Bicycle4you ~ It's All About Bicycle | Members area : Register | Sign in
Showing posts with label Citizen Journalism. Show all posts
Showing posts with label Citizen Journalism. Show all posts

Cerita Mudik: Hujan Es Krim

Saturday, August 3, 2013

137549076412134621
Mudik Ceria (source: blog.kliktoday.com)
Andai saja turun hujan es krim..
Oh betapa senangnyaaa….
Kan kubuka mulutku lebar-lebar..
AAA AAA AAA…
Oh betapa senangnyaaaa…

Dendang riang si Kakak yang ditirukan dengan loncat-loncat oleh si Dedek memenuhi kabin yang panas siang itu. AC yang di-set full tidak mampu meredam peluh yang membanjir membasahi tubuh kecil mereka.

Yup..siang hari yang terik, dari jam 10 pagi sampai 3 sore kita melintas..ehh..merambat pelan menyusuri sepanjang jalan tol Palikanci - Cirebon yang gersang. Sebuah perjalanan ritual tahunan..mudik dan arus balik, dan ini adalah cerita saat ritual mudik - balik yang lalu saat si Kakak masih TK.

Ritual mudik bagi kami sebagai orang kampung yang merantau ke Ibukota merupakan ritual wajib, meski urusan pulang kampung saat libur panjang pun kita tidak lewatkan. Meski setiap tahun menurut catatan departemen perhubungan jumlah pemudik naik, dengan sadar bakalan macet di jalan tetap bukan jadi penghalang untuk urusan satu ini. Bermacet ria di jalan merupakan salah satu nilai seni dari ritual mudik ini.

Seperti kisah yang kami alami saat arus balik di atas. Perjalanan awal dimulai berangkat dari rumah Eyang Putri saat menjelang Subuh. Normal perjalanan biasa ditempuh dalam waktu 12 jam. Awal perjalanan menyusuri jalur selatan naik ke tengah via Brebes kemudian masuk tol Pejagan masih lancar jaya. Sekitar jam 10 pagi sudah berada di jalan tol. Estimasi saat itu jam 3 sore sudah masuk Ibukota. Ternyata perjuangan baru dimulai dari titik itu. Arus keluar tol Cirebon stuck. Perjalanan di dalam ruas jalan tol Pejagan - Palimanan ditempuh selama 5 jam, di tengah terik mentari yang menyengat ubun-ubun.
Berbagai bentuk hiburan coba dilakukan bergantian untuk mengusir kebosanan dan kepanasan sepanjang jalan. Dari mulai berbagai film yang diputar di roof monitor sampai lagu hujan es krim yg membuat duo krucil lupa dengan perjuangan panjang itu.. -:)

Sekitar jam 4 sore setelah berhasil keluar dari jalan tol kita berhenti sejenak untuk beristirahat dan mandi biar badan segar kembali. Kemacetan di depan belum menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan.

Satu jam istirahat kita lanjutkan ikut arus lagi merambat menyusuri jalanan Pantura. Tak terasa gelap malam mulai menyelimuti, padahal Indramayu belum juga terlewati. Anak-anak sudah terlelap dalam mimpi indahnya. Hampir putus asa sekitar jam 10 malam kita coba berhenti di hotel pinggir jalan yang dilalui. Satu hotel..penuh. Hotel kedua..ketiga..penuh juga. Akhirnya melihat sebuah hotel di seberang jalan, mudah-mudahan masih ada kamar kosong. Browsing sebentar cari no telpon dan akhirnya bisa kontak dan dapat kabar masih ada kamar kosong..:)

Lanjut menyusuri jalan mencari u turn yang dibuka buat putar balik. Ternyata hampir satu jam karena jalan bagai keong belum ketemu juga u turn di tengah median jalan *putus asa.
Sekitar jam 23.30 akhirnya dapat u turn, pas di depan sebuah resto “Pring Sewu”. Akhirnya memutuskan istirahat sebentar sambil isi perut. Rencana merebahkan diri untuk memejamkan mata barang satu atau dua jam. Ehh..ternyata anak-anak malah bangun dan kembali bernyanyi dengan ceria. Semangat baru muncul lagi melihat cerianya si duo krucil.

Akhirnya diputuskan lanjut menembus pekat malam sepanjang Pantura. Mulai terlihat jalanan kosong dengan mobil parkir di sepanjang jalan. Oohh ya…baru terpikir, para pemudik pada istirahat karena sudah masuk masa kritis untuk endurance tubuh. Kesempatan…pedal gas diinjak lebih dalam lagi, kegelapan malam ditembus dengan lancar jaya. Finish menjelang Subuh sampai di home sweet home. Total perjalanan yang ditempuh selama 24 jam, tanpa istirahat memejamkan mata, single driver..WoW…!! Langsung tepar sehabis subuh, berangkat ngantor jam 10 siang..fresh lagi..:)

Kapok..?!
Tidak ada dalam catatan kami untuk berhenti mengulangi ritual tahunan ini. Ritual mudik mempunyai makna yang mendalam bagi kami. Silaturahmi mengunjungi sanak keluarga merupakan point utama. Menjalin kedekatan dengan anggota keluarga begitu sangat berarti. Mengingat kami berdua merupakan pasangan orang tua pekerja, waktu berkumpul dengan anak sungguh merupakan momen yang sangat berharga.

