di sana-sini. Nah ini sebenarnya yang lucu. Kenapa harus hemat BBM? saya tegaskan lagi sesuai judul di atas.. Tidak Perlu..!!

Lebih hemat BBM artinya kita harus mengkonsumsi BBM lebih sedikit dari sebelumnya. Secara logika hal ini sungguh tidak masuk akal. Semakin hari semakin bertambah jumlah penduduk, artinya pemakai BBM akan bertambah. Konsumsi terbesar BBM adalah untuk moda transportasi, perhatikan kemacetan yang semakin hari semakin parah. Artinya untuk menempuh jarak yang sama diperlukan waktu lebih lama dan artinya lagi akan lebih banyak BBM yang dikonsumsi. Himbauan untuk berhemat BBM merupakan tuntutan sepihak yang merugikan warga negara sebagai konsumen.

Kalau kita coba kembali ke ingatan di bangku sekolah, mungkin masih sedikit teringat bagaimana dan dari mana asal muasal minyak atau BBM dihasilkan. Ya..berasal dari tumbuhan dan hewan serta fosil nenek moyang kita berjuta tahun yang lalu. Apakah nenek moyang kita pada jaman dahulu kala pernah berpikir atau sekedar membayangkan bahwa tulang belulang mereka itu lah yang nantinya akan jadi komoditi berharga bernama BBM? Jadi mestinya sama dengan kita sekarang, tidak perlu berpikir hemat BBM untuk masa depan anak cucu kita nantinya.

Akan sangat lucu dan konyol sepertinya kalau kita sekarang berpikir bahwa dengan hemat BBM kita berharap bisa menyisakannya untuk anak cucu kita nanti. Mari kita kembali lagi ingatan ke buku pelajaran tentang hukum kekekalan energi. Masih ingat? Yup..hukum kekalan energi menjelaskan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan, energi hanya dapat dirubah dari satu bentuk ke bentuk energi yang lainnya. Jadi cukup jelas bukan? Berapa pun banyak kita konsumsi BBM, energinya tidak akan pernah habis, hanya berubah ke bentuk yang lain. Jadi sekali lagi..hemat BBM itu tidak perlu..!!
Benar-benar menarik dan lucu bukan? :)

Biar tidak tambah lucu lagi saya coba sampaikan ide lugu saya. Akan sangat senang saya sebagai masyarakat awam ini apabila bukan disuguhi wacana tarik ulur kenaikan harga BBM yang dibawa-bawa ke ranah politik kemudian dibumbui paksaan untuk hemat BBM, benar-benar pembodohan dan pembatasan hak kita sebagai rakyat. Betapa gembiranya saya apabila yang muncul adalah wacana mengenai energi alternatif, ide-ide brilian tentang energi yang terbarukan. Berikanlah pilihan kepada kita sebagai warga negara untuk memilih energi yang kita butuhkan untuk kelangsungan hidup..bukan membatasinya. Apa kabarnya mobil listrik? Sampai mana kelangsungan cerita konversi minyak tanah ke gas? Bagaiman kisah pembangkit listrik tenaga surya, tenaga ombak di lautan kita yang maha luas? Cukup banyak sumber energi alternatif yang belum kita kaji dengan seksama.

Coba kita berandai-andai sekian juta tahun yang akan datang, kalau hanya berpikir tentang BBM mungkin akan ada ide pembunuhan massal dan percepatan pembusukan tubuh kita menjadi fosil yang kemudian menghasilkan minyak untuk kebutuhan energi anak cucu kita, mengerikan sekali kan? :)

Jadi memang sebaiknya kita tidak perlu berpikir kelak anak cucu kita mau seperti apa. Cukup kita berpikir saat ini untuk sedikit kreatif, ingat energi itu tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan…ubahlah dia dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Berangkat kerja tidak perlu mampir SPBU untuk beli BBM, cukup mampir warteg sebelah untuk diubah menjadi energi gowes pedal di kaki….wussss…wusshh… ^_^

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

Gowes for Charity

Sunday, May 19, 2013



Sabtu pagi yang cerah seiring sejuknya tetes embun di daun menyambut datangnya mentari, terlihat suasana ceria menghiasi sekelompok anak yang sedang berolahraga pagi di lapangan. Dengan pakaian yang tidak bisa dibilang seragam, anak-anak tetap ceria mengikuti gerakan seorang Ibu yang ada di barisan depan.

13688994361918790015
Pagi yang Cerah (Doc : CBC)


Ya..pagi itu sengaja kita gowes bareng team CBC (Cikarang Baru Cycling) yang biasanya dilakukan di Minggu pagi. Gowes Sabtu pagi ini memang kita rencanakan dalam rangka mengunjungi sebuah SD di seberang kolong tol Jakarta-Cikampek Km 40, di pinggiran sungai Cibeet, perbatasan Karawang - Bekasi. Gowes kali ini memang lanjutan dari aktivitas sebelumnya pada saat musim banjir melanda Jabodetabek (baca : Menyusuri Jejak Korban Banjir).

1368899638234808825
Kondisi Saat Banjir (Doc : CBC)


Daerah ini yang merupakan bantaran sungai dan secara posisi berada 6-5 meter di bawah jalan tol. Pada masa banjir melanda sebelumnya, wilayah ini terendam air dengan ketinggian di atas 2 meter. Selain rumah penduduk, SD dimana anak-anak ceria tadi merupakan salah satu korban dari bencana yang hampir menenggelamkan seluruh ruangan kelas. 

Pada aktivitas sebelumnya, team CBC terjun langsung ke lokasi banjir dan memberikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada para korban bencana. Lanjutan dari aktivitas tersebut, salah satu bentuk kepedulian kami adalah dengan menggalang bantuan baik dari dalam member maupun dari luar. Anggota CBC sebagian besar merupakan karyawan di berbagai perusahaan di kawasan industri sekitar Bekasi. Proposal pun kita buat dan kita bawa ke tempat kerja masing-masing dan Alhamdulillah membuahkan hasil. Team CSR dari sebuah perusahaan otomotif menyambut baik dan sudah terlaksana aktivitas perbaikan jembatan bambu yang sebelumnya sempat membuat desa terputus jalur tranpostasinya. Perbaikan dilakukan oleh warga secara gotong royong.

