Bicycle4you ~ It's All About Bicycle | Members area : Register | Sign in
Showing posts with label seksologi. Show all posts
Showing posts with label seksologi. Show all posts

Lebih Baik Negatif Thinking Daripada Positif Hamil

Wednesday, September 4, 2013

13783109961535659305
Positif ? (source: health.liputan6.com)
Strip merah 2…positif.. Alhamdulillah… uppss…. wah.. duh…

Berbagai reaksi muncul ketika melihat hasil test pack. Memang tanda awal kehamilan seoranng wanita sekarang dengan sangat mudah dan instan bisa kita dapat tanpa perlu check ke dokter kandungan sekalipun. ketika periode haid mengalami perubahan, metode check ini cukup ampuh untuk deteksi awal tanda pembuahan sel telur.

Reaksi gembira tentunya adalah hal pertama yang muncul dari seorang yang telah menyandang gelar seorang istri. Tapi tentunya akan menjadi sebaliknya buat seorang wanita dengan status “single“, “in relationship” atau bahkan “complicated” ;-). Reaksi lebih lagi bisa jadi dari seorang Ibu ketika mendapat kabar strip 2 merah dari putrinya yang masih unyu-unyu :D

Pergaulan bebas dan rasa ingin tahu yang besar dari seorang remaja yang menginjak dewasa menambah potensi untuk menjumpai strip 2 yang tidak diharapkan. Pengetahuan yang minim tentang pendidikan seks dan reproduksi ditambah kurangnya perhatian orang tua bisa menjadi pemicu yang potensial. Informasi sepotong-sepotong yang begitu mudah didapatkan di dunia maya maupun obrolan dengan teman sebaya yang dilanjut dengan eksperimen, bisa jadi membuahkan sensasi untuk membuktikan lebih jauh hasil trial and error yang dilakukan. Pada gilirannya, strip merah 2 menjadi hasil akhir dari prosesi trial dan menjadi bahan diskusi dan evaluasi bersama keluarga yang sangat mungkin sekali menjadi pemicu “paksa” bersatunya dua keluarga sehingga mendapat gelar MBA.

Jika ada alat test instan begitu mudah didapatkan, tentunya alat pendukung aktivitastrial tadi juga akan dengan amat mudah kita jumpai. Karet pengaman merupakan alat kontrasepsi yang paling lazim dan gampang kita temui mulai dari apotik, toko obat sampai mini market pun menjual bebas dan terpampang di etalase depan yang cukup mencolok. Seringkali dan biasa kita bisa jumpai anak-anak remaja laki-laki maupun perempuan sudah tidak canggung lagi untuk memasukkan barang tersebut ke dalam keranjang belanjanya. Variasi model dengan berbagai citarasa yang ditawarkan menambah rasa penasaran untuk mencobanya.

Memang bukan tanpa alasan jika para orang tua perlu untuk lebih perhatian, buka mata buka telinga lebar-lebar ketika anak gadisnya beranjak remaja. Negatif thinkingterhadap perilaku anak gadis kita mungkin akan lebih baik daripada menjumpai sang buah hati positif hamil di luar nikah. Negatif thinking di sini dalam artian kita sebagai orang tua tidak bisa tenang dan percaya begitu saja dengan perilaku santun dan lembut anak gadis kita di rumah. Coba sesekali cek aktivitasnya di luar, terlebih aktivitas yang melibatkan teman sebaya dengan jenis kelamin yang berbeda. Seringkali kita mendengar cerita seorang ibu yang mendapati anak gadisnya poisitif hamil di luar nikah, padahal dalam kesehariannya sang anak terlihat sebagai “anak baik-baik”. Justru anak yang terlihat baik-baik saja punya potensi lebih besar untuk “tidak tahu” tentang efek dan resiko dari trial error yang dilakukan.

