Bicycle4you ~ It's All About Bicycle | Members area : Register | Sign in
Showing posts with label Reportase. Show all posts
Showing posts with label Reportase. Show all posts

Gowes for Charity

Sunday, May 19, 2013



Sabtu pagi yang cerah seiring sejuknya tetes embun di daun menyambut datangnya mentari, terlihat suasana ceria menghiasi sekelompok anak yang sedang berolahraga pagi di lapangan. Dengan pakaian yang tidak bisa dibilang seragam, anak-anak tetap ceria mengikuti gerakan seorang Ibu yang ada di barisan depan.

13688994361918790015
Pagi yang Cerah (Doc : CBC)


Ya..pagi itu sengaja kita gowes bareng team CBC (Cikarang Baru Cycling) yang biasanya dilakukan di Minggu pagi. Gowes Sabtu pagi ini memang kita rencanakan dalam rangka mengunjungi sebuah SD di seberang kolong tol Jakarta-Cikampek Km 40, di pinggiran sungai Cibeet, perbatasan Karawang - Bekasi. Gowes kali ini memang lanjutan dari aktivitas sebelumnya pada saat musim banjir melanda Jabodetabek (baca : Menyusuri Jejak Korban Banjir).

1368899638234808825
Kondisi Saat Banjir (Doc : CBC)


Daerah ini yang merupakan bantaran sungai dan secara posisi berada 6-5 meter di bawah jalan tol. Pada masa banjir melanda sebelumnya, wilayah ini terendam air dengan ketinggian di atas 2 meter. Selain rumah penduduk, SD dimana anak-anak ceria tadi merupakan salah satu korban dari bencana yang hampir menenggelamkan seluruh ruangan kelas. 

Pada aktivitas sebelumnya, team CBC terjun langsung ke lokasi banjir dan memberikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada para korban bencana. Lanjutan dari aktivitas tersebut, salah satu bentuk kepedulian kami adalah dengan menggalang bantuan baik dari dalam member maupun dari luar. Anggota CBC sebagian besar merupakan karyawan di berbagai perusahaan di kawasan industri sekitar Bekasi. Proposal pun kita buat dan kita bawa ke tempat kerja masing-masing dan Alhamdulillah membuahkan hasil. Team CSR dari sebuah perusahaan otomotif menyambut baik dan sudah terlaksana aktivitas perbaikan jembatan bambu yang sebelumnya sempat membuat desa terputus jalur tranpostasinya. Perbaikan dilakukan oleh warga secara gotong royong.

1368899762501547535
Bantuan CSR Jembatan Bambu (Doc : CBC)


Target selanjutnya kita arahkan ke sebuah sekolah dasar, SDN Pasirranji 03. Banjir yang melanda mengakibatkan kondisi yang cukup parah. Buku-buku pelajaran anak nyaris tidak ada yang terselamatkan. Lantai yang memang sebelumnya sudah bolong sana-sini bertambah hancur digerus derasnya air. Rencana untuk memberikan bantuan kepada SD ini memang menjadi prioritas ketiga, mengingat statusnya sebagai SD Negeri yang mestinya akan mendapatkan bantuan langsung dari dinas pendidikan. Tapi ternyata dari hasil obrolan dengan sang kepala sekolah, 3 bulan lebih bantuan belum ada juga. Sedikit putus asa terlihat dari sang kepala sekolah untuk berharap lebih dari dinas pendidikan yang mungkin melihat ada sekolah lain yang lebih membutuhkan atau ada lain hal...entahlah.

13688998571849526914
SDN Pasirranji 03 (Doc : CBC)


Akhirnya alternatif lain dari hasil diskusi kita coba dibahas. Pengajuan proposal bantuan ke beberapa instansi di luar pendidikan malah membuahkan hasil juga. Mengingat posisi geografis sekolah berada di pinggir jalan tol, Jasa Marga terketuk pintunya dengan memberikan bantuan berupa keramik lantai. Disusul oleh perusahaan penjuan BBM dari negara tetangga ikut memberikan bantuan keramik lantai juga. Aktivitas pemasangan dilakukan secara gotong royong dari warga selaku orang tua dari segelintir murid yang berharap sekolahnya menjadi tempat yang nyaman untuk mencerdaskan anak-anak mereka. Meski dengan warna keramik yang belang beraneka macam, lantai yang cukup mulus membuat wajah-wajah kecil lebih ceria mengikuti pelajaran bersama.

1368899917193853574
Sebagian Buku yang Selamat (Doc : CBC)


Dari hasil observasi team CBC, masih ada lagi yang perlu untuk dibenahi secara bertahap. Yang menjadi sasaran kita berikutnya adalah atap yang pada bocor dan plafon yang bolong sana-sini. Dinding yang sudah tidak berwarna, belang sana-sini juga menjadi target berikutnya. Pada saat menyambut UAN kemarin, pihak sekolah sudah mengalokasikan dana iuran guru untuk sedikit memoles dinding beberapa  ruang kelas, meski terlihat warna tidak rata dan semakin memudar tanda campuran air lebih banyak dan tidak bisa tertutup seluruhnya karena keterbatasan dana yang ada. "Minimal anak-anak lebih segar dan ceria menghadapi ujian", Pak Kepala Sekolah berkomentar sambil sedikit menghela napas menyaksikan anak didiknya yang harus tetap semangat dalam menuntut ilmu.

1368900013404113847
Plafon Jebol (Doc : CBC)


Akhirnya dari hasil diskusi cepat pagi itu, kita langsung susun strategi dan keputusan cepat. Uang kas sisa saweran buat kuliner setiap gowes mingguan kita liat lagi. Selanjutnya kita berpamitan dengan Pak Zarkasi selaku Kepala Sekolah dan langsung meluncur ke toko bangunan terdekat. Dengan gaya ahli bangunan rame-rame kita list kebutuhan untuk perbaikan dari hasil survey tadi. Bahan dan perlatan perbaikan plafon dan cat dinding akhirnya dipesan dan minta dikirim ke alamat sekolah. Semoga membawa berkah buat masa depan anak-anak cerdas penerus bangsa. 

1368900101100213622
Di Toko Bangunan (Doc : CBC)


Bantuan yang kami mungkin tidak seberapa dan masih banyak kurang sana sini. Jika ada yang tergerak untuk ikut berpartisipasi, silahkan hubungi kami. Lebih seru lagi kalau ikut gabung gowes bersama kami..gowes bareng bukan hanya buat diri kita, ternyata bisa memberi manfaat buat sesama.

Finally..gowes sabtu pagi jarak dekat yang cukup singkat ini seperti biasa kurang afdol tanpa wisata kuliner. Soto pasar modern KDM menjadi tujuan pit stop kami...dan saia dapat giliran mentraktir sosok-sosok kelaparan pagi itu...duhh... ^_^
1368900385982387621
Makan-makan...^_^ (Doc : CBC)