1368899762501547535
Bantuan CSR Jembatan Bambu (Doc : CBC)


Target selanjutnya kita arahkan ke sebuah sekolah dasar, SDN Pasirranji 03. Banjir yang melanda mengakibatkan kondisi yang cukup parah. Buku-buku pelajaran anak nyaris tidak ada yang terselamatkan. Lantai yang memang sebelumnya sudah bolong sana-sini bertambah hancur digerus derasnya air. Rencana untuk memberikan bantuan kepada SD ini memang menjadi prioritas ketiga, mengingat statusnya sebagai SD Negeri yang mestinya akan mendapatkan bantuan langsung dari dinas pendidikan. Tapi ternyata dari hasil obrolan dengan sang kepala sekolah, 3 bulan lebih bantuan belum ada juga. Sedikit putus asa terlihat dari sang kepala sekolah untuk berharap lebih dari dinas pendidikan yang mungkin melihat ada sekolah lain yang lebih membutuhkan atau ada lain hal...entahlah.

13688998571849526914
SDN Pasirranji 03 (Doc : CBC)


Akhirnya alternatif lain dari hasil diskusi kita coba dibahas. Pengajuan proposal bantuan ke beberapa instansi di luar pendidikan malah membuahkan hasil juga. Mengingat posisi geografis sekolah berada di pinggir jalan tol, Jasa Marga terketuk pintunya dengan memberikan bantuan berupa keramik lantai. Disusul oleh perusahaan penjuan BBM dari negara tetangga ikut memberikan bantuan keramik lantai juga. Aktivitas pemasangan dilakukan secara gotong royong dari warga selaku orang tua dari segelintir murid yang berharap sekolahnya menjadi tempat yang nyaman untuk mencerdaskan anak-anak mereka. Meski dengan warna keramik yang belang beraneka macam, lantai yang cukup mulus membuat wajah-wajah kecil lebih ceria mengikuti pelajaran bersama.

1368899917193853574
Sebagian Buku yang Selamat (Doc : CBC)


Dari hasil observasi team CBC, masih ada lagi yang perlu untuk dibenahi secara bertahap. Yang menjadi sasaran kita berikutnya adalah atap yang pada bocor dan plafon yang bolong sana-sini. Dinding yang sudah tidak berwarna, belang sana-sini juga menjadi target berikutnya. Pada saat menyambut UAN kemarin, pihak sekolah sudah mengalokasikan dana iuran guru untuk sedikit memoles dinding beberapa  ruang kelas, meski terlihat warna tidak rata dan semakin memudar tanda campuran air lebih banyak dan tidak bisa tertutup seluruhnya karena keterbatasan dana yang ada. "Minimal anak-anak lebih segar dan ceria menghadapi ujian", Pak Kepala Sekolah berkomentar sambil sedikit menghela napas menyaksikan anak didiknya yang harus tetap semangat dalam menuntut ilmu.

1368900013404113847
Plafon Jebol (Doc : CBC)


Akhirnya dari hasil diskusi cepat pagi itu, kita langsung susun strategi dan keputusan cepat. Uang kas sisa saweran buat kuliner setiap gowes mingguan kita liat lagi. Selanjutnya kita berpamitan dengan Pak Zarkasi selaku Kepala Sekolah dan langsung meluncur ke toko bangunan terdekat. Dengan gaya ahli bangunan rame-rame kita list kebutuhan untuk perbaikan dari hasil survey tadi. Bahan dan perlatan perbaikan plafon dan cat dinding akhirnya dipesan dan minta dikirim ke alamat sekolah. Semoga membawa berkah buat masa depan anak-anak cerdas penerus bangsa. 

1368900101100213622
Di Toko Bangunan (Doc : CBC)


Bantuan yang kami mungkin tidak seberapa dan masih banyak kurang sana sini. Jika ada yang tergerak untuk ikut berpartisipasi, silahkan hubungi kami. Lebih seru lagi kalau ikut gabung gowes bersama kami..gowes bareng bukan hanya buat diri kita, ternyata bisa memberi manfaat buat sesama.

Finally..gowes sabtu pagi jarak dekat yang cukup singkat ini seperti biasa kurang afdol tanpa wisata kuliner. Soto pasar modern KDM menjadi tujuan pit stop kami...dan saia dapat giliran mentraktir sosok-sosok kelaparan pagi itu...duhh... ^_^
1368900385982387621
Makan-makan...^_^ (Doc : CBC)

Salam Gowes,
It's All About Bicycle




Banjir Melanda Kota Jababeka

Sunday, April 7, 2013


Sabtu sore,06 April 2013 sekitar jam 16:00, hujan yang mengguyur daerah Cikarang Baru membatalkan niat saya untuk gowes setelah pagi hari tadi batal gowes karena kesiangan. Hujan turun cukup deras memunculkan titik-titik air menetes alias bocor di sana-sini. Akhirnya saya putuskan sore itu keluar rumah mampir supermarket bangunan buat beraksi besok pagi sekalian makan malam bareng keluarga.
13652736351986083723
Tikum Gowes CBC Tergenang Banjir (Doc: CBC)
Habis maghrib kita keluar rumah, hujan belum juga reda meskipun sudah tidak sederas sebelumnya. Sampai ke supermarket bangunan, ambil pernak-pernik penambal bocor sekaligus peralatannya. Lanjut putar setir ke tempat makan di sekitar perumahan. Beberapa ratus meter menjelang tempat makan, terlihat sedikit kemacetan di depan, bahkan terlihat beberapa kendaraan bermotor balik arah melawan arus. Demi menghindari kemacetan di depan yang entah apa penyebabnya, banting setir ikut melawan arus sedikit sekitar 20 meter menuju tempat makan.

Sambil santai menunggu menu tersaji ditemani hujan yang sudah mulai mereda, ambil gadget di tangan melihat update informasi email dan group chat. Bermula dari email seorang warga yang ikut milist Cikarang Baru menanyakan informasi yang dia terima bahwa sungai Cilemahabang yang membelah perumahan Kota Jababeka meluap, sedangkan beliaunya sedang berada di Jakarta. Belum ada tanggapan atas posting ini kemudian saya beralih ke group chat warga milist dan teman-teman goweser CBC yang ternyata sudah cukup ramai dan update berita terbaru dengan lebih cepat.
13652737801363056279
Banjir Ciakarang Baru (Doc: CBC)
Sahut menyahut informasi di sekitar lokasi masing-masing dilengkapi dengan foto-foto eksklusive kondisinya. Ternyata kemacetan di jalan tadi yang membuat sebagian kendaraan bermotor balik arah adalah salah satu efek dari meluapnya sungai Cilemahabang yang ternyata sudah membuat sebagian jalan utama Cikarang baru terendam air yang tidak bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Informasi yang cepat ini juga direspon oleh masing-masing orang untuk cross check anggota keluarga maupun saudaranya di tempat masing-masing. Informasi arus lalu lintas yang masih bisa dilewati dan jalur alternatif untuk mencapai lokasi, mengingat sebagian warga sedang bepergian keluar sehingga malah kesulitan untuk kembali ke rumahnya, ditambah lagi belum tahu apakah kondisi rumah ikut terkena imbas banjir atau tidak.

Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan dilalui dengan kendaraan bermotor, sepeda merupakan sarana yang tepat untuk berkeliling melihat kondisi yang ada di setiap sudut perumahan. Salah seorang dedengkot CBC dengan code name “Om Gazelle” dan Ketum CBC “Om A-Riv” akhirnya dengan sigap ganti kostum turun ke jalan untuk NR di tengah hujan gerimis. Foto-foto dan reportase melengkapi informasi update kondisi banjir yang melanda. Ketinggian air bervariasi dari setinggi betis sampai pinggang dan dada, demikian live report yang cukup membuat kita mengernyitkan dahi menaksir ketinggiannya kira-kira berapa meter.
1365273882413523386
Kendaraan Bermotor Mogok (Doc: CBC)
Tidak ketinggalan reportase dari goweser klimis karena tunggangannya lebih cocok untuk on road, Kang Acoe menyusuri daerah kampung sekitar perumahan yang ternyata kondisinya lebih parah lagi. Air masuk ke rumah sebagian besar warga yang memang berdekatan dengan bantaran sungai memaksa mereka untuk mengungsi ke tempat lebih tinggi di ruko-ruko dan mushola perumahan.
1365274123628076327
Mengungsi di Ruko (Doc: CBC)
Bahan bantuan dan tim evakuasi juga langsung sigap dan cepat memberikan bantuan ke tempat pengungsian. Informasi yang cepat dari masing-masing member untuk siap menampung para pengungsi dan mengevakuasi saudara masing-masing ke rumah mereka yang tidak terkena imbas banjir ini.
13652741881646797242
Para Pengungsi dari Kampung Sekitar (Doc: CBC)
Menjelang jam 20:00 malam hujan sudah reda dan air sudah mulai surut menjelang dini hari. Kejadian banjir di wilayah Cikarang Baru ini memang bukan yang pertama kali. Siklus 5 tahunan banjir Ibukota beberapa waktu lalu juga ikut berdampak ke daerah timur Ibukota ini. Pertumbuhan perumahan dan kawasan industri yang cukup cepat agak membuat khawatir warga apabila tidak diiringi dengan perencanaan sistem drainase yang matang dari pengembang, apalagi perluasan wilayah pasti mengambil fungsi resapan air dan pohon-pohon yang hijau. Pengaturan buka tutup pintu air sungai Cilemahabang juga perlu perhatian dan timing yang tepat sehingga tidak mengakibatkan meluapnya air melewati bantaran sungai masuk ke perumahan warga.
1365274270243728071
Tunggangan Anti Banjir (Doc: CBC)
Cepatnya informasi warga dengan memanfaatkan media memberikan dampak positif untuk mempercepat antisipasi dan penanganan terjadinya bencana dan menambah erat tali silaturahmi antar warga perumahan maupun penduduk kampung sekitar. Mudah-mudahan juga menjadi masukan yang bisa disikapi positif oleh pengembang untuk memberikan tempat yang nyaman dan aman bagi penghuninya.

Satu hal yang menjadi catatan reportase banjir kali ini, ketika mobil dan motor tidak kuasa menerjang banjir, sepeda merupakan senjata ampuh untuk menakhlukkannya ^_^