Ketika beranjak remaja, anak-anak akan cenderung menjauhkan diri secara privacy dari keluarga dekatnya, baik orang tua, saudara kandung atau pun saudara di sekitar rumah. Hal ini sangat wajar karena memang usia remaja merupakan saat-saat seseorang mencari jati diri, berusaha membuktikan kemandiriannya. Fase ini merupakan masa yang cukup kritis dan perlu menjadi perhatian bagi orang tua. Orang tua harus tanggap dengan situasi ini dan mengarahkan rasa ingin tahu mereka tanpa merasa dikekang atau pun diawasi. Bekal pendidikan agama dan moral bisa jadi benteng yang cukup ampuh untuk membangun perisai diri dari dalam sang anak. Sikap terbuka dan menempatkan diri sebagai “teman” bagi sang anak juga akan membuat sang anak untuk merasa nyaman dan  lebih bebas mengungkapkan rasa ingin tahunya ke orang tua.

Untuk bisa lebih “masuk” ke dalam “dunia” anak-anak kita, coba kita bayangkan ketika kita seusia mereka. Ingat-ingat lagi pola pikir kita di saat itu tapi tidak bisa kita samakan persis kondisinya dengan sekarang, perlu tambahan sedikit imajinasi kondisi lingkungan di saat ini. Kalau jaman dahulu wanita umumnya nikah di usia muda, di bawah 20 tahun dan bahkan belum tahu harus berbuat “apa” di malam pertamanya karena memang lugu dan masih minim informasi, wanita jaman sekarang sudah umum menikah di usia matang, di atas 25 tahun, tapi sudah fasih dengan berbagai macam teknik yang akan dipraktekkan saat malam pertama dan malam-malam selanjutnya :-)

Jadi tidak ada salahnya jika kita sebagai orang tua sekarang ini sedikit negatif thinking terhadap anak gadis kita daripada nanti kebingungan tujuh keliling ketika akhirnya positif hamil. ^_^

*terinspirasi dari seseorang yang memberi kabar gembira strip merah 2 hari ini…Alhamdulillah :)

Salam Gowes,

It's All About Bicycle

Bersepeda Meningkatkan Gairah Seks Anda (?)

Saturday, May 12, 2012



Sebagai penikmat bersepeda, saya menikmati kegiatan bersepeda ini sebagai sarana silaturahmi sekaligus media mencari keringat dan tentunya jalan-jalan ke tempat-tempat yang tidak jarang bisa terjangkau dengan kendaraan bermotor, seperti gang sempit maupun jalanan antah berantah *:senyum.

Kenapa bisa jadi media untuk ajang silaturahmi? Yup..dalam aktivitas bersepeda kita bisa lakukan secara individu maupun berkelompok dengan sesama goweser. Nah, judul di atas ini seringkali menjadi topik hangat di komunitas penggila sepeda di lingkungan saya yang menyebut dirinya CBC. Yup..saya sebut penggila karena sudah melewati fase penikmat seperti saya *:senyum. Bersepeda berangkat habis subuh pulang selepas maghrib ke tempat antah berantah tanpa sinyal kehidupan dengan perut keroncongan yang terpaksa diganjal dengan dedaunan sepanjang jalan merupakan salah satu dari sekian banyak kisah perjalanannya. Atau gowes malam hari (NR) sampai jam 1 malam hanya sekedar menikmati nasi uduk semur jengkol yang fenomenal di salah satu sudut kampung bisa jadi agenda mendadak yang disambut antusiasmember-nya.
13368383121229592727
NR Pit Stop dulu, menikmati semur jengkol (Doc: HUM)
Salah satu yang menjadi jargon yang selalu digaungkan oleh team member di milist maupun group jejaring sosial adalah khasiat dari bersepeda tadi. Salah satu testimoni yang cukup meyakinkan (meski bisa jadi hoax:D) kerap kali dilontarkan bahwa semenjak senang bersepeda tambah disayang istrinya *:senyum, bahkan telah terjadi peningkatan performa di atas ranjang sebesar 700% (7 kali ngangkat ranjang kalee..*:nyengir). Nah, bicara mengenai hubungan bersepeda dengan gairah hubungan suami istri ini coba saya bahas dari dua pendekatan.

Kesehatan dan Kebugaran Tubuh
Dari sisi kesehatan, bersepeda merupakan salah satu olahraga yang membutuhkan energi yang cukup banyak untuk dikeluarkan. Kekuatan otot terutama kaki menjadi salah satu area yang teruji endurannce-nya ketika sedang bersepeda, selain juga diperlukan pengaturan napas biar tidak jadi Senin Kamis, kembang kempis kehabisan oksigen *:senyum. Dengan bersepeda yang teratur dan tidak berlebihan maka akan terjaga kebugaran tubuh kita dan tentunya stamina akan selalu prima.