Dapat cerita juga dari seorang rekan kerja yang sudah punya anak menginjak remaja. Momen bermacet ria sepanjang perjalanan ternyata mempunyai makna yang sungguh luar biasa. Bapak..Ibu..Anak yang jarang berdiskusi di rumah karena kesibukan masing-masing ternyata memanfaatkan momen dalam kemacetan itu untuk saling berbicara, dari hati ke hati, menambah kedekatan hubungan di antara mereka. Sungguh sebuah cara memanfaatkan waktu dengan sangat positif dan berguna.

Jadi..jangan hanya melihat ritual mudik dari sisi penderitaan selama bermacet ria di perjalanan. Banyak sekali makna yang bisa kita gali di dalamnya. Banyaknya aktivitas mudik gratis yang diselenggarakan baik oleh swasta maupun pemerintah diharapkan bisa mengurangi tingkat kepadatan dan angka kecelakaan lalulintas.

Yang pasti..safety first, utamakan keselamatan. Semoga mudik tahun ini lebih lancar dan lebih bermakna ya..? Jangan lupa oleh-oleh..^_^

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

Keputusan Tepat Menaikkan Harga BBM

Sunday, June 23, 2013

Akhirnya BBM naik juga..

Setelah melewati berbagai macam pembahasan yang diwarnai rentetan unjuk rasa mahasiswa maupun buruh dan juga tidak ketinggalan pemasangan poster menolak kenaikan BBM dari partai politik, harga BBM tetap diputuskan naik.
1371922934546063151
Antri BBM (source : tempo.co)
Kenaikan BBM ini tentu saja berdampak cukup luas terhadap roda perekonomian di tanah air, belum lagi jika di bawa-bawa ke ranah politik. Tapi jika melihat bahwa mau tidak mau pemerintah tetap menaikkan harga BBM, menurut penilaian saya ini adalah pengambilan keputusan yang tepat di waktu sekarang.

Kenapa saya bilang keputusan yang tepat?
Saya coba ambil pendekatan dari sisi psikologi  ekonomi, istilah saya sendiri sih.. :). Maksudnya kalau dilihat dari sisi ekonomi, imbas kenaikan harga BBM ini pasti sangat mempengaruhi pergerakan harga-harga yang lain terutama sembako. Nah, fenomena secara psikologis atau yang saya istilahkan psikologi ekonomi tadi kira-kira adalah persepsi orang dan reaksinya terhadap perubahan ini.

Kita coba lihat reaksi orang-orang menjelang kenaikan BBM. Antrian panjang orang di SPBU terjadi di mana-mana. Sebagian yang ikut antri adalah para demonstran yang menolak kenaikan BBM, lha kok ikut ngantri juga? :)

Kalau dilihat dari faktor ekonomi coba kita hitung, efek kenaikan adalah 2.000 rupiah. Motor isi penuh sekitar 4 liter, untuk motor besar sekitar 10 liter. Jadi efek ekonomisnya hanya sebesar 8.000 - 20.000 rupiah saja, hanya senilai sebungkus dua bungkus rokok, tidak senilai dengan usaha untuk antri panjang. Nah, inilah yang saya sebut tadi faktor psikologi ekonomi. Beda dengan para penimbun yang murni memanfaatkan faktor ekonomi.

Jadi apa hubungan efek psikologis ini dengan judul di atas?
Coba kita lihat benang merahnya. Kita tinggal menghitung hari untuk memasuki bulan Ramadhan dan disusul dengan Hari Raya Idul Fitri. Seperti sudah menjadi tren musiman bahwa menjelang lebaran harga kebutuhan bahan pokok akan cenderung naik dan orang-orang pun akan mempersiapkan diri. Secara psikologis, kenaikan harga sembako pada menjelang lebaran sudah dianggap hal wajar dan sisi konsumtif dari manusia akan mengabaikan hal itu. Pulang mudik setahun sekali dengan biaya tambahan karena tuslah tidak menjadi masalah buat mudikers.

Nah, sekali lagi saya katakan bahwa keputusan menaikkan harga BBM saat ini diambil pada waktu yang tepat. Dengan menaikkan harga BBM di saat memang “wajar” harga-harga kebutuhan pokok naik akan mengkamuflase dampak kenaikannya secara psikologi ekonomi tadi. Coba kita bandingkan jika BBM naik setelah lebaran nanti, efek secara psikologis akan terjadi dua kali lipat kenaikan secara berantai, di saat budget cadangan untuk hari raya sudah habis.