Salam Gowes,


It's All About Bicycle

Menyusuri Jejak Korban Banjir

Wednesday, January 23, 2013


Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pekan ini membuat lumpuh aktivitas warganya. Sedikit klise memang berbicara mengenai banjir yang melanda Ibu Kota ini yang berulang setiap tahun dan semakin parah pada siklus lima tahunannya. Saya tidak akan membahas masalah banjir dan solusinya karena memang sangat kompleks dan terus terang saya bukan ahli metadata urusan banjir ini :)
13587811971205689293
Gowes menyusuri jejak banjir (Doc : CBC)
Minggu pagi seperti biasa diisi dengan aktivitas bersepeda santai menghirup hawa segar menyusuri perkampungan yang mulai kurang bersahabat dengan udara bersih karena sudah terkepung banyak pabrik di sekelilingnya. Gowes minggu pagi kali ini sedikit lain dari biasanya. Bersama rekan-rekan yang tergabung dalam komunitas sepeda CBC (Cikarang Baru Cycling), agenda pagi kali ini mengambil rute menyusuri tempat korban bencana banjir. Dengan titik kumpul di pertigaan Movieland Cikarang Baru, start jam 6 pagi lebih kita mulai menyusuri rute ke arah saluran irigasi Kalimalang dan menyebrang ke kolong tol Jakarta-Cikampek menuju lokasi banjir di pinggir sungai Ci Beet. Ci Beet adalah anak sungai Ci Tarum yang menjadi batas alami antara Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Ci Beet merupakan salah satu sungai yang memasok air ke saluran irigasi Tarum Barat atau biasa disebut Kalimalang. Daerah yang terkena dampak meluapnya sungai Ci Beet ini hanya berjarak sekitar 15 km dari tempat tinggal kita dan rute “kolong tol” ini merupakan salah satu rute jarak dekat favorit goweser. Di kolong tol ini biasa dijadikan tempat istirahat sejenak sambil makan minum di warung-warung yang berada di situ. Tapi pada pagi ini tidak bisa kita jumpai lagi para penjual yang biasa mangkal di situ, hanya tersisa bekas-bekas warung mereka. Hempasan luapan banjir membuat semua hanya tinggal cerita.
13587817861197499799
Bekas batas ketinggian air (Doc : CBC)
Banjir yang melanda daerah ini pada hari Jum’at sebelumnya mencapai ketinggian  lebih dari 2 meter yang membuat warga harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Pilihan tempat pengungsian mereka adalah tepat di pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek Km 40. Tenda-tenda darurat didirikan warga dibantu aparat di rerumputan sepanjang jalan tol. Kami menyusuri jalanan yang penuh lumpur sisa banjir untuk mencapai lokasi posko pengungsian. Air yang sudah surut membuat warga sudah bisa mulai membersihkan rumah dan perabotan dari sisa-sisa banjir. Kalau biasanya teman-teman CBC sengaja cari jalan off road yang sedikit menantang dari yang masih gowesable sampai dengan yang bikin gowes sebel :D, kali ini tidak perlu nyari rute off road karena di sepanjang jalan di tengah perkampungan penuh dengan lumpur sisa banjir. Agenda ‘blusukan’ ini sudah kita lakukan jauh hari sebelum JokoWi ‘blusukan’ di pelosok ibu kota :)
13587841721818060712
Puing-puing reruntuhan tersapu banjir (Doc : CBC)
Sempat ngobrol dengan beberapa warga yang tengah bersih-bersih rumah tentang kondisi terakhir di pengungsian dan kebutuhan bahan bantuan. Kondisinya memang cukup memprihatinkan. Meski terlihat sembako dan bahan makanan lain di tenda pengungsian, tapi mereka lebih membutuhkan makanan siap saji karena cukup kesulitan untuk tempat masak dan mempersiapkan makanan. Belum lagi kondisi pakaian yang basah dan kotor, hujan yang melanda sepanjang hari membuat persediaan pakaian bersih semakin dibutuhkan. Kondisi cuaca yang dingin juga stamina yang terkuras membuat rentan terhadap sakit, terutama balita dan orang lanjut usia.
Di posko pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek Km 40 ini ada sekitar 85 kepala keluarga atau sekitar 250 orang yang membutuhkan bantuan. Bantuan tenda dari aparat kepolisian dan air bersih dari PDAM cukup membantu aktivitas para pengungsi ini. Kita sempat ngobrol dengan pak Daman, ketua RT yang sekaligus koordinator di pengungsian tersebut. Dengan berbekal informasi dari pak RT dan melihat langsung kondisi di lokasi, sekitar jam 9 pagi kita kemudian memutuskan untuk balik ke base camp sambil koordinasi dengan rekan-rekan yang tidak ikut gowes pagi itu untuk penggalangan dana dan bantuan bagi korban banjir tadi. Kontak via telepon dan group di jejaring sosial mempercepat koordinasi.
13587844571891294975
Tenda pengungsi
Sekitar 250 nasi bungkus, minuman, obat-obatan dan pakaian pantas pakai sudah siap sekitar jam 11 siang, koordinasi yang cepat dan sigap dari teman-teman CBC. Melihat kondisi lapangan kita rencanakan mengirimkan bantuan dengan mobil via jalan tol. Sengaja duo krucil saya ajak serta bareng mamanya untuk ikutan bareng teman-teman CBC menuju lokasi posko banjir. Ikut bersimpati dan berempati terhadap orang yang sedang mengalami kesusahan bisa mulai kita sampaikan sejak dini pada anak-anak. Sepanjang jalan si Kakak serius mendengarkan cerita saya tentang lokasi pengungsian, bagaimana kondisi anak-anak seusianya yang tetap ceria bermain meski sedang dalam kondis yang kurang bagus. Si Adik yang belum mau sekolah cuma ikut manggut-manggut melihat ekspresi serius si Kakak.
13587837041315145607
Supply bantuan (Doc : CBC)
Jam 12 siang lewat dua mobil yang membawa bantuan tiba di lokasi disambut oleh pak Daman dan warga yang segera ikut membongkar bahan bantuan. Gowes kali ini meski harus balik kucing (rute pulang = berangkat) cukup membawa kesan dan bermakna bagi saya. Bantuan kecil yang kita lakukan hari ini ternyata sangat membantu para pengungsi korban banjir. Semoga semua bisa segera pulih normal seperti sedia kala dan warga bisa kembali beraktivitas lagi. Tidak usah menunggu pemerintah untuk mengatasi bencana ini, cukup dimulai dari masing-masing kita untuk lebih peduli dengan sesama dan lingkungan. Bumi dan lingkungan ini adalah anugrah dari sang Maha Kuasa untuk kita dan anak cucu kita. Tidak perlu menghemat atau membatasi diri untuk memanfaatkan energi yang ada di dalamnya, tapi saatnya kita untuk berpikir mengubah menjadi energi yang terbarukan. Ingat..energi tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan, energi hanya bisa dirubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Tidak perlu membakar bensin untuk bepergian dengan kendaraan bermotor, cukup bakar lemak dengan gowes bersama kita dan membantu sesama…setuju..?! :)

Salam Gowes,

It's All About Bicycle

Jalanku Bukan Untukmu, Berbagi Bukan Saling Serobot

Sunday, May 13, 2012




13369133981161377131
Pedagang kaki lima di jalur sepeda (Doc: HUM)

Gowes minggu ini "terpaksa" diwarnai dengan aksi "pembubaran" pedagang kaki lima di pinggir jalan. Setelah blusukan masuk perkampungan sekitar, rute pendek kali ini dilanjutkan menyusuri bike road di kompleks perumahan menuju pulang kembali ke titik nol. Seperti terlihat di atas, gambar diambil pada rute bike zonedi area depan sebuah kampus di titik 2 km sebelum masuk rumah. Sempat ambil gambar kemudian berhenti sejenak ngobrol melakukan mediasi dengan para pedagang dengan hasil  mereka bergeser posisi sekian derajat dari titik awal tidak mengambil jalur sepeda.

Di perumahan tempat kami tinggal memang sudah disediakan jalur khusus untuk goweser di pinggir jalan utama. Hal ini tentunya merupakan bentuk apresiasi pengembang terhadap para goweser yang mulai cukup banyak terlihat eksistensinya. Mulai dari sekedar olahraga bareng keluarga maupun aktivitas bike to work di pagi maupun petang ketika pulang kerja. Pembuatan jalur khusus sepeda ini sangat bermanfaat tentunya bagi para pengguna kereta angin tersebut. Tapi yang sedikit disayangkan adalah di beberapa titik, hak pengguna sepeda telah "diserobot" dengan aktivitas yang lain, salah satunya seperti gambar di atas. 

Satu titik lain tepatnya di depan sebuah supermarket "raksasa", goweser juga harus menjumpai bike roadyang diambil sebagai tempat mangkal ojeg menanti penumpang sehabis belanja. Yang sering dijumpai juga adalah pengguna kendaraan bermotor yang "mengambil hak" goweser dengan melewati jalur sepeda tersebut, bahkan seringkali yang terjadi adalah dengan melawan arus. Beberapa kali sengaja saya adu banteng tunggangan dengan biker yang melawan arus dan meyerobot jalur sepeda. Sengaja pitstop dengan posisi melintang dan mengingatkan pengguna kendaraan bermotor tadi untuk menggunakan jalur yang semestinya. Hasilnya adalah senyum kecut dari bikers yang saya "hadang" tadi. Jadi sebenarnya mereka sadar bahwa tindakan yang dilakukan tadi tidak benar. 
13369134892079284904
Pangkalan ojeg di jalur sepeda (Doc: HUM)

Budaya saling serobot ini sudah biasa dan jamak di negeri ini. Mungkin budaya kekeluargaan dan saling berbagi di negeri yang terkenal ramah tamah penduduknya ini sedikit terpeleset disalahartikan menjadi saling mengambil hak orang lain. Lihat saja banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang trotoar yang sebenarnya merupakan hak bagi para pejalan kaki. Parkir liar dengan mengambil sebagian badan jalan juga dengan mudah bisa kita temui di jalanan ibukota. Peran pemerintah dengan regulasi dalam berlalu lintas memang menjadi salah satu kunci untuk pengaturan pembagian "hak" ini. Di sisi lain, tugas kita sebagai warga negara yang mempunyai hak terhadap penggunaan jalan-jalan tadi sesuai fungsinya juga mempunyai peranan untuk pelaksanaan regulasi tadi. Dengan menggunakan jalur jalan sebagaimana fungsinya dan juga saling mengingatkan sesama pengguna yang lain untuk menghormati hak pengguna yang semestinya.