Bagi saya yang masih belum bisa pindah kuadran berkecimpung dengan pekerjaan yang menanti ketika mentari mulai tersenyum malu keluar dari peraduannya sampai dengan bulan muncul  memperlihatkan pipinya yang merah merona, susah sekali untuk bisa meluangkan waktu berolahraga. Nah, untuk menjawab kebutuhan akan stamina yang prima meski diforsir dengan rutinitas pekerjaan, bersepeda merupakan salah satu pilihan yang cukup reasonable. Bersepeda setiap week end maupun bike to work (B2W) merupakan rutinitas yang fun dan mengasyikkan, sekaligus menjadi media mandi keringat untuk menjaga stamina dan meningkatkan performa di atas ranjang *:senyum.

Kalau dilihat dari kacamata ini, bersepeda maupun olahraga yang lain memang menjadi faktor yang mendukung peningkatan performa ranjang suami istri, tentunya dalam konteks yang tidak dilakukan secara berlebihan, hasil olahraga ini akan membuat tubuh segar dan tidak mudah loyo. Jadi kalau Anda ingin performa meningkat 700% dan bukan hoax, silahkan coba bersepeda atau olahraga yang lain untuk melatih fisik dan menjaga stamina tetap prima.

Faktor Psikologis
Sebagai penikmat bersepeda apalagi yang sudah masuk level penggila atau maniak, spirit bersepeda ini akan memberikan dampak positif terhadap apapun yang menjadi obsesinya. Dengan keyakinan penuh bahwa olahraga ini mampu meningkatkan performa 700% tadi, secara tidak langung akan memberikan sugesti ke alam bawah sadar kita, sehingga alam bawah perut akan sadar diri mengikuti keinginan si empunya*:nyengir.

Faktor psikologis ini merupakan salah satu penentu terhadap aktivitas fisik yang dikendalikan oleh otak kita. Dalam dunia medis kita mengenal adanya eksperimen yang melibatkan beberapa orang sebagai kelinci percobaan. Eksperimen dilakukan dengan memberikan kapsul obat kuat ke sebagian orang dan kapsul kosong (placebo) kepada sebagian yang lain tanpa mereka tahu isinya. Hasilnya ternyata pemakai placebotadi mengatakan mengalami peningkatan performa ranjangnya, padahal sebenarnya kapsul yang dia makan tidak mengandung obat kuat tadi. Jadi secara psikologis, mereka tersugesti merasa sudah dibekali "senjata ampuh" sehingga meningkatkan percaya dirinya.

Untuk urusan ranjang memang ada berbagai macam media yang sering kita dengar untuk meningkatkan performa dan tahan lama, mulai dari pengobatan tradisional seperti pijat urut Mak Erot yang sangat fenomenal sampai berbagai obat mulai dari pil biru sampai pil unyu-unyu *:nyengir. Ada seorang teman yang pernah coba konsumsi salah satu obat-obatan penambah stamina tadi. Efeknya memang luar biasa, sang tugu monas tetap tegak berdiri tidak menunduk sekalipun lewat atasan yang sangat dihormati*:senyum. Cuma ternyata ada efek lainnya adalah "kelamaan" sehingga jadi frustasi apalagi melihat pasangan sampai sudah tertidur pulas kecapekan *:nyengir.

Jadi sebenarnya, untuk Anda yang normal, dalam artian tidak menderita suatu penyakit yang berdampak pada penurunan fungsi seksual, cukup dengan berolahraga teratur akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas "olahraga malam" Anda dan salah satu bentuk olahraga yang menjadi pilihan saya adalah bersepeda...

So, gowes yukkk...dan rasakan manfaatnya. Tapi jangan lupa siap-siap beli earplug buat tetangga Anda, jangan sampai bunyi ranjang yang setara gempa 6.9 skala richter membuat orang sekampung terbangun*:nyengir lagi.

Salam Gowes,

It's All About Bicycle



 
Back to Top