Bicycle4you ~ It's All About Bicycle | Members area : Register | Sign in
Showing posts with label Badai. Show all posts
Showing posts with label Badai. Show all posts

Menyusuri Jejak Korban Banjir

Wednesday, January 23, 2013


Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pekan ini membuat lumpuh aktivitas warganya. Sedikit klise memang berbicara mengenai banjir yang melanda Ibu Kota ini yang berulang setiap tahun dan semakin parah pada siklus lima tahunannya. Saya tidak akan membahas masalah banjir dan solusinya karena memang sangat kompleks dan terus terang saya bukan ahli metadata urusan banjir ini :)
13587811971205689293
Gowes menyusuri jejak banjir (Doc : CBC)
Minggu pagi seperti biasa diisi dengan aktivitas bersepeda santai menghirup hawa segar menyusuri perkampungan yang mulai kurang bersahabat dengan udara bersih karena sudah terkepung banyak pabrik di sekelilingnya. Gowes minggu pagi kali ini sedikit lain dari biasanya. Bersama rekan-rekan yang tergabung dalam komunitas sepeda CBC (Cikarang Baru Cycling), agenda pagi kali ini mengambil rute menyusuri tempat korban bencana banjir. Dengan titik kumpul di pertigaan Movieland Cikarang Baru, start jam 6 pagi lebih kita mulai menyusuri rute ke arah saluran irigasi Kalimalang dan menyebrang ke kolong tol Jakarta-Cikampek menuju lokasi banjir di pinggir sungai Ci Beet. Ci Beet adalah anak sungai Ci Tarum yang menjadi batas alami antara Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Ci Beet merupakan salah satu sungai yang memasok air ke saluran irigasi Tarum Barat atau biasa disebut Kalimalang. Daerah yang terkena dampak meluapnya sungai Ci Beet ini hanya berjarak sekitar 15 km dari tempat tinggal kita dan rute “kolong tol” ini merupakan salah satu rute jarak dekat favorit goweser. Di kolong tol ini biasa dijadikan tempat istirahat sejenak sambil makan minum di warung-warung yang berada di situ. Tapi pada pagi ini tidak bisa kita jumpai lagi para penjual yang biasa mangkal di situ, hanya tersisa bekas-bekas warung mereka. Hempasan luapan banjir membuat semua hanya tinggal cerita.
13587817861197499799
Bekas batas ketinggian air (Doc : CBC)
Banjir yang melanda daerah ini pada hari Jum’at sebelumnya mencapai ketinggian  lebih dari 2 meter yang membuat warga harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Pilihan tempat pengungsian mereka adalah tepat di pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek Km 40. Tenda-tenda darurat didirikan warga dibantu aparat di rerumputan sepanjang jalan tol. Kami menyusuri jalanan yang penuh lumpur sisa banjir untuk mencapai lokasi posko pengungsian. Air yang sudah surut membuat warga sudah bisa mulai membersihkan rumah dan perabotan dari sisa-sisa banjir. Kalau biasanya teman-teman CBC sengaja cari jalan off road yang sedikit menantang dari yang masih gowesable sampai dengan yang bikin gowes sebel :D, kali ini tidak perlu nyari rute off road karena di sepanjang jalan di tengah perkampungan penuh dengan lumpur sisa banjir. Agenda ‘blusukan’ ini sudah kita lakukan jauh hari sebelum JokoWi ‘blusukan’ di pelosok ibu kota :)
13587841721818060712
Puing-puing reruntuhan tersapu banjir (Doc : CBC)