Kesadaran akan hak orang lain kadang sedikit terlupakan dengan dalih "sudah biasa" atau "terpaksa" dan kadang kala kita harus siap untuk memberikan theraphy dalam rangka menyadarkan orang lain. Aksi lawan arus atau menyerobot jalur sepeda tadi kebanyakan dilakukan oleh tukang ojeg, yang boleh dibilang mungkin lebih susah untuk disadarkan dibanding pengguna yang punya tingkat intelektual di atas mereka. Beberapa tukang ojeg yang pernah saya "hadang" tetap melanjutkan kendaraannya melawan arah meski senyum kecut dan tidak jarang malah mengumpat kesal. Sedikit lain dengan pengguna non ojeg yang tersenyum kecut dan "terpaksa" balik arah sesuai anjuran goweser yang menghadangnya *:senyum.

Memang dibutuhkan pendekatan yang berbeda untuk beragam tipikal pengguna jalan dan tingkat pemahaman serta kesadarannya. Kadang ironis juga ketika mendengar atau membaca berita pejabat dengan mobil dinasnya menyebot ke jalur busway. Semestinya dengan tingkat intelektualitas mereka, kesadaran akan hak pemakai jalan yang sebenarnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Artinya memang beliau dengan sadar dan sengaja melakukannya, entah dengan pertimbangan apa.

Jika setiap pengguna jalan sadar akan haknya dan hak orang lain, tentunya akan tercipta sebuah budaya yang tertib dan teratur di negeri ini. Fungsi  kontrol dengan punishment yang dilakukan aparat kepolisian lalu lintas mejadi faktor yang penting untuk membangun budaya ini. Kita sebagai salah satu pengguna jalan juga memegang peran yang tidak kalah pentingnya. Taat terhadap aturan yang diberlakukan dan saling mengingatkan merupakan kunci terciptanya iklim saling menghormati hak pengguna yang lain. Saya melakukan hal kecil dengan cara seperti di atas, bagaimana dengan Anda?

Salam Gowes,
It's All About Bicycle




Bersepeda Meningkatkan Gairah Seks Anda (?)

Saturday, May 12, 2012



Sebagai penikmat bersepeda, saya menikmati kegiatan bersepeda ini sebagai sarana silaturahmi sekaligus media mencari keringat dan tentunya jalan-jalan ke tempat-tempat yang tidak jarang bisa terjangkau dengan kendaraan bermotor, seperti gang sempit maupun jalanan antah berantah *:senyum.

Kenapa bisa jadi media untuk ajang silaturahmi? Yup..dalam aktivitas bersepeda kita bisa lakukan secara individu maupun berkelompok dengan sesama goweser. Nah, judul di atas ini seringkali menjadi topik hangat di komunitas penggila sepeda di lingkungan saya yang menyebut dirinya CBC. Yup..saya sebut penggila karena sudah melewati fase penikmat seperti saya *:senyum. Bersepeda berangkat habis subuh pulang selepas maghrib ke tempat antah berantah tanpa sinyal kehidupan dengan perut keroncongan yang terpaksa diganjal dengan dedaunan sepanjang jalan merupakan salah satu dari sekian banyak kisah perjalanannya. Atau gowes malam hari (NR) sampai jam 1 malam hanya sekedar menikmati nasi uduk semur jengkol yang fenomenal di salah satu sudut kampung bisa jadi agenda mendadak yang disambut antusiasmember-nya.
13368383121229592727
NR Pit Stop dulu, menikmati semur jengkol (Doc: HUM)
Salah satu yang menjadi jargon yang selalu digaungkan oleh team member di milist maupun group jejaring sosial adalah khasiat dari bersepeda tadi. Salah satu testimoni yang cukup meyakinkan (meski bisa jadi hoax:D) kerap kali dilontarkan bahwa semenjak senang bersepeda tambah disayang istrinya *:senyum, bahkan telah terjadi peningkatan performa di atas ranjang sebesar 700% (7 kali ngangkat ranjang kalee..*:nyengir). Nah, bicara mengenai hubungan bersepeda dengan gairah hubungan suami istri ini coba saya bahas dari dua pendekatan.

Kesehatan dan Kebugaran Tubuh
Dari sisi kesehatan, bersepeda merupakan salah satu olahraga yang membutuhkan energi yang cukup banyak untuk dikeluarkan. Kekuatan otot terutama kaki menjadi salah satu area yang teruji endurannce-nya ketika sedang bersepeda, selain juga diperlukan pengaturan napas biar tidak jadi Senin Kamis, kembang kempis kehabisan oksigen *:senyum. Dengan bersepeda yang teratur dan tidak berlebihan maka akan terjaga kebugaran tubuh kita dan tentunya stamina akan selalu prima.

Bagi saya yang masih belum bisa pindah kuadran berkecimpung dengan pekerjaan yang menanti ketika mentari mulai tersenyum malu keluar dari peraduannya sampai dengan bulan muncul  memperlihatkan pipinya yang merah merona, susah sekali untuk bisa meluangkan waktu berolahraga. Nah, untuk menjawab kebutuhan akan stamina yang prima meski diforsir dengan rutinitas pekerjaan, bersepeda merupakan salah satu pilihan yang cukup reasonable. Bersepeda setiap week end maupun bike to work (B2W) merupakan rutinitas yang fun dan mengasyikkan, sekaligus menjadi media mandi keringat untuk menjaga stamina dan meningkatkan performa di atas ranjang *:senyum.

Kalau dilihat dari kacamata ini, bersepeda maupun olahraga yang lain memang menjadi faktor yang mendukung peningkatan performa ranjang suami istri, tentunya dalam konteks yang tidak dilakukan secara berlebihan, hasil olahraga ini akan membuat tubuh segar dan tidak mudah loyo. Jadi kalau Anda ingin performa meningkat 700% dan bukan hoax, silahkan coba bersepeda atau olahraga yang lain untuk melatih fisik dan menjaga stamina tetap prima.

Faktor Psikologis
Sebagai penikmat bersepeda apalagi yang sudah masuk level penggila atau maniak, spirit bersepeda ini akan memberikan dampak positif terhadap apapun yang menjadi obsesinya. Dengan keyakinan penuh bahwa olahraga ini mampu meningkatkan performa 700% tadi, secara tidak langung akan memberikan sugesti ke alam bawah sadar kita, sehingga alam bawah perut akan sadar diri mengikuti keinginan si empunya*:nyengir.