Salam Gowes,
It's All About Bicycle




Menyusuri Jejak Korban Banjir

Wednesday, January 23, 2013


Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pekan ini membuat lumpuh aktivitas warganya. Sedikit klise memang berbicara mengenai banjir yang melanda Ibu Kota ini yang berulang setiap tahun dan semakin parah pada siklus lima tahunannya. Saya tidak akan membahas masalah banjir dan solusinya karena memang sangat kompleks dan terus terang saya bukan ahli metadata urusan banjir ini :)
13587811971205689293
Gowes menyusuri jejak banjir (Doc : CBC)
Minggu pagi seperti biasa diisi dengan aktivitas bersepeda santai menghirup hawa segar menyusuri perkampungan yang mulai kurang bersahabat dengan udara bersih karena sudah terkepung banyak pabrik di sekelilingnya. Gowes minggu pagi kali ini sedikit lain dari biasanya. Bersama rekan-rekan yang tergabung dalam komunitas sepeda CBC (Cikarang Baru Cycling), agenda pagi kali ini mengambil rute menyusuri tempat korban bencana banjir. Dengan titik kumpul di pertigaan Movieland Cikarang Baru, start jam 6 pagi lebih kita mulai menyusuri rute ke arah saluran irigasi Kalimalang dan menyebrang ke kolong tol Jakarta-Cikampek menuju lokasi banjir di pinggir sungai Ci Beet. Ci Beet adalah anak sungai Ci Tarum yang menjadi batas alami antara Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Ci Beet merupakan salah satu sungai yang memasok air ke saluran irigasi Tarum Barat atau biasa disebut Kalimalang. Daerah yang terkena dampak meluapnya sungai Ci Beet ini hanya berjarak sekitar 15 km dari tempat tinggal kita dan rute “kolong tol” ini merupakan salah satu rute jarak dekat favorit goweser. Di kolong tol ini biasa dijadikan tempat istirahat sejenak sambil makan minum di warung-warung yang berada di situ. Tapi pada pagi ini tidak bisa kita jumpai lagi para penjual yang biasa mangkal di situ, hanya tersisa bekas-bekas warung mereka. Hempasan luapan banjir membuat semua hanya tinggal cerita.
13587817861197499799
Bekas batas ketinggian air (Doc : CBC)
Banjir yang melanda daerah ini pada hari Jum’at sebelumnya mencapai ketinggian  lebih dari 2 meter yang membuat warga harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Pilihan tempat pengungsian mereka adalah tepat di pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek Km 40. Tenda-tenda darurat didirikan warga dibantu aparat di rerumputan sepanjang jalan tol. Kami menyusuri jalanan yang penuh lumpur sisa banjir untuk mencapai lokasi posko pengungsian. Air yang sudah surut membuat warga sudah bisa mulai membersihkan rumah dan perabotan dari sisa-sisa banjir. Kalau biasanya teman-teman CBC sengaja cari jalan off road yang sedikit menantang dari yang masih gowesable sampai dengan yang bikin gowes sebel :D, kali ini tidak perlu nyari rute off road karena di sepanjang jalan di tengah perkampungan penuh dengan lumpur sisa banjir. Agenda ‘blusukan’ ini sudah kita lakukan jauh hari sebelum JokoWi ‘blusukan’ di pelosok ibu kota :)
13587841721818060712
Puing-puing reruntuhan tersapu banjir (Doc : CBC)
Sempat ngobrol dengan beberapa warga yang tengah bersih-bersih rumah tentang kondisi terakhir di pengungsian dan kebutuhan bahan bantuan. Kondisinya memang cukup memprihatinkan. Meski terlihat sembako dan bahan makanan lain di tenda pengungsian, tapi mereka lebih membutuhkan makanan siap saji karena cukup kesulitan untuk tempat masak dan mempersiapkan makanan. Belum lagi kondisi pakaian yang basah dan kotor, hujan yang melanda sepanjang hari membuat persediaan pakaian bersih semakin dibutuhkan. Kondisi cuaca yang dingin juga stamina yang terkuras membuat rentan terhadap sakit, terutama balita dan orang lanjut usia.
Di posko pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek Km 40 ini ada sekitar 85 kepala keluarga atau sekitar 250 orang yang membutuhkan bantuan. Bantuan tenda dari aparat kepolisian dan air bersih dari PDAM cukup membantu aktivitas para pengungsi ini. Kita sempat ngobrol dengan pak Daman, ketua RT yang sekaligus koordinator di pengungsian tersebut. Dengan berbekal informasi dari pak RT dan melihat langsung kondisi di lokasi, sekitar jam 9 pagi kita kemudian memutuskan untuk balik ke base camp sambil koordinasi dengan rekan-rekan yang tidak ikut gowes pagi itu untuk penggalangan dana dan bantuan bagi korban banjir tadi. Kontak via telepon dan group di jejaring sosial mempercepat koordinasi.
13587844571891294975
Tenda pengungsi
Sekitar 250 nasi bungkus, minuman, obat-obatan dan pakaian pantas pakai sudah siap sekitar jam 11 siang, koordinasi yang cepat dan sigap dari teman-teman CBC. Melihat kondisi lapangan kita rencanakan mengirimkan bantuan dengan mobil via jalan tol. Sengaja duo krucil saya ajak serta bareng mamanya untuk ikutan bareng teman-teman CBC menuju lokasi posko banjir. Ikut bersimpati dan berempati terhadap orang yang sedang mengalami kesusahan bisa mulai kita sampaikan sejak dini pada anak-anak. Sepanjang jalan si Kakak serius mendengarkan cerita saya tentang lokasi pengungsian, bagaimana kondisi anak-anak seusianya yang tetap ceria bermain meski sedang dalam kondis yang kurang bagus. Si Adik yang belum mau sekolah cuma ikut manggut-manggut melihat ekspresi serius si Kakak.
13587837041315145607
Supply bantuan (Doc : CBC)
Jam 12 siang lewat dua mobil yang membawa bantuan tiba di lokasi disambut oleh pak Daman dan warga yang segera ikut membongkar bahan bantuan. Gowes kali ini meski harus balik kucing (rute pulang = berangkat) cukup membawa kesan dan bermakna bagi saya. Bantuan kecil yang kita lakukan hari ini ternyata sangat membantu para pengungsi korban banjir. Semoga semua bisa segera pulih normal seperti sedia kala dan warga bisa kembali beraktivitas lagi. Tidak usah menunggu pemerintah untuk mengatasi bencana ini, cukup dimulai dari masing-masing kita untuk lebih peduli dengan sesama dan lingkungan. Bumi dan lingkungan ini adalah anugrah dari sang Maha Kuasa untuk kita dan anak cucu kita. Tidak perlu menghemat atau membatasi diri untuk memanfaatkan energi yang ada di dalamnya, tapi saatnya kita untuk berpikir mengubah menjadi energi yang terbarukan. Ingat..energi tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan, energi hanya bisa dirubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Tidak perlu membakar bensin untuk bepergian dengan kendaraan bermotor, cukup bakar lemak dengan gowes bersama kita dan membantu sesama…setuju..?! :)

Salam Gowes,

It's All About Bicycle

Jalanku Bukan Untukmu, Berbagi Bukan Saling Serobot

Sunday, May 13, 2012




13369133981161377131
Pedagang kaki lima di jalur sepeda (Doc: HUM)

Gowes minggu ini "terpaksa" diwarnai dengan aksi "pembubaran" pedagang kaki lima di pinggir jalan. Setelah blusukan masuk perkampungan sekitar, rute pendek kali ini dilanjutkan menyusuri bike road di kompleks perumahan menuju pulang kembali ke titik nol. Seperti terlihat di atas, gambar diambil pada rute bike zonedi area depan sebuah kampus di titik 2 km sebelum masuk rumah. Sempat ambil gambar kemudian berhenti sejenak ngobrol melakukan mediasi dengan para pedagang dengan hasil  mereka bergeser posisi sekian derajat dari titik awal tidak mengambil jalur sepeda.

Di perumahan tempat kami tinggal memang sudah disediakan jalur khusus untuk goweser di pinggir jalan utama. Hal ini tentunya merupakan bentuk apresiasi pengembang terhadap para goweser yang mulai cukup banyak terlihat eksistensinya. Mulai dari sekedar olahraga bareng keluarga maupun aktivitas bike to work di pagi maupun petang ketika pulang kerja. Pembuatan jalur khusus sepeda ini sangat bermanfaat tentunya bagi para pengguna kereta angin tersebut. Tapi yang sedikit disayangkan adalah di beberapa titik, hak pengguna sepeda telah "diserobot" dengan aktivitas yang lain, salah satunya seperti gambar di atas. 