Sempat ngobrol dengan beberapa warga yang tengah bersih-bersih rumah tentang kondisi terakhir di pengungsian dan kebutuhan bahan bantuan. Kondisinya memang cukup memprihatinkan. Meski terlihat sembako dan bahan makanan lain di tenda pengungsian, tapi mereka lebih membutuhkan makanan siap saji karena cukup kesulitan untuk tempat masak dan mempersiapkan makanan. Belum lagi kondisi pakaian yang basah dan kotor, hujan yang melanda sepanjang hari membuat persediaan pakaian bersih semakin dibutuhkan. Kondisi cuaca yang dingin juga stamina yang terkuras membuat rentan terhadap sakit, terutama balita dan orang lanjut usia.
Di posko pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek Km 40 ini ada sekitar 85 kepala keluarga atau sekitar 250 orang yang membutuhkan bantuan. Bantuan tenda dari aparat kepolisian dan air bersih dari PDAM cukup membantu aktivitas para pengungsi ini. Kita sempat ngobrol dengan pak Daman, ketua RT yang sekaligus koordinator di pengungsian tersebut. Dengan berbekal informasi dari pak RT dan melihat langsung kondisi di lokasi, sekitar jam 9 pagi kita kemudian memutuskan untuk balik ke base camp sambil koordinasi dengan rekan-rekan yang tidak ikut gowes pagi itu untuk penggalangan dana dan bantuan bagi korban banjir tadi. Kontak via telepon dan group di jejaring sosial mempercepat koordinasi.
13587844571891294975
Tenda pengungsi
Sekitar 250 nasi bungkus, minuman, obat-obatan dan pakaian pantas pakai sudah siap sekitar jam 11 siang, koordinasi yang cepat dan sigap dari teman-teman CBC. Melihat kondisi lapangan kita rencanakan mengirimkan bantuan dengan mobil via jalan tol. Sengaja duo krucil saya ajak serta bareng mamanya untuk ikutan bareng teman-teman CBC menuju lokasi posko banjir. Ikut bersimpati dan berempati terhadap orang yang sedang mengalami kesusahan bisa mulai kita sampaikan sejak dini pada anak-anak. Sepanjang jalan si Kakak serius mendengarkan cerita saya tentang lokasi pengungsian, bagaimana kondisi anak-anak seusianya yang tetap ceria bermain meski sedang dalam kondis yang kurang bagus. Si Adik yang belum mau sekolah cuma ikut manggut-manggut melihat ekspresi serius si Kakak.
13587837041315145607
Supply bantuan (Doc : CBC)
Jam 12 siang lewat dua mobil yang membawa bantuan tiba di lokasi disambut oleh pak Daman dan warga yang segera ikut membongkar bahan bantuan. Gowes kali ini meski harus balik kucing (rute pulang = berangkat) cukup membawa kesan dan bermakna bagi saya. Bantuan kecil yang kita lakukan hari ini ternyata sangat membantu para pengungsi korban banjir. Semoga semua bisa segera pulih normal seperti sedia kala dan warga bisa kembali beraktivitas lagi. Tidak usah menunggu pemerintah untuk mengatasi bencana ini, cukup dimulai dari masing-masing kita untuk lebih peduli dengan sesama dan lingkungan. Bumi dan lingkungan ini adalah anugrah dari sang Maha Kuasa untuk kita dan anak cucu kita. Tidak perlu menghemat atau membatasi diri untuk memanfaatkan energi yang ada di dalamnya, tapi saatnya kita untuk berpikir mengubah menjadi energi yang terbarukan. Ingat..energi tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan, energi hanya bisa dirubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Tidak perlu membakar bensin untuk bepergian dengan kendaraan bermotor, cukup bakar lemak dengan gowes bersama kita dan membantu sesama…setuju..?! :)