Faktor psikologis ini merupakan salah satu penentu terhadap aktivitas fisik yang dikendalikan oleh otak kita. Dalam dunia medis kita mengenal adanya eksperimen yang melibatkan beberapa orang sebagai kelinci percobaan. Eksperimen dilakukan dengan memberikan kapsul obat kuat ke sebagian orang dan kapsul kosong (placebo) kepada sebagian yang lain tanpa mereka tahu isinya. Hasilnya ternyata pemakai placebotadi mengatakan mengalami peningkatan performa ranjangnya, padahal sebenarnya kapsul yang dia makan tidak mengandung obat kuat tadi. Jadi secara psikologis, mereka tersugesti merasa sudah dibekali "senjata ampuh" sehingga meningkatkan percaya dirinya.

Untuk urusan ranjang memang ada berbagai macam media yang sering kita dengar untuk meningkatkan performa dan tahan lama, mulai dari pengobatan tradisional seperti pijat urut Mak Erot yang sangat fenomenal sampai berbagai obat mulai dari pil biru sampai pil unyu-unyu *:nyengir. Ada seorang teman yang pernah coba konsumsi salah satu obat-obatan penambah stamina tadi. Efeknya memang luar biasa, sang tugu monas tetap tegak berdiri tidak menunduk sekalipun lewat atasan yang sangat dihormati*:senyum. Cuma ternyata ada efek lainnya adalah "kelamaan" sehingga jadi frustasi apalagi melihat pasangan sampai sudah tertidur pulas kecapekan *:nyengir.

Jadi sebenarnya, untuk Anda yang normal, dalam artian tidak menderita suatu penyakit yang berdampak pada penurunan fungsi seksual, cukup dengan berolahraga teratur akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas "olahraga malam" Anda dan salah satu bentuk olahraga yang menjadi pilihan saya adalah bersepeda...

So, gowes yukkk...dan rasakan manfaatnya. Tapi jangan lupa siap-siap beli earplug buat tetangga Anda, jangan sampai bunyi ranjang yang setara gempa 6.9 skala richter membuat orang sekampung terbangun*:nyengir lagi.

Salam Gowes,

It's All About Bicycle



May Day: Jalanan Lancar Jaya Bebas Macet

Tuesday, May 1, 2012


Pagi hari ini suasana begitu cerahnya. Rutinitas pagi seperti biasa berangkat kerja menyusuri jalanan menuju tempat mencari beberapa lembar dan receh untuk bisa makan iwak peyek sego jagung, sisanya buat beli Nissan Juke *:amin
1335848523313674102
Pagi yang cerah (Doc: FA)
Pagi ini merupakan peringatan hari buruh sedunia yang disebut orang dengan istilah May Day. Cikarang sebagai kota industri dengan ribuan buruh yang menggantungkan periuk nasinya di pabrik seputaran kawasan industri tentunya ikut menggeliat untuk seremonial ini. Berbagai persiapan dari para buruh dan aparat sudah terlihat sejak H-1 dan pagi hari tadi.

Suasana hari kerja pagi ini lain dari biasanya. Biasanya pagi hari berangkat kerja selalu diwarnai kemacetan panjang yang membuat orang-orang yang berangkat kerja sedikit frustasi. “Pamer paha” yang membuat orang jadi “pamer penis” menjadi sarapan sehari-hari. Uppsss…jangan ngeres dulu yah..”pamer paha”…padat merayap tanpa harapan yang bikin orang “pamer penis”…padat merayap jadi pengen nangis *:nyengir

Yup…suasana tadi tidak saya jumpai pagi ini. Perjalanan yang biasa ditempuh 45 menit sampai 1 jam, pagi ini bisa ditempuh hanya dengan 10 menit. Mengutip celoteh seorang warga yang begitu bahagianya dengan suasana pagi yang cerah dengan senyum merekah di bibir merah berikut,

” Pagi ini dari Cikbar ke tol cuma sktr 10 menit.. Endah beneerrr…” - bunga sepasang

Wuiihh…sebuah ekspresi curahan hati yang selama ini terbelenggu, begitu puasnya menikmati kebahagiaan suasana peruh bunga pagi ini *:senyum

Mungkin kontras sekali dengan kondisi di ibukota sana yang diwarnai oleh berbagai berita tentang kemacetan yang lebih parah dari biasanya yang sudah parah *waduh…parah dobel… bisa sekarat donk :nyengir.  Jadi titik point kemacetan sebenarnya bersumber dari kawasan industri di sekitaran Jakarta, yang biasa saya bilang daerah Jakarta corek *:senyum.

Kalau melihat fakta ini, kita sebenarnya bisa analogikan hal yang sama untuk masalah-masalah yang terjadi di ibukota. Kemacetan di ibukota sebenarnya berasal dari orang-orang yang berbondong-bondong datang ke ibukota saat pagi mentari mulai tersenyum dan sore hari saat rembulan mengintip dari balik peraduannya. Kalau melihat lebih luas lagi, kita bisa bilang bahwa konsentrasi penduduk di wilayah tanah air yang tidak merata merupakan pemicu masalah ini. Lebih jauh lagi kita bisa artikan tidak meratanya pengembangan pembangunan wilayah di tanah air kita. Mestinya para orang pinter di negeri ini bisa melihat hal ini dan merumuskan sebuah solusi yang tepat bagi negeri ini.

Analogi lain untuk masalah banjir Jakarta. Dari analogi itu bisa kita lihat bahwa point of problem terjadi di Jakarta, sedangkan point of cause kira-kira sumbernya dari mana? Bogor kota hujan? :D. Analogi ini memang tidak serta merta kita bisa cocokkan secara harfiah seperti analogi di atas. Konsentrasi pemerataan pembangunan itu merupakan campur tangan manusia yang menentukan setting-nya. Sedangkan curah hujan itu merupakan kuasa alam dan hak prerogatif dari Tuhan. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi potensi tadi dengan melihat dimana sumber point of cause kemudian membuat aktivitas antisipatif pada area point of problem. Jadi untuk urusan banjir, kuncinya ada di ibukota sendiri termasuk orang-orang di dalamnya.