Satu titik lain tepatnya di depan sebuah supermarket "raksasa", goweser juga harus menjumpai bike roadyang diambil sebagai tempat mangkal ojeg menanti penumpang sehabis belanja. Yang sering dijumpai juga adalah pengguna kendaraan bermotor yang "mengambil hak" goweser dengan melewati jalur sepeda tersebut, bahkan seringkali yang terjadi adalah dengan melawan arus. Beberapa kali sengaja saya adu banteng tunggangan dengan biker yang melawan arus dan meyerobot jalur sepeda. Sengaja pitstop dengan posisi melintang dan mengingatkan pengguna kendaraan bermotor tadi untuk menggunakan jalur yang semestinya. Hasilnya adalah senyum kecut dari bikers yang saya "hadang" tadi. Jadi sebenarnya mereka sadar bahwa tindakan yang dilakukan tadi tidak benar. 
13369134892079284904
Pangkalan ojeg di jalur sepeda (Doc: HUM)

Budaya saling serobot ini sudah biasa dan jamak di negeri ini. Mungkin budaya kekeluargaan dan saling berbagi di negeri yang terkenal ramah tamah penduduknya ini sedikit terpeleset disalahartikan menjadi saling mengambil hak orang lain. Lihat saja banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang trotoar yang sebenarnya merupakan hak bagi para pejalan kaki. Parkir liar dengan mengambil sebagian badan jalan juga dengan mudah bisa kita temui di jalanan ibukota. Peran pemerintah dengan regulasi dalam berlalu lintas memang menjadi salah satu kunci untuk pengaturan pembagian "hak" ini. Di sisi lain, tugas kita sebagai warga negara yang mempunyai hak terhadap penggunaan jalan-jalan tadi sesuai fungsinya juga mempunyai peranan untuk pelaksanaan regulasi tadi. Dengan menggunakan jalur jalan sebagaimana fungsinya dan juga saling mengingatkan sesama pengguna yang lain untuk menghormati hak pengguna yang semestinya.

Kesadaran akan hak orang lain kadang sedikit terlupakan dengan dalih "sudah biasa" atau "terpaksa" dan kadang kala kita harus siap untuk memberikan theraphy dalam rangka menyadarkan orang lain. Aksi lawan arus atau menyerobot jalur sepeda tadi kebanyakan dilakukan oleh tukang ojeg, yang boleh dibilang mungkin lebih susah untuk disadarkan dibanding pengguna yang punya tingkat intelektual di atas mereka. Beberapa tukang ojeg yang pernah saya "hadang" tetap melanjutkan kendaraannya melawan arah meski senyum kecut dan tidak jarang malah mengumpat kesal. Sedikit lain dengan pengguna non ojeg yang tersenyum kecut dan "terpaksa" balik arah sesuai anjuran goweser yang menghadangnya *:senyum.

Memang dibutuhkan pendekatan yang berbeda untuk beragam tipikal pengguna jalan dan tingkat pemahaman serta kesadarannya. Kadang ironis juga ketika mendengar atau membaca berita pejabat dengan mobil dinasnya menyebot ke jalur busway. Semestinya dengan tingkat intelektualitas mereka, kesadaran akan hak pemakai jalan yang sebenarnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Artinya memang beliau dengan sadar dan sengaja melakukannya, entah dengan pertimbangan apa.

Jika setiap pengguna jalan sadar akan haknya dan hak orang lain, tentunya akan tercipta sebuah budaya yang tertib dan teratur di negeri ini. Fungsi  kontrol dengan punishment yang dilakukan aparat kepolisian lalu lintas mejadi faktor yang penting untuk membangun budaya ini. Kita sebagai salah satu pengguna jalan juga memegang peran yang tidak kalah pentingnya. Taat terhadap aturan yang diberlakukan dan saling mengingatkan merupakan kunci terciptanya iklim saling menghormati hak pengguna yang lain. Saya melakukan hal kecil dengan cara seperti di atas, bagaimana dengan Anda?

Salam Gowes,
It's All About Bicycle




May Day: Jalanan Lancar Jaya Bebas Macet

Tuesday, May 1, 2012


Pagi hari ini suasana begitu cerahnya. Rutinitas pagi seperti biasa berangkat kerja menyusuri jalanan menuju tempat mencari beberapa lembar dan receh untuk bisa makan iwak peyek sego jagung, sisanya buat beli Nissan Juke *:amin
1335848523313674102
Pagi yang cerah (Doc: FA)
Pagi ini merupakan peringatan hari buruh sedunia yang disebut orang dengan istilah May Day. Cikarang sebagai kota industri dengan ribuan buruh yang menggantungkan periuk nasinya di pabrik seputaran kawasan industri tentunya ikut menggeliat untuk seremonial ini. Berbagai persiapan dari para buruh dan aparat sudah terlihat sejak H-1 dan pagi hari tadi.

Suasana hari kerja pagi ini lain dari biasanya. Biasanya pagi hari berangkat kerja selalu diwarnai kemacetan panjang yang membuat orang-orang yang berangkat kerja sedikit frustasi. “Pamer paha” yang membuat orang jadi “pamer penis” menjadi sarapan sehari-hari. Uppsss…jangan ngeres dulu yah..”pamer paha”…padat merayap tanpa harapan yang bikin orang “pamer penis”…padat merayap jadi pengen nangis *:nyengir

Yup…suasana tadi tidak saya jumpai pagi ini. Perjalanan yang biasa ditempuh 45 menit sampai 1 jam, pagi ini bisa ditempuh hanya dengan 10 menit. Mengutip celoteh seorang warga yang begitu bahagianya dengan suasana pagi yang cerah dengan senyum merekah di bibir merah berikut,

” Pagi ini dari Cikbar ke tol cuma sktr 10 menit.. Endah beneerrr…” - bunga sepasang

Wuiihh…sebuah ekspresi curahan hati yang selama ini terbelenggu, begitu puasnya menikmati kebahagiaan suasana peruh bunga pagi ini *:senyum

Mungkin kontras sekali dengan kondisi di ibukota sana yang diwarnai oleh berbagai berita tentang kemacetan yang lebih parah dari biasanya yang sudah parah *waduh…parah dobel… bisa sekarat donk :nyengir.  Jadi titik point kemacetan sebenarnya bersumber dari kawasan industri di sekitaran Jakarta, yang biasa saya bilang daerah Jakarta corek *:senyum.

Kalau melihat fakta ini, kita sebenarnya bisa analogikan hal yang sama untuk masalah-masalah yang terjadi di ibukota. Kemacetan di ibukota sebenarnya berasal dari orang-orang yang berbondong-bondong datang ke ibukota saat pagi mentari mulai tersenyum dan sore hari saat rembulan mengintip dari balik peraduannya. Kalau melihat lebih luas lagi, kita bisa bilang bahwa konsentrasi penduduk di wilayah tanah air yang tidak merata merupakan pemicu masalah ini. Lebih jauh lagi kita bisa artikan tidak meratanya pengembangan pembangunan wilayah di tanah air kita. Mestinya para orang pinter di negeri ini bisa melihat hal ini dan merumuskan sebuah solusi yang tepat bagi negeri ini.

Analogi lain untuk masalah banjir Jakarta. Dari analogi itu bisa kita lihat bahwa point of problem terjadi di Jakarta, sedangkan point of cause kira-kira sumbernya dari mana? Bogor kota hujan? :D. Analogi ini memang tidak serta merta kita bisa cocokkan secara harfiah seperti analogi di atas. Konsentrasi pemerataan pembangunan itu merupakan campur tangan manusia yang menentukan setting-nya. Sedangkan curah hujan itu merupakan kuasa alam dan hak prerogatif dari Tuhan. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi potensi tadi dengan melihat dimana sumber point of cause kemudian membuat aktivitas antisipatif pada area point of problem. Jadi untuk urusan banjir, kuncinya ada di ibukota sendiri termasuk orang-orang di dalamnya.