Efek lain kenaikan menjelang lebaran mungkin akan berimbas positif terhadap berkurangnya pemudik yang menggunakan sepeda motor yang kalau kita lihat catatan laka lantas saat mudik tahunan paling banyak terjadi korban pengendara sepeda motor. Mungkin orang akan coba transportasi lain seperti kereta atau bus yang memang tarifnya lebih tinggi karena tuslah meskipun BBM tidak naik.

Sebenarnya ada satu lagi efek yang berefek ke saya pribadi. Setelah diumumkan semalam bahwa BBM naik, pagi-pagi saya keluarkan sepeda. Ternyata ban kempes…

Yah…jadi ingat kalau sudah 3 mingguan tidak pernah menyentuh si B!anchi beureum. Jadi memang tepat keputusan menaikkan harga BBM saat ini, biar saya bisa kembali bersemangat muter bareng bini kedua yang ndak perlu minum BBM ^_^

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

Prestasi SBY di Balik Kenaikan Harga BBM

Wednesday, June 19, 2013

Issue kenaikan harga BBM sepertinya akan segera menjadi kenyataan. Sidang paripurna DPR sudah ketok palu berdasarkan voting menyetujui rencana kenaikan BBM dan tinggal menunggu waktu saja.
13715768431152985388
BBM dan SBY (source: wartanews.com)
Berbagai kecaman, protes, demonstrasi maupun hujatan tak bisa dihindarkan atas rencana kenaikan BBM ini dan sudah pasti sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi, SBY menerima semua bentuk ketidakpuasan tersebut. Beberapa ahli mengeluarkan pernyataan bahwa rencana kenaikan BBM merupakan pembohongan publik dengan mengeluarkan dasar perhitungan harga minyak dunia dan kalkulasi subsidi untuk rakyat. Ahli yang lain berpendapat sebaliknya bahwa kenaikan harga BBM adalah wajar mengingat pemerintah terlalu besar beban untuk menanggung subsidi BBM sedang harga di pasar dunia jauh lebih tinggi.

Belum lagi masalah kenaikan harga BBM ini dikaitkan dengan politik dan berbagai kepentingan kelompok tertentu. Masing-masing mengatasnamakan suara untuk rakyat. BBM naik rakyat akan sengsara, mari demo untuk rakyat. Sisi lain berkata untuk penyelamatan bangsa, kenaikan harga BBM tidak bisa dihindari, Balsem solusi untuk subsidi rakyat kurang mampu. Semua mengatasnamakan rakyat.

Saya kebetulan bukan ahli politik sehingga sedikit sulit untuk mencerna bahasa politik. Saya bukan pula ahli ekonomi yang bisa membuat kalkulasi efek kenaikan harga minyak dunia, besaran subsidi yang layak atau perumusan anggaran negara. Jadi saya coba ambil sudut pandang sederhana dari catatan sejarah harga BBM. Hasilnya, ternyata SBY paling berprestasi soal harga BBM…!!

Sebelum dicaci maki tidak pro rakyat karena dianggap mendukung kenaikan BBM, coba kita analisa bersama data berikut ini.

Berikut ini adalah perubahan harga BBM bersubsidi, yang dalam hal ini Premium per liter, sejak era Soeharto hingga SBY:

Soeharto
1991: Rp 150 naik jadi Rp 550
1993: Rp 550 naik jadi Rp 700
1998: Rp 700 naik jadi Rp 1.200

BJ Habibie
1998: Rp 1.200 turun ke Rp 1.000

Abdurrahman Wahid
1999: Rp 1.000 turun jadi Rp 600
2000: Rp 600 naik ke Rp 1.150
2001: Rp 1.150 naik ke Rp 1.450

Megawati Soekarnoputri
2002: Rp 1.450 naik jadi Rp 1.550
2003: Rp 1.500 naik jadi Rp 1.810

SBY
2005: Rp 1.810 naik jadi Rp 2.400
2005: Rp 2.400 naik jadi Rp 4.500
2008: Rp 4.500 naik jadi Rp 6.000
2008: Rp 6.000 turun ke Rp 5.500
2008: Rp 5.500 turun ke Rp 5.000
2009: Rp 5.000 turun ke Rp 4.500


Ada beberapa catatan dari data di atas :
SBY adalah presiden yang paling banyak menurunkan harga BBM. Tercatat 3 kali harga BBM turun. Habibie tercatat satu kali menurunkan harga BBM tanpa menaikkan. Soeharto 3 kali menaikkan harga BBM tanpa berhasil menurunkan disusul kemudian oleh Megawati.

Coba kita beri bobot untuk masing-masing kriteria naik dan turun, misalnya seperti pembobotan ujian masuk perguruan tinggi (benar : point +4, salah : point -1). Untuk kriteria BBM ini kita turunkan sedikit pointnya (turun : point +2, naik : point : -1), maka SBY dapat point sbb :
- naik : 3 kali –» point -3
- turun : 3 kali –» point +6
Jadi total skor SBY : +3 point. Dengan rencana kenaikan