So..nyok kite bareng-bareng benahin ibukote kite ni…mau orang betawi asli atau pendatang, punya andil yang same untuk bisa benahin ibukote kite yee…


*hhmm…endahnya hari ini…nikmatnya menghirup udara pagi ini, meski dipenuhi sisa-sisa polusi dari industri dan politisi…*:nyengir

Salam  Gowes,

It's All About Bicycle

Gowes May Day : Antara PHK dan Jembatan Putus

Monday, April 30, 2012


13357999672089333554
Orasi Serikat Pekerja di Base Camp
Terompet siap ditiup dan genderang siap ditabuh, barisan buruh siap beraksi. Tanggal 1 May yang ditetapkan sebagai hari buruh internasional tinggal menghitung menit lagi. Berbagai persiapan sudah dilakukan untuk menyambut seremonial ini. Di Cikarang yang merupakan daerah industri, seremonial ini telah dipersiapkan dan diantisipasi efeknya sebelum hari H. Pertanyaannya, kok disiapkan? Ya..tentu saja teman-teman buruh dan serikat pekerja sudah mempersiapkan rencana aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Pertanyaan berikutnya, kok perlu diantisipasi?

Tentunya masih ingat dengan aksi gabungan serikat pekerja beberapa waktu lalu berkaitan dengan issue perseteruan dengan Apindo mengenai penetapan UMK Bekasi. Aksi turun ke jalan dengan melakukan sweeping terhadap pabrik-pabrik di kawasan industri seputar Bekasi dilakukan untuk menggalang massa dengan jumlah yang banyak. Salah satu aksinya adalah dengan melakukan penutupan akses tol sehingga menyebabkan lumpuhnya jalur Jakarta - Cikampek selama beberapa jam. Aksi tersebut akhirnya menjadi issue nasional yang membuat SBY memerintahkan menterinya untuk turun tangan menyelesaikan kasus ini. Kesepakatan berikutnya menghasilkan putusan yang meluluskan permintaan para buruh dan mencatatkan buruh di Kabupaten Bekasi sebagai penerima UMK tertinggi di Indonesia.

Aksi sweeping ke dalam pabrik di kawasan industri dan pemblokiran akses tol ini yang akan diantisipasi oleh para pengusaha dan aparat terkait. Pihak manajemen pengelola kawasan industri sudah mengeluarkan surat edaran untuk menghimbau kepada perusahaan-perusahaan di dalam kawasan industri yang dikelolanya untuk mengadakan perundingan dengan serikat pekerja masing-masing untuk kelancaran seremonial May Day ini. Beberpa perusahaan memutuskan meliburkan karyawannya, meskipun banyak juga yang tetap beroperasi. Aparat keamanan juga telah mempersiapkan diri untuk melakukan pengamanan demi kelancaran jalannya aksi damai para buruh ini.

Berkaitan dengan mendekatinya seremonial May day ini, gowes Sabtu Minggu yang lalu sengaja mengambil rute muter seputar kawasan industri. Di Cikarang terdapat beberapa kawasan industri yang tersebar di beberapa lokasi. Rute kali ini mengambil jalur masuk kawasan industri EJIP dan Delta Silicon. Suasana Sabtu pagi di wilayah Cikarang beda sekali dengan hari-hari kerja yang diwarnai kemacetan panjang di akses keluar masuk pintu tol. Sabtu Minggu merupakan hari yang lumayan nyaman dinikmati untuk sekdar jalan-jalan mengisi liburan weekend dengan lalu lintas yang relatif lancar.

Perjalanan keluar dari perumahan dilanjutkan dengan menyebrangi Kali Malang dan menembus perkampungan menuju kawasan Lippo. Roda sepeda berputar perlahan ketika dari kejauhan terlihat keramaian sekelompok massa di sisi jembatan putus. Yup.. di ujung kawasan industri di Lippo ini membentang sebuah jembatan yang direncanakan menghubungkan kawasan industri ini dengan kawasan industri MM2100 di Cibitung. Kenapa disebut jembatan putus? ya..karena memang jembatan ini baru terbentang setengah badan. Ujung ke arah kawasan industri MM2100 belum dilanjutkan pengerjaannya, issue yang beredar sepertinya belum ada kesepakatan antara kedua pengembang kawasan industri ini sehingga jembatan penghubung ini terbengkalai sekian tahun dalam kondisi setengah jadi, sungguh amat disayangkan, mestinya dengan jembatan ini akses kedua kawasan industri akan semakin lancar dan tentunya mengurangi kemacetan yang menjadi makanan sehari-hari.
13358001061455145918
Jembatan Putus (Doc: HUM)
Lha, terus apa hubungannya jembatan putus ini dengan aksi buruh?
Beberapa waktu yang lalu di kawasan industri ini ada sebuah perusahaan otomotif perakitan motor asal negeri ginseng yang mengalami masalah dan memutuskan menutup operasinya. Imbasnya adalah ada sekian banyak karyawan yang terkena dampak penutupan operasi perusahaan ini. Bahkan issuenya para karyawan diputus sepihak tanpa medapatkan hak mereka. Hal ini memicu demo lokal karyawan perusahaan tersebut yang berlangsung cukup lama, bahkan kemudian para buruh mendirikan kemah darurat di depan bekas pabrik mereka yang sudah ditinggalkan investornya.

Seiring berjalannya waktu, aksi pendudukan pabrik tersebut belum juga membuahkan hasil. Para pekerja kemudian berinisiatif untuk mendirikan camp di ujung jembatan putus tadi, mengingat pendirian camp di depan bekas pabrik mereka yang berada di jalan utama kawasan industri sehingga sedikit mengganggu kelancaran lalu lintas. Tenda yang didirikan di ujung jembatan putus ini menjadi posko solidaritas antar buruh dan serikat pekerja. Pada waktu-waktu tertentu diadakan agenda untuk berkumpul para buruh dan serikat pekerja diisi dengan orasi untuk menyuarakan aspirasi mereka, seperti yang dilakukan pagi itu.

Perlahan pedal saya kayuh dan roda sepeda berputar menyusuri sekian banyak mobil dan motor yang diparkir sepanjang jalan menjuju mulut jembatan. Berhenti sejenak melepas lelah sambil meneguk minuman untuk melepaskan dahaga. Terdengar orasi yang berapi-api dengan sura lantang mengobarkan semangat solidaritas dari para buruh yang berkumpul.  Solidaritas antar pekerja ini memang merupakan salah satu kekuatan yang menyatukan mereka. Terlihat cukup banyak pekerja yang berada di ujung jembatan itu dengan antusiasme mereka mendengarkan orasi tersebut. Entah sampai kapan jembatan putus ini akan dijadikan base camp para pekerja korban PHK tadi.
1335802586932552024
Selamat Hari Buruh (Doc: AP)
Pedal dikayuh kembali untuk berputar menuruni lereng jembatan dan meyebrang dari sisi bawah jembatan menuju kawasan MM2100. Dalam hati sempat bergumam, semoga aspirasi mereka mendapatkan respon positif dari para pengusaha dan pemerintah, sehingga para pekerja benar-benar bisa menjadi mitra bagi para pengusaha, mewujudkan sebuah sinergi positif untuk mengembangkan karya dan usaha membangun negeri ini. Dan semoga juga, penyambutan seremonial May Day besok akan berlangsung tertib, aman, dan damai sentosa. Amin..