So..nyok kite bareng-bareng benahin ibukote kite ni…mau orang betawi asli atau pendatang, punya andil yang same untuk bisa benahin ibukote kite yee…


*hhmm…endahnya hari ini…nikmatnya menghirup udara pagi ini, meski dipenuhi sisa-sisa polusi dari industri dan politisi…*:nyengir

Salam  Gowes,

It's All About Bicycle

Gowes May Day : Antara PHK dan Jembatan Putus

Monday, April 30, 2012


13357999672089333554
Orasi Serikat Pekerja di Base Camp
Terompet siap ditiup dan genderang siap ditabuh, barisan buruh siap beraksi. Tanggal 1 May yang ditetapkan sebagai hari buruh internasional tinggal menghitung menit lagi. Berbagai persiapan sudah dilakukan untuk menyambut seremonial ini. Di Cikarang yang merupakan daerah industri, seremonial ini telah dipersiapkan dan diantisipasi efeknya sebelum hari H. Pertanyaannya, kok disiapkan? Ya..tentu saja teman-teman buruh dan serikat pekerja sudah mempersiapkan rencana aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Pertanyaan berikutnya, kok perlu diantisipasi?

Tentunya masih ingat dengan aksi gabungan serikat pekerja beberapa waktu lalu berkaitan dengan issue perseteruan dengan Apindo mengenai penetapan UMK Bekasi. Aksi turun ke jalan dengan melakukan sweeping terhadap pabrik-pabrik di kawasan industri seputar Bekasi dilakukan untuk menggalang massa dengan jumlah yang banyak. Salah satu aksinya adalah dengan melakukan penutupan akses tol sehingga menyebabkan lumpuhnya jalur Jakarta - Cikampek selama beberapa jam. Aksi tersebut akhirnya menjadi issue nasional yang membuat SBY memerintahkan menterinya untuk turun tangan menyelesaikan kasus ini. Kesepakatan berikutnya menghasilkan putusan yang meluluskan permintaan para buruh dan mencatatkan buruh di Kabupaten Bekasi sebagai penerima UMK tertinggi di Indonesia.

Aksi sweeping ke dalam pabrik di kawasan industri dan pemblokiran akses tol ini yang akan diantisipasi oleh para pengusaha dan aparat terkait. Pihak manajemen pengelola kawasan industri sudah mengeluarkan surat edaran untuk menghimbau kepada perusahaan-perusahaan di dalam kawasan industri yang dikelolanya untuk mengadakan perundingan dengan serikat pekerja masing-masing untuk kelancaran seremonial May Day ini. Beberpa perusahaan memutuskan meliburkan karyawannya, meskipun banyak juga yang tetap beroperasi. Aparat keamanan juga telah mempersiapkan diri untuk melakukan pengamanan demi kelancaran jalannya aksi damai para buruh ini.

Berkaitan dengan mendekatinya seremonial May day ini, gowes Sabtu Minggu yang lalu sengaja mengambil rute muter seputar kawasan industri. Di Cikarang terdapat beberapa kawasan industri yang tersebar di beberapa lokasi. Rute kali ini mengambil jalur masuk kawasan industri EJIP dan Delta Silicon. Suasana Sabtu pagi di wilayah Cikarang beda sekali dengan hari-hari kerja yang diwarnai kemacetan panjang di akses keluar masuk pintu tol. Sabtu Minggu merupakan hari yang lumayan nyaman dinikmati untuk sekdar jalan-jalan mengisi liburan weekend dengan lalu lintas yang relatif lancar.

Perjalanan keluar dari perumahan dilanjutkan dengan menyebrangi Kali Malang dan menembus perkampungan menuju kawasan Lippo. Roda sepeda berputar perlahan ketika dari kejauhan terlihat keramaian sekelompok massa di sisi jembatan putus. Yup.. di ujung kawasan industri di Lippo ini membentang sebuah jembatan yang direncanakan menghubungkan kawasan industri ini dengan kawasan industri MM2100 di Cibitung. Kenapa disebut jembatan putus? ya..karena memang jembatan ini baru terbentang setengah badan. Ujung ke arah kawasan industri MM2100 belum dilanjutkan pengerjaannya, issue yang beredar sepertinya belum ada kesepakatan antara kedua pengembang kawasan industri ini sehingga jembatan penghubung ini terbengkalai sekian tahun dalam kondisi setengah jadi, sungguh amat disayangkan, mestinya dengan jembatan ini akses kedua kawasan industri akan semakin lancar dan tentunya mengurangi kemacetan yang menjadi makanan sehari-hari.
13358001061455145918
Jembatan Putus (Doc: HUM)
Lha, terus apa hubungannya jembatan putus ini dengan aksi buruh?
Beberapa waktu yang lalu di kawasan industri ini ada sebuah perusahaan otomotif perakitan motor asal negeri ginseng yang mengalami masalah dan memutuskan menutup operasinya. Imbasnya adalah ada sekian banyak karyawan yang terkena dampak penutupan operasi perusahaan ini. Bahkan issuenya para karyawan diputus sepihak tanpa medapatkan hak mereka. Hal ini memicu demo lokal karyawan perusahaan tersebut yang berlangsung cukup lama, bahkan kemudian para buruh mendirikan kemah darurat di depan bekas pabrik mereka yang sudah ditinggalkan investornya.

Seiring berjalannya waktu, aksi pendudukan pabrik tersebut belum juga membuahkan hasil. Para pekerja kemudian berinisiatif untuk mendirikan camp di ujung jembatan putus tadi, mengingat pendirian camp di depan bekas pabrik mereka yang berada di jalan utama kawasan industri sehingga sedikit mengganggu kelancaran lalu lintas. Tenda yang didirikan di ujung jembatan putus ini menjadi posko solidaritas antar buruh dan serikat pekerja. Pada waktu-waktu tertentu diadakan agenda untuk berkumpul para buruh dan serikat pekerja diisi dengan orasi untuk menyuarakan aspirasi mereka, seperti yang dilakukan pagi itu.

Perlahan pedal saya kayuh dan roda sepeda berputar menyusuri sekian banyak mobil dan motor yang diparkir sepanjang jalan menjuju mulut jembatan. Berhenti sejenak melepas lelah sambil meneguk minuman untuk melepaskan dahaga. Terdengar orasi yang berapi-api dengan sura lantang mengobarkan semangat solidaritas dari para buruh yang berkumpul.  Solidaritas antar pekerja ini memang merupakan salah satu kekuatan yang menyatukan mereka. Terlihat cukup banyak pekerja yang berada di ujung jembatan itu dengan antusiasme mereka mendengarkan orasi tersebut. Entah sampai kapan jembatan putus ini akan dijadikan base camp para pekerja korban PHK tadi.
1335802586932552024
Selamat Hari Buruh (Doc: AP)
Pedal dikayuh kembali untuk berputar menuruni lereng jembatan dan meyebrang dari sisi bawah jembatan menuju kawasan MM2100. Dalam hati sempat bergumam, semoga aspirasi mereka mendapatkan respon positif dari para pengusaha dan pemerintah, sehingga para pekerja benar-benar bisa menjadi mitra bagi para pengusaha, mewujudkan sebuah sinergi positif untuk mengembangkan karya dan usaha membangun negeri ini. Dan semoga juga, penyambutan seremonial May Day besok akan berlangsung tertib, aman, dan damai sentosa. Amin..