Salam Gowes,

It's All About Bicycle

Badday Pasti Berlalu

Wednesday, March 21, 2012

Kali ini lagi pengen gaya sok britis ni pakai bahasanya orang bule gitu..hehehe...
Sodara-sodara sebangsa dan setanah air tentunya tidak asing lagi dengan judul di atas kan..? Aslinya sih mestinya “Badai Pasti Berlalu”. Badai Pasti Berlalu adalah sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2007. Film ini adalah film daur ulang dari karya Teguh Karya pada tahun 1977 yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Marga T, Badai Pasti Berlalu.  Ternyata cerita novel jadul amat yah..jaman sapi masih makan rumput..hehehe... Lah emang dari dulu juga sapi makanannya rumput, emang ada makanan laen yang lebih seger dari rumput tetangga..?? upss...

Ehh..jangan salah, jaman sekarang seiring perkembangan teknologi, sapi juga bisa dialihfungsikan untuk membantu daur ulang sampah lho... Liat ni buktinya..sapi-sapi ini demen banget makan plastik campur limbah domestik laennya.

Sapi makan plastik di Cibatu, Lippo Cikarang 
Waduhh...lha kok malah jadi ngomongin hewan kaki empat sih..mending minum larutan penyegar cap kaki gadjah....segerr...hehehe...

Ok deh, balik lagi ke judul di atas. Kenapa mesti pakai gaya britis segala sih..?? Jawabannya sih seperti biasanya..”tentu ada benang merahnya” hehe..

Sebenernya sih emang beneran mau ngomongin tentang badai ni. Akhir-akhir ini cuaca emang kurang bersahabat. Efeknya bikin my body is not delicious, jadi terpaksa absen gowes minggu ini (alesan.com). Angin kenceng diiringi hujan deres jadi rutinitas harian terutama sore atau malam dini hari. Di samping hawa menjadi dingin (pengennya narik selimut mulu..:D), suara angin yang menderu-deru kadang membuat was-was. Apalagi efek yang dihasilkan dari hujan dan angin ribut tersebut, pohon-pohon pada bertumbangan, sangat berbahaya tentunya.

Di negeri tetangga sono dikenal nama badai yang cukup sexy, apa coba..? Tentunya sudah nggak asing lagi kan dengan nama Badai Katrina..? Namanya sih bayangannya kayak nama cewek sexy gitu kan..? Tapi coba lihat efek yang ditimbulkan oleh si sexy ini.

"Badai Katrina atau dikenal juga sebagai Topan Katrina atau Hurikan Katrina adalah sebuah siklon tropis besar yang melanda wilayah tenggara Amerika Serikat pada 24–31 Agustus 2005 dan menyebabkan kerusakan yang besar. Lebih dari 200.000 km² (seukuran Britania Raya) wilayah tenggara AS terpengaruh badai ini, termasuk Louisiana, Mississippi, Alabama, Florida, dan Georgia.  Kerusakan yang diakibatkannya—hingga kini terhitung dapat mencapai US$200 miliar—diperkirakan menjadikannya badai Atlantik termahal dalam sejarah AS. Hurikan ini menyebabkan mati listrik yang memengaruhi sekitar 1 juta jiwa di Louisiana, Mississippi and Alabama, dan banjir besar di wilayah New Orleans. Hingga 3 September, diperkirakan setidaknya 1289 orang telah meninggal dunia; 1029 orang secara langsung dan 260 lainnya secara tidak langsung. Jumlah ini diyakini akan terus meningkat."  (http://id.wikipedia.org/wiki/Badai_Katrina)

Badai Katrina
Nah..tu kan..sedemikian DAHSYAT-nya efek si sexy ini ya..?? Cuman kalo’ di Bekasi, tetep masih kalah sexy sama NERO tentunya...(lah..kok nyambung ke sono..hihi..)

Yah..mudah-mudahan sih, hujan yang sering disertai angin kencang yang melanda seputaran Cikarang akhir-akhir ini tetep aman terkendali. Bahkan membawa berkah buat kita semua tentunya. Badai Pasti Berlalu. Amin.

So..selesei deh cerita tentang "Badday Pasti Berlalu". Kan sudah ditutup dengan doa...terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya...hahahha..uppss..


Ok deh, lanjut lagi ni critanya. Benang kan belum keliatan ni warna merahnya. Sepertinya si benang pakai double protection, anti bocor dan anti tembus juga pakai wing jadi aman, nyaman deh beraktifitas seharian meski sedang datang harinya..(jauh banget melencengnya yak..hihiihi..)

Sekarang serius ni. Benang merah yang mau ditarik adalah bener mengenai badai. Badai dalam arti harfiah sudah dijabarkan seperti di atas. Nah, kalo’ dalam bahasa lebay-nya apa sih makna “Badai Pasti Berlalu” itu..?
Arti kiasan ini seringkali menggambarkan problema kehidupan yang dihadapi  oleh kita. Lalu..kenapa judulnya mesti jadi sok britis gitu..”Badday Pasti Berlalu”..? Nah..ini juga biar cocok dengan artinya juga..Badday..Bad Day. Menurut terjemahan asal dari mbah Gugel adalah “Hari Buruk”.  Dapet kan benang merahnya..??hehhe..

Seringkali kita dihadapkan pada situasi yang kurang menguntungkan, kalau nggak mau disebut “siyal” :D. Tentunya pernah merasakan kondisi ketika kita mengalami kejadian buruk yang beruntun dalam satu hari. Seperti kejadian runtutan cerita berikut ini.

Pagi bangun kesiangan, buru-buru musti masuk kerja pagi jadi nggak sempet sarapan. Langsung injak pedal gas ngacir ke kantor...ehh..di tengah jalan kecebak macet...bete deh.. Lolos dari macet...ban bocor kena paku. Ambil dongkrak, pasang ganjal body mobil...krakk..si dongkrak ternyata dah karatan... haduhh..terpaksa nyetop mobil orang dengan susah payah untuk minjem dongkrak. Mobil berhasil di dongkrak, lepas ban, ambil ban serep, pasang, lepas dongkrak....jessss...ternyata ban serep tidak ada anginnya juga...wahhh...klop dah penderitaan hari ini...bener-bener “Bad Day”.

Dengan berbagai usaha ekstra akhirnya berhasil juga bawa mobil sampai tempat kerja, tentunya dengan waktu yang sangat..sangat terlambat. Omelan si Boss sudah menyambut dengan sukacita. Tumpukan file di atas meja kerja jadi terlihat bagai sampah menggunung yang bikin mual. Telpon berdering dari klien yang marah-marah karena sudah nungguin lama untuk janji meeting. Wuiiihhh...pokoknya komplit dah...tambah mual kalo’ dilanjutin lagi penderitaan sampai sore hari berikutnya...hehe..

Ilustrasi dongkrak sahaja :)
Cerita di atas cuman fiktif belaka, tidak pernah terjadi kenyataannya, hanya hasil gombal sang goweser ini sahaja..hehhehe... Tapi point yang kita bisa ambil kira-kira kenapa sih kok bisa jadi cerita yang bikin siyal berantai itu sehingga cocok kalo’ dikasih istilah “Bad Day”..?? Sebenernya kalo’ kita lihat lebih dalam dari rangkaian cerita tadi, kesiyalan yang beruntun sehingga hari itu jadi “Bad Day” tentunya bukan tanpa alasan. Ada akibat tentu ada sebabnya bukan..?

Coba kalo’ kita flash back cerita di atas. Gimana kalo’ si tokoh cerita bangun lebih pagi, bisa prepare segala sesuatu sebelum berangkat kerja. Check tekanan angin ban, dongkrak, termasuk ban serep. Tentunya rentetan kesiyalan yang terangkai dengan mulus di atas niscaya tidak akan terjadi. Meskipun tentunya kalo’ Allah berkehendak, kita juga tidak akan bisa berbuat apa-apa, tapi tentunya kita kan harus tawakal, berusaha semaksimal mungkin sebelum berserah kepada yang Maha Kuasa. Memang kelihatan klise..tapi memang itu lah kenyataannya.

Prinsipnya kita jangan terpengaruh terhadap kondisi lingkungan sekitar, bahkan sebisa mungkin “aura” positif kita lah yang coba untuk bisa merubah lingkungan kita menjadi lebih positif. Seperti prinsip “let it flow” biarkanlah mengalir..atau kalo’ untuk angin bisa diartikan bebas biarkanlah angin berhembus. Tapi yang yang kita pastikan adalah prinsip “ngeli tanpo keli”..apa coba maksudnya.? Itu filosofi jawa yang berarti “ikutlah arus tapi jangan sampai hanyut”. Filosofi ini cukup dalam maknanya. Yang perlu kita lakukan sebenernya adalah mencari cara bagaimana agar kita tidak hanyut. Atau kalo’ dengan istilah angin “ikutlah kemana angin berhembus”. Kalo’ angin berhembus sepoi-sepoi tentunya nyaman dan membuat kita terbuai. Coba kalo’ yang berhembus si sexy Katrina, nyap-nyapan mah iya..hehhe..

So..gimana ya kira-kira biar tidak hanyut atau terbawa terbang si sexy Katrina..? Satu point kuncinya adalah kita butuh “petunjuk arah”. Hal ini bisa kita artikan secara harfiah maupun dengan filosofi tinggi. Secara filosofi tentunya manusia butuh pegangan hidup dan arah yang jelas dari tujuan hidupnya. Bekal nilai-nilai agama menjadi satu pondasi yang penting dalam hal ini. Setiap kali kita mengalami masalah dah tidak tau arah mau kemana, yakinlah bahwa Allah menyertai kita. Mintalah pentunjuk kepada-Nya untuk arah yang benar. Klise sekali yah..??memang begitulah adanya.

Trus kalo’ dijabarkan secara harfiah kira-kira gimana ya..?? Tentunya persis seperti kata-kata harfiahnya “petunjuk arah”. Jadi kita musti tahu posisi kita berada di mana..? mana kutub utara mana kutub selatan, jangan sampai kita yang jadi beruang kutubnya..hihihi... Maksudnya gini, sesuai dengan ilmu fisika yang kita pelajari pas AbeGe dulu bahwa angin merupakan udara yang bergerak karena adanya perbedaan tekanan. Nah, dalam hal keselamatan, kita harus tahu ke arah mana angin berhembus, sehingga kita bisa lebih mengantisipasi untuk menghindari efek dari sang angin. Bahkan nenek moyang kita yang seorang pelaut, dari jaman dahulu kala sudah memanfaatkan potensi dari arah angin berhembus ini untuk berlayar mencari ikan di lautan luas sana.

Ok kan..?? Sudah dapat kan benang merah dari badai kali ini..?? Biar lebih afdol, karena ini cerita seorang goweser, mestinya kita coba tarik si merah juga ke arah sepeda ya, masa’ dari tadi nggak ada crita gowesnya sama sekali sih..?

Tetep..pasti ada hubungannya donk antara Badai, Bad Day dan Gowes..(maksa.com).  Seorang goweser sejati selalu memulai kayuhannya dari  titik nol. Coba kita simak kata-kata berikut..(dari Cycle of Life)

 “ Hidup ibarat mengayuh di atas sepeda, selalu bergerak dinamis mulai dari titik nol. Dimulai dengan kayuhan pertama dan terus menerus mengayuh tanpa henti, hingga mencapai tempat tujuan yang telah ditargetkan”. 

Tepat sekali, harus punya target tujuan yang jelas.

“Tuhan bersama orang yang berusaha bukan bersama mereka yang penuh galau keraguan. Keraguan adalah pantang bagi para pesepeda sejati. Tuhan memberikan kekuatan pada siapapun yang meyakininya dalam menempuh beragam perjalanan kita terus menguatkan diri untuk terus menguatkan kayuhan dalam kelelahan.”


Sipp..goweser sejati percaya bahwa Tuhan selalu bersama kita.

Massimo Percossi / EPA
Seorang pria mencoba menerjang lebatnya hujan salju dengan menggunakan sepeda di Roma, Italia. Pejabat negara setempat melaporan bahwa hawa dingin yang parah telah menewaskan lebih dari 100 orang di seluruh semenanjung Eropa, dimana suhu di beberapa daerah telah menurun sangat drastis.
Sumber: MSNBC
Nah, untuk mendukung arah dan tujuan dari target goweser tadi, teknologi saat ini sangat mengerti dan mendukung akan kebutuhan ini. GPS bisa dimanfaatkan sebagai media penunjuk arah, tracking rute yang sudah dan mungkin akan dilewati oleh goweser lainnya. Mengikuti perkembangan jaman dan memanfaatkan teknologi secara positif merupakan bagian dari ilmu “ngeli tanpo keli”. Coba apa jadinya kalo’ kita nggak ngikutin jaman yang cepat sekali mengalami perubahan..kalo’ gak dibilang gaptek ya nggak gahooll.....kalah deh sama alay yang lebay...cobain deh tracking pakai si ondel-ondel... hehhehe...




So..selalu ingatlah bahwa.. “there is no bad day, because everyday is a happy day”....cheeerrsss...^_^

Salam Gowes,

It's All About Bicycle
 
Back to Top