Salam Gowes,


It's All About Bicycle

Rejeki Sudah Ada Yang Ngatur, Salah Satunya Bapak

Thursday, April 26, 2012


Mengisi rutinitas dan untuk menjaga kebugaran tubuh *sok lebay, seperti agenda biasanya weekend diisi dengan gowes. Perjalanan kali ini sebenarnya cerita gowes dua minggu yang lalu, mudah-mudahan belum basi untuk dirangkai menjadi sebuah cerita dengan benang merah yang sudah dipersiapkan :)

Perjalanan kali ini mengambil rute seputar kampung dekat rumah sampai ke kawasan industri. Berhubung siang sudah menjelang, acara muter-muter tidak bertahan lama, keburu basah semua seluruh badan kepanasan terik mentari sampai harus peras keringat, untung tidak jadi banting tulang *: senyum. Perjalanan akhirnya pitstop sejenak ketika melewati tempat kerja. Sekedar meneguk sebotol minuman, menyempatkan diri mampir nongkrong sejenak di luar gerbang. Sengaja juga mampir untuk check pengerjaan otomatisasi pintu gerbang. Yup…mulai minggu lalu terjadi sedikit perubahan yang dilakukan untuk karyawan yang bertujuan untuk menggalakkan disiplin di tempat kerja. Salah satu aktivitas fisik yang dilakukan adalah dengan pembuatan gerbang otomatis yang dikendalikan dari pos security, jadi setiap karyawan yang keluar masuk harus menggunakan kartu pas dengan persetujuan atasan dan lapor ke security. Imbas dari penerapan aturan ini, semakin sedikit karyawan yang makan di luar.

Nah, sebelum aturan itu mulai diberlakukan, sengaja saya mengawali investigasi imbas dari penerapan aturan baru ini dengan nongkrong di luar gerbang tempat para penjual berdagang. Memang di depan tempat kerja mangkal beberapa pedagang dengan berbagai menu khas mereka. Dan yang menjadi nasabah utama tentu saja karyawan di tempat kerja saya. Sebenarnya perusahaan sudah menyedakan menu untuk makan para karyawan, tapi dengan berbagai pertimbangan tetap saja banyak karyawan yang keluar makan siang di penjual depan, termasuk saya tentunya *:senyum meski cuman sesekali. Satu-satunya alasan saya untuk menikmati makanan di luar tersebut adalah menu yang variasi dan suasana yang lain. Kita bisa memilih menu mulai somay, nasi goreng, ketoprak, tongseng, ayam goreng sampai bebek goreng. Yang selalu saya tekankan sama penjual bebek goreng adalah jangan lupa pakai “B” ya..coba bayangin kalo’ “B”-nya ilang…wuiihh…:D Selain itu suasana akrab dengan obrolan santai dengan teman dan para pedagang serta tukang ojeg yang mangkal di situ di bawah rindangnya pohon disertai semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi merupakan salah satu daya tarik yang tidak didapatkan ketika makan siang di kantin perusahaan.

Dengan sebotol minuman di tangan, saya membuka obrolan dengan pedagang yang mangkal di depan gerbang. Topik langsung mengarah pada imbas bagi mereka terhadap kebijakan baru yang issue-nya memang sudah sampai ke telinga para pedagang, diperkuat dengan aktivitas fisik yang mereka lihat terhadap pintu gerbang. Mereka bercerita bahwa pasrah dengan segala kebijakan yang akan diterapkan, meskipun memang pasti akan berimbas terhadap menurunnya omset jualan mereka. Sedikit masuk lebih dalam mengorek informasi dari salah seorang pedagang nasi goreng yang tiada duanya mantab rasanya *soalnya nggak ada penjual nasi goreng lain di situ..:D, dia bercerita bahwa untuk bisa dapat kavling berjualan di depan gerbang ini tidaklah mudah, penuh persaingan dengan pedagang yang sudah buka lapak duluan, belum lagi harus setor upeti pada “petugas”. Ya..mereka ini sebenarnya pedagang ilegal, meski sudah bayar iuran tetap pada “petugas” tapi tetap saja harus pontang panting menyelamatkan dagangan ketika ada razia ketertiban. Memang kadang ironis melihat perjuangan hidup mereka tapi cukup salut dengan kegigihan para pedagang tersebut, mengumpulkan setiap lembar dan receh untuk menghidupi keluarga.
1335454838673627820
Rejeki sudah ada yang ngatur…(Doc: HUM)
Penjual nasi goreng ini berjualan untuk menghidupi dua orang anaknya, yang besar sudah sekolah, sedangkan yang kecil ikut bapak ibuya berjualan. Keinginan mereka cukup sederhana, mendapatkan hasil dari jualan cukup untuk makan dan sekolah anak-anaknya, berharap anak mereka bisa sukses tanpa harus mengikuti jejak mereka. Sedikit merenung ketika mereka mengungkapkan kegalauannya dengan issue kebijakan yang akan diterapkan di perusahaan tempat mereka mangkal. Satu pernyataan yang membuat saya kembali merenung, “Rejeki sudah ada yang ngatur Pak…salah satunya Bapak..”. Satu ungkapan klise yang ditambahi dengan pernyataan yang cukup realistis menyikapi kondisi yang bakal mereka hadapi.

Ya..kadang kita dihadapkan pada sebuah pengambilan keputusan yang berimbas terhadap orang lain di sekitar kita. Tentunya butuh pertimbangan yang matang ketika mengambil keputusan tersebut. Setiap kebijakan yang diambil pasti memberikan dampak terhadap objek di sekitarnya dengan berbagai macam plus minusnya. Adaptasi terhadap perubahan tentunya diperlukan untuk mencapai titik nyaman berikutnya. Dan saya yakin jika sebuah kebijakan diterapkan dengan tujuan positif, tentunya akan memberikan dampak yang positif jika kita menyikapinya juga dengan positif.

Sebelum menginjakkan kaki di pedal untuk kembali ke titik nol, tidak lupa saya titipkan pesan sama tukang nasi goreng, “Rejeki sudah ada yang ngatur, salah satunya Bapak sendiri…terus berusaha dan tawakal, wujudkan impian anak-anak”.
Memang rejeki tidak pernah salah alamat, jadi kalau Anda merasa sudah peras keringat banting tulang kerja keras 24 jam tapi kok rejeki masih seret…artinya Anda perlu lapor RT/RW setempat..*:nyengir


It's All About Bicycle
 
Back to Top