Salam Gowes,


It's All About Bicycle

Rejeki Sudah Ada Yang Ngatur, Salah Satunya Bapak

Thursday, April 26, 2012


Mengisi rutinitas dan untuk menjaga kebugaran tubuh *sok lebay, seperti agenda biasanya weekend diisi dengan gowes. Perjalanan kali ini sebenarnya cerita gowes dua minggu yang lalu, mudah-mudahan belum basi untuk dirangkai menjadi sebuah cerita dengan benang merah yang sudah dipersiapkan :)

Perjalanan kali ini mengambil rute seputar kampung dekat rumah sampai ke kawasan industri. Berhubung siang sudah menjelang, acara muter-muter tidak bertahan lama, keburu basah semua seluruh badan kepanasan terik mentari sampai harus peras keringat, untung tidak jadi banting tulang *: senyum. Perjalanan akhirnya pitstop sejenak ketika melewati tempat kerja. Sekedar meneguk sebotol minuman, menyempatkan diri mampir nongkrong sejenak di luar gerbang. Sengaja juga mampir untuk check pengerjaan otomatisasi pintu gerbang. Yup…mulai minggu lalu terjadi sedikit perubahan yang dilakukan untuk karyawan yang bertujuan untuk menggalakkan disiplin di tempat kerja. Salah satu aktivitas fisik yang dilakukan adalah dengan pembuatan gerbang otomatis yang dikendalikan dari pos security, jadi setiap karyawan yang keluar masuk harus menggunakan kartu pas dengan persetujuan atasan dan lapor ke security. Imbas dari penerapan aturan ini, semakin sedikit karyawan yang makan di luar.

Nah, sebelum aturan itu mulai diberlakukan, sengaja saya mengawali investigasi imbas dari penerapan aturan baru ini dengan nongkrong di luar gerbang tempat para penjual berdagang. Memang di depan tempat kerja mangkal beberapa pedagang dengan berbagai menu khas mereka. Dan yang menjadi nasabah utama tentu saja karyawan di tempat kerja saya. Sebenarnya perusahaan sudah menyedakan menu untuk makan para karyawan, tapi dengan berbagai pertimbangan tetap saja banyak karyawan yang keluar makan siang di penjual depan, termasuk saya tentunya *:senyum meski cuman sesekali. Satu-satunya alasan saya untuk menikmati makanan di luar tersebut adalah menu yang variasi dan suasana yang lain. Kita bisa memilih menu mulai somay, nasi goreng, ketoprak, tongseng, ayam goreng sampai bebek goreng. Yang selalu saya tekankan sama penjual bebek goreng adalah jangan lupa pakai “B” ya..coba bayangin kalo’ “B”-nya ilang…wuiihh…:D Selain itu suasana akrab dengan obrolan santai dengan teman dan para pedagang serta tukang ojeg yang mangkal di situ di bawah rindangnya pohon disertai semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi merupakan salah satu daya tarik yang tidak didapatkan ketika makan siang di kantin perusahaan.

Dengan sebotol minuman di tangan, saya membuka obrolan dengan pedagang yang mangkal di depan gerbang. Topik langsung mengarah pada imbas bagi mereka terhadap kebijakan baru yang issue-nya memang sudah sampai ke telinga para pedagang, diperkuat dengan aktivitas fisik yang mereka lihat terhadap pintu gerbang. Mereka bercerita bahwa pasrah dengan segala kebijakan yang akan diterapkan, meskipun memang pasti akan berimbas terhadap menurunnya omset jualan mereka. Sedikit masuk lebih dalam mengorek informasi dari salah seorang pedagang nasi goreng yang tiada duanya mantab rasanya *soalnya nggak ada penjual nasi goreng lain di situ..:D, dia bercerita bahwa untuk bisa dapat kavling berjualan di depan gerbang ini tidaklah mudah, penuh persaingan dengan pedagang yang sudah buka lapak duluan, belum lagi harus setor upeti pada “petugas”. Ya..mereka ini sebenarnya pedagang ilegal, meski sudah bayar iuran tetap pada “petugas” tapi tetap saja harus pontang panting menyelamatkan dagangan ketika ada razia ketertiban. Memang kadang ironis melihat perjuangan hidup mereka tapi cukup salut dengan kegigihan para pedagang tersebut, mengumpulkan setiap lembar dan receh untuk menghidupi keluarga.
1335454838673627820
Rejeki sudah ada yang ngatur…(Doc: HUM)
Penjual nasi goreng ini berjualan untuk menghidupi dua orang anaknya, yang besar sudah sekolah, sedangkan yang kecil ikut bapak ibuya berjualan. Keinginan mereka cukup sederhana, mendapatkan hasil dari jualan cukup untuk makan dan sekolah anak-anaknya, berharap anak mereka bisa sukses tanpa harus mengikuti jejak mereka. Sedikit merenung ketika mereka mengungkapkan kegalauannya dengan issue kebijakan yang akan diterapkan di perusahaan tempat mereka mangkal. Satu pernyataan yang membuat saya kembali merenung, “Rejeki sudah ada yang ngatur Pak…salah satunya Bapak..”. Satu ungkapan klise yang ditambahi dengan pernyataan yang cukup realistis menyikapi kondisi yang bakal mereka hadapi.

Ya..kadang kita dihadapkan pada sebuah pengambilan keputusan yang berimbas terhadap orang lain di sekitar kita. Tentunya butuh pertimbangan yang matang ketika mengambil keputusan tersebut. Setiap kebijakan yang diambil pasti memberikan dampak terhadap objek di sekitarnya dengan berbagai macam plus minusnya. Adaptasi terhadap perubahan tentunya diperlukan untuk mencapai titik nyaman berikutnya. Dan saya yakin jika sebuah kebijakan diterapkan dengan tujuan positif, tentunya akan memberikan dampak yang positif jika kita menyikapinya juga dengan positif.

Sebelum menginjakkan kaki di pedal untuk kembali ke titik nol, tidak lupa saya titipkan pesan sama tukang nasi goreng, “Rejeki sudah ada yang ngatur, salah satunya Bapak sendiri…terus berusaha dan tawakal, wujudkan impian anak-anak”.
Memang rejeki tidak pernah salah alamat, jadi kalau Anda merasa sudah peras keringat banting tulang kerja keras 24 jam tapi kok rejeki masih seret…artinya Anda perlu lapor RT/RW setempat..*:nyengir


It's All About Bicycle

Lagi…Pejabat Ngamuk.. Bongkar Lapak PKL

Saturday, March 24, 2012


Long week end kali ini tentu saja tidak boleh disia-siakan dengan berdiam diri di rumah sahaja. Pagi-pagi siap dengan kostum ala atlet sepeda mau ikutan tour de Langkawi..hehhe.. Gowes kali ini dengan target muter seputaran lingkungan sahaja. Maklum hari Jum’at, tidak boleh keasyikan trus lupa deh jalan pulang..hihi…

Mentari perlahan mulai muncul malu-malu dengan semburat merah merona pipinya..bak seorang perawan malu-malu ketauan bangun kesiangan..(jauh amat yak..hihihi..). Perlahan meyusuri jalanan yang setiap harinya selalu ramai dengan kemacetan. Orang-orang yang sibuk berangkat kerja melewati jalan yang sama dengan kanan kiri dipadati pedagang kaki lima (PKL) yang menyita hampir separo badan jalan. Sampai sekarang sebenernya masih kepikiran..kenapa sih disebut pedagang kaki lima ya..?? Di lihat tampak depan, tampak samping maupun belakang..mana ya kakinya..?? heran deh..:D


Gowes meyusuri PKL (Doc : CBC)
 
Tapi pagi ini suasana sedikit berbeda, kemacetan yang biasanya sudah jadi langganan setia..bahkan boleh ngutang dulu bayar besok..(loh..kok jadi ngmongin warteg sih…hihhi..), maksudnya pagi ini jalanan relatif sepi..lancar jaya. Lho..kenapa ya.?? Ooo..iya ya.. (dg gaya si TemonJ) kan hari ini libur..pantesan ndak macet..hehe..


Ketika sedang asyik muter pedal dengan gaya bak nyiur di pantai yang tertiup angin sepoi-sepoi..(sepeda santai apa lemes blm sarapan ya..? J ), tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara sirine yang meraung-raung. Sedikit kaget akhirnya pitstop, nengok ke belakang apa gerangan suara tadi ya..? terlihat di belakang sebuah mobil besar mirip Hummer dengan roda besar, sekilas bahkan mirip dengan dandanan panser.
Tidak lama kemudian terdengar suara dari mobil tersebut melalui pengeras suara.
“Sodara-sodara sekalian..Bapak Ibu pedagang yang berjualan di kanan kiri jalan ini.. dimohon untuk segera membereskan dagangannya. Cara berjualan Bapak Ibu sekalian ini illegal..mengganggu kepentingan pemakai jalan. Peringatan ini kita lakukan dengan perhitungan mundur satu menit dari sekarang…segera laksanakan…60..59..58…”

Sedikit shock mendengar suara lengkingan pengeras suara dari mobil tadi. Awalnya para pedagang cuma saling berpandangan, kasak kusuk antar mereka. Tapi..begitu hitungan mundur terus terdengar dan perlahan-lahan truk raksasa bak panser tadi bergerak ke depan, mulai riuh rendah para pedagang sibuk membereskan barang dagangannya.
“..10..9..8…..….5…4...”
Terdengar suara hitung mundur hampir habis. Masih dalam posisi diam di tempat, masih blank pikiran menyaksikan kejadian yang begitu cepat. Hitungan mundur sudah habis di angka 1. Perlahan tapi pasti truk raksasa bergerak maju. Orang-orang mulai berteriak-teriak saling sibuk berlarian. Lapak pertama di ujung semakin dekat dengan roda besar truk raksasa. Tanpa ragu-ragu..roda besarnya langsung menghaajar…menggilas..membuat porak poranda lapak para pedagang tersebut. Orang-orang makin panic dan tambah berteriak-teriak mengingatkan pedagang yang ada di sisi ujung jalan. Barang-barang yang tidak sempat dibereskan para pedagang..habis porak poranda tanpa terselamatkan. Suasana benar-benar chaos saat itu. Dalam sekejap…luluh lantak semua lapak non permanen para PKL yang berjualan di sepanjang jalan tersebut. Sungguh cepat semua terjadi, bahkan tidak sempat terabadikan oleh kamera saking shock-nya dengan kejadian tersebut.

Setelah puas membuat porak poranda sepanjang jalan, truk raksasa tadi berhenti di ujung jalan. Orang-orang pada berlarian dengan sedikit beringas, tidak terima denga tindakan trsebut. Wah..wah..nekat bener itu orang ya..?? kalo’ dilihat itu bukan dari aparat kepolisian atau minimal Satpol PP yang biasa menertibkan para PKL. Dengan sedikit tegang dan rasa ingin tahu yang besar…dan dengan sedikit mengabaikan keselamatan karena kondisi kian memanas, sepeda dipacu mendekati truk raksasa itu.

Perlahan pintu truk terbuka..dan turun lah seorang Bapak dan Ibu dari atas dengan sedikit kesulitan karena roda yang besar dengan diameter lebih tinggi dari orang dewasa. Massa yang terlihat beringas merangsek ke depan, apalagi melihat kedua orang tersebut sama sekali tanpa pengawalan aparat. Terlihat kedua orang tersebut tenang..tidak panic sama sekali. Tangan kanan sang Bapak menyerahkan microphone buat Ibu di sampingnya dan terdengar suara dari megaphone yang di pegang si Bapak.
“Sodara-sodaraku sekalian..harap tenang..dan dengarkan. Kami adalah pemimpin baru kalian yang telah kalian pilih dan percaya untuk memimpin daerah ini. Dan inilah aksi nyata pertama kami untuk mewujudkan janji-janji kami saat masa kampanye dulu”
Bagaikan terhipnotis, orang-orang seketika terdiam. Dan mulai terdengar kasak kusuk beberapa orang dari belakang.
“Iya..benar..itu adalah si Eneng dan wakilnya..kepala daerah terpilih pemilukada kemarin..”
Wah..wah…semakin bingung ni melihat kejadian aneh ini…tindakan ekstrim kedua orang pejabat ini mengingatkan pada kasus mengamuknya Pak Dahlan Iskan.

Tidak berapa lama kemudian, si Bapak naik lagi ke dalam truk dan keluar dengan membawa sebuah tas. Di buka tas tersebut dan dia keluarkan beberapa berkas. Ibu-ibu yang tadi disebut sebagai Eneng kemudian bersuara lagi.
“Teman-temanku pedagang sekalian, perintah untuk mengosongkan lapak-lapak Bapak Ibu sebenarnya sudah dikeluarkan beberapa waktu yang lalu, dan kami telah mendata semua pedagang yang berjualan di sepanjang jalan ini. Tapi sampai detik ini, peringatan tersebut tidak Bapak Ibu indahkan, sehingga dengan terpaksa kami berdua turun tangan untuk membereskan ini.”
Para pedagang tampak mulai riuh rendah saling berkomentar. Ada yang membenarkan adanya surat peringatan terssebut..ada juga yang berteriak tidak terima dengan perlakuan kedua pemimpin daerah tersebut. Si Eneng kemudian melanjutkan bicaranya dengan lebih lantang.
“Relokasi baru yang legal dan layak buat Bapak Ibu sudah disiapkan. Silahkan berbaris teratur untuk verivikasi data. Semua kerugian yang timbul akibat kejadian ini akan kami ganti 100%.”
Masih terbengong-bengong di atas sadel sepeda menyaksikan kejadian ini. Dengan berbaris teratur para pedagang bergantian untuk di data dan mendapat kompensasi ganti rugi yang telah dalam tas yang dibawa si Bapak tadi.


@@@@@@@@


“Mas…mau tambah bubur ayamnya..??” tiba-tiba ada suara yang mengagetkan saia yang terbuai dalam lamunan sambil megang mangkok yang sudah ludes…hehehe…

Tetttt…totttt…..yak..cerita di atas hanyalah fiktif belaka..hasil melamun (jorok) menikmati semangkok bubur ayam di pinggir jalan…hihihiihi…Kembali ke dunia nyata…para pedagang masih asyik dengan dagangannya melayani para pembeli. Balik lagi jadi ingat dua tokoh yang sedang dibicarakan di media belakangan ini, yaitu sosok Dahlan Iskan da Joko Wi. Pak Dahlan Iskan yang mengamuk di jalan tol dan mendapatkan berbagai respon dari berbagai kalangan membahas sepak terjangnya tersebut. Di sisi lain ada Joko Wi yang disebut-sebut berhasil merelokasi para PKL dengan sukarela setelah melalui 57 kali mediasi.



Pak DI ngamuk di tol  (pic: Google)
Bisa dilihat crita si Eneng di atas sedikit ekstrim menggabungkan action yang dilakukan oleh kedua pejabat  kita tersebut. Memang kalo’ dilihat dari sudut pandang positif, kedua pejabat ini melakukan suatu tindakan perubahan yang terlihat bertolak belakang. Dahlan Iskan dengan gaya sporadis..langsung take action terhadap penyimpangan yang terjadi sedangkan Joko Wi melakukan pendekatan lain untuk melakukan perubahan tersebut.


Dari kacamata psikologis, manusia butuh yang namanya shock therapy untuk keluar dari “kebiasaan” yang sudah dianggap “normal”. Dari kacamata teori fisika ilmiah, tentunya temen-temen masih ingat tentang Hukum Newton pas jaman eSeMA dulu kan..?  Hukum Newton I berbunyi demikian :
“Sifat lembam benda adalah sifat mempertahankan keadaannya, yaitu keadaan tetap diam atau keadaan tetap bergerak beraturan.” 
Hukum ini intinya menerangkan bahwa setiap benda cenderung akan mempertahankan keadaannya (baik itu keadaan diam atau bergerak) kalau ada tindakan kepadanya dengan mendadak, tetapi kalau tindakan yang mempengaruhinya perlahan-lahan, maka si benda tadi akan terpengaruh.

Jadi yang namanya kebiasaan itu akan menjadi sebuah “budaya” yang akan perlahan-lahan melekat. Apa jadinya coba kalo’ hal negative yang mempengaruhi secara perlahan tapi pasti, sudah dianggap hal yang biasa, wajar, normal. Butuh sebuah gerakan “mendadak” untuk bisa mengingatkan kita yang salah arah. Contoh simple ketika kita bergerak mengendarai mobil,  kalau Kita naik mobil dengan cepat lalu di rem mendadak, maka Kita akan terdorong ke depan.

Demikian juga ketika terjadi kondisi yang statis, tindakan “mendadak” tidak akan menghasilkan efek buat kondisi tersebut. Pernah coba eksperimen dengan meletakkan selembar kertas di atas meja dan sebuah gelas di atas kertas tadi. Lalu coba tarik kertas dengan cepat,.. ajaib…. Si gelas tak jatuh ketarik, goyang pun tidak. Bagaimana kalo’ kertas tad ditarik perlahan..yup..si gelas akan ikut bergerak mengikuti kertas.


Gimana..?? Bingung dengan ilustrasi di atas yak..?? sama donk…hehhehe… Pointnya adalah bahwa butuh tindakan yang tepat untuk menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi. Jadi kalo’ kita jadi seorang jagoan dan melawan banyak musuh ya jangan hanya pakai satu jurus…terapkan jurus-jurus yang berbeda untuk musuh yang beda juga..kalo’ jurusnya Cuma itu-itu doank lama-lama musuhnya bisa komen…”ahh..jurus itu lagi ya..dah basi ahh..” hihihi…

Ok deh…cukup sekian yak..lanjut makan bubur lagi…mumpung belum basi…hehe…

Salam Gowes,
  
It's All About Bicycle


Badday Pasti Berlalu

Wednesday, March 21, 2012

Kali ini lagi pengen gaya sok britis ni pakai bahasanya orang bule gitu..hehehe...
Sodara-sodara sebangsa dan setanah air tentunya tidak asing lagi dengan judul di atas kan..? Aslinya sih mestinya “Badai Pasti Berlalu”. Badai Pasti Berlalu adalah sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2007. Film ini adalah film daur ulang dari karya Teguh Karya pada tahun 1977 yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Marga T, Badai Pasti Berlalu.  Ternyata cerita novel jadul amat yah..jaman sapi masih makan rumput..hehehe... Lah emang dari dulu juga sapi makanannya rumput, emang ada makanan laen yang lebih seger dari rumput tetangga..?? upss...

Ehh..jangan salah, jaman sekarang seiring perkembangan teknologi, sapi juga bisa dialihfungsikan untuk membantu daur ulang sampah lho... Liat ni buktinya..sapi-sapi ini demen banget makan plastik campur limbah domestik laennya.

Sapi makan plastik di Cibatu, Lippo Cikarang 
Waduhh...lha kok malah jadi ngomongin hewan kaki empat sih..mending minum larutan penyegar cap kaki gadjah....segerr...hehehe...

Ok deh, balik lagi ke judul di atas. Kenapa mesti pakai gaya britis segala sih..?? Jawabannya sih seperti biasanya..”tentu ada benang merahnya” hehe..

Sebenernya sih emang beneran mau ngomongin tentang badai ni. Akhir-akhir ini cuaca emang kurang bersahabat. Efeknya bikin my body is not delicious, jadi terpaksa absen gowes minggu ini (alesan.com). Angin kenceng diiringi hujan deres jadi rutinitas harian terutama sore atau malam dini hari. Di samping hawa menjadi dingin (pengennya narik selimut mulu..:D), suara angin yang menderu-deru kadang membuat was-was. Apalagi efek yang dihasilkan dari hujan dan angin ribut tersebut, pohon-pohon pada bertumbangan, sangat berbahaya tentunya.

Di negeri tetangga sono dikenal nama badai yang cukup sexy, apa coba..? Tentunya sudah nggak asing lagi kan dengan nama Badai Katrina..? Namanya sih bayangannya kayak nama cewek sexy gitu kan..? Tapi coba lihat efek yang ditimbulkan oleh si sexy ini.

"Badai Katrina atau dikenal juga sebagai Topan Katrina atau Hurikan Katrina adalah sebuah siklon tropis besar yang melanda wilayah tenggara Amerika Serikat pada 24–31 Agustus 2005 dan menyebabkan kerusakan yang besar. Lebih dari 200.000 km² (seukuran Britania Raya) wilayah tenggara AS terpengaruh badai ini, termasuk Louisiana, Mississippi, Alabama, Florida, dan Georgia.  Kerusakan yang diakibatkannya—hingga kini terhitung dapat mencapai US$200 miliar—diperkirakan menjadikannya badai Atlantik termahal dalam sejarah AS. Hurikan ini menyebabkan mati listrik yang memengaruhi sekitar 1 juta jiwa di Louisiana, Mississippi and Alabama, dan banjir besar di wilayah New Orleans. Hingga 3 September, diperkirakan setidaknya 1289 orang telah meninggal dunia; 1029 orang secara langsung dan 260 lainnya secara tidak langsung. Jumlah ini diyakini akan terus meningkat."  (http://id.wikipedia.org/wiki/Badai_Katrina)

Badai Katrina
Nah..tu kan..sedemikian DAHSYAT-nya efek si sexy ini ya..?? Cuman kalo’ di Bekasi, tetep masih kalah sexy sama NERO tentunya...(lah..kok nyambung ke sono..hihi..)

Yah..mudah-mudahan sih, hujan yang sering disertai angin kencang yang melanda seputaran Cikarang akhir-akhir ini tetep aman terkendali. Bahkan membawa berkah buat kita semua tentunya. Badai Pasti Berlalu. Amin.

So..selesei deh cerita tentang "Badday Pasti Berlalu". Kan sudah ditutup dengan doa...terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya...hahahha..uppss..


Ok deh, lanjut lagi ni critanya. Benang kan belum keliatan ni warna merahnya. Sepertinya si benang pakai double protection, anti bocor dan anti tembus juga pakai wing jadi aman, nyaman deh beraktifitas seharian meski sedang datang harinya..(jauh banget melencengnya yak..hihiihi..)

Sekarang serius ni. Benang merah yang mau ditarik adalah bener mengenai badai. Badai dalam arti harfiah sudah dijabarkan seperti di atas. Nah, kalo’ dalam bahasa lebay-nya apa sih makna “Badai Pasti Berlalu” itu..?
Arti kiasan ini seringkali menggambarkan problema kehidupan yang dihadapi  oleh kita. Lalu..kenapa judulnya mesti jadi sok britis gitu..”Badday Pasti Berlalu”..? Nah..ini juga biar cocok dengan artinya juga..Badday..Bad Day. Menurut terjemahan asal dari mbah Gugel adalah “Hari Buruk”.  Dapet kan benang merahnya..??hehhe..

Seringkali kita dihadapkan pada situasi yang kurang menguntungkan, kalau nggak mau disebut “siyal” :D. Tentunya pernah merasakan kondisi ketika kita mengalami kejadian buruk yang beruntun dalam satu hari. Seperti kejadian runtutan cerita berikut ini.

Pagi bangun kesiangan, buru-buru musti masuk kerja pagi jadi nggak sempet sarapan. Langsung injak pedal gas ngacir ke kantor...ehh..di tengah jalan kecebak macet...bete deh.. Lolos dari macet...ban bocor kena paku. Ambil dongkrak, pasang ganjal body mobil...krakk..si dongkrak ternyata dah karatan... haduhh..terpaksa nyetop mobil orang dengan susah payah untuk minjem dongkrak. Mobil berhasil di dongkrak, lepas ban, ambil ban serep, pasang, lepas dongkrak....jessss...ternyata ban serep tidak ada anginnya juga...wahhh...klop dah penderitaan hari ini...bener-bener “Bad Day”.

Dengan berbagai usaha ekstra akhirnya berhasil juga bawa mobil sampai tempat kerja, tentunya dengan waktu yang sangat..sangat terlambat. Omelan si Boss sudah menyambut dengan sukacita. Tumpukan file di atas meja kerja jadi terlihat bagai sampah menggunung yang bikin mual. Telpon berdering dari klien yang marah-marah karena sudah nungguin lama untuk janji meeting. Wuiiihhh...pokoknya komplit dah...tambah mual kalo’ dilanjutin lagi penderitaan sampai sore hari berikutnya...hehe..

Ilustrasi dongkrak sahaja :)
Cerita di atas cuman fiktif belaka, tidak pernah terjadi kenyataannya, hanya hasil gombal sang goweser ini sahaja..hehhehe... Tapi point yang kita bisa ambil kira-kira kenapa sih kok bisa jadi cerita yang bikin siyal berantai itu sehingga cocok kalo’ dikasih istilah “Bad Day”..?? Sebenernya kalo’ kita lihat lebih dalam dari rangkaian cerita tadi, kesiyalan yang beruntun sehingga hari itu jadi “Bad Day” tentunya bukan tanpa alasan. Ada akibat tentu ada sebabnya bukan..?

Coba kalo’ kita flash back cerita di atas. Gimana kalo’ si tokoh cerita bangun lebih pagi, bisa prepare segala sesuatu sebelum berangkat kerja. Check tekanan angin ban, dongkrak, termasuk ban serep. Tentunya rentetan kesiyalan yang terangkai dengan mulus di atas niscaya tidak akan terjadi. Meskipun tentunya kalo’ Allah berkehendak, kita juga tidak akan bisa berbuat apa-apa, tapi tentunya kita kan harus tawakal, berusaha semaksimal mungkin sebelum berserah kepada yang Maha Kuasa. Memang kelihatan klise..tapi memang itu lah kenyataannya.

Prinsipnya kita jangan terpengaruh terhadap kondisi lingkungan sekitar, bahkan sebisa mungkin “aura” positif kita lah yang coba untuk bisa merubah lingkungan kita menjadi lebih positif. Seperti prinsip “let it flow” biarkanlah mengalir..atau kalo’ untuk angin bisa diartikan bebas biarkanlah angin berhembus. Tapi yang yang kita pastikan adalah prinsip “ngeli tanpo keli”..apa coba maksudnya.? Itu filosofi jawa yang berarti “ikutlah arus tapi jangan sampai hanyut”. Filosofi ini cukup dalam maknanya. Yang perlu kita lakukan sebenernya adalah mencari cara bagaimana agar kita tidak hanyut. Atau kalo’ dengan istilah angin “ikutlah kemana angin berhembus”. Kalo’ angin berhembus sepoi-sepoi tentunya nyaman dan membuat kita terbuai. Coba kalo’ yang berhembus si sexy Katrina, nyap-nyapan mah iya..hehhe..

So..gimana ya kira-kira biar tidak hanyut atau terbawa terbang si sexy Katrina..? Satu point kuncinya adalah kita butuh “petunjuk arah”. Hal ini bisa kita artikan secara harfiah maupun dengan filosofi tinggi. Secara filosofi tentunya manusia butuh pegangan hidup dan arah yang jelas dari tujuan hidupnya. Bekal nilai-nilai agama menjadi satu pondasi yang penting dalam hal ini. Setiap kali kita mengalami masalah dah tidak tau arah mau kemana, yakinlah bahwa Allah menyertai kita. Mintalah pentunjuk kepada-Nya untuk arah yang benar. Klise sekali yah..??memang begitulah adanya.

Trus kalo’ dijabarkan secara harfiah kira-kira gimana ya..?? Tentunya persis seperti kata-kata harfiahnya “petunjuk arah”. Jadi kita musti tahu posisi kita berada di mana..? mana kutub utara mana kutub selatan, jangan sampai kita yang jadi beruang kutubnya..hihihi... Maksudnya gini, sesuai dengan ilmu fisika yang kita pelajari pas AbeGe dulu bahwa angin merupakan udara yang bergerak karena adanya perbedaan tekanan. Nah, dalam hal keselamatan, kita harus tahu ke arah mana angin berhembus, sehingga kita bisa lebih mengantisipasi untuk menghindari efek dari sang angin. Bahkan nenek moyang kita yang seorang pelaut, dari jaman dahulu kala sudah memanfaatkan potensi dari arah angin berhembus ini untuk berlayar mencari ikan di lautan luas sana.

Ok kan..?? Sudah dapat kan benang merah dari badai kali ini..?? Biar lebih afdol, karena ini cerita seorang goweser, mestinya kita coba tarik si merah juga ke arah sepeda ya, masa’ dari tadi nggak ada crita gowesnya sama sekali sih..?

Tetep..pasti ada hubungannya donk antara Badai, Bad Day dan Gowes..(maksa.com).  Seorang goweser sejati selalu memulai kayuhannya dari  titik nol. Coba kita simak kata-kata berikut..(dari Cycle of Life)

 “ Hidup ibarat mengayuh di atas sepeda, selalu bergerak dinamis mulai dari titik nol. Dimulai dengan kayuhan pertama dan terus menerus mengayuh tanpa henti, hingga mencapai tempat tujuan yang telah ditargetkan”. 

Tepat sekali, harus punya target tujuan yang jelas.

“Tuhan bersama orang yang berusaha bukan bersama mereka yang penuh galau keraguan. Keraguan adalah pantang bagi para pesepeda sejati. Tuhan memberikan kekuatan pada siapapun yang meyakininya dalam menempuh beragam perjalanan kita terus menguatkan diri untuk terus menguatkan kayuhan dalam kelelahan.”


Sipp..goweser sejati percaya bahwa Tuhan selalu bersama kita.

Massimo Percossi / EPA
Seorang pria mencoba menerjang lebatnya hujan salju dengan menggunakan sepeda di Roma, Italia. Pejabat negara setempat melaporan bahwa hawa dingin yang parah telah menewaskan lebih dari 100 orang di seluruh semenanjung Eropa, dimana suhu di beberapa daerah telah menurun sangat drastis.
Sumber: MSNBC
Nah, untuk mendukung arah dan tujuan dari target goweser tadi, teknologi saat ini sangat mengerti dan mendukung akan kebutuhan ini. GPS bisa dimanfaatkan sebagai media penunjuk arah, tracking rute yang sudah dan mungkin akan dilewati oleh goweser lainnya. Mengikuti perkembangan jaman dan memanfaatkan teknologi secara positif merupakan bagian dari ilmu “ngeli tanpo keli”. Coba apa jadinya kalo’ kita nggak ngikutin jaman yang cepat sekali mengalami perubahan..kalo’ gak dibilang gaptek ya nggak gahooll.....kalah deh sama alay yang lebay...cobain deh tracking pakai si ondel-ondel... hehhehe...




So..selalu ingatlah bahwa.. “there is no bad day, because everyday is a happy day”....cheeerrsss...^_^

Salam Gowes,

It's All About Bicycle
 
Back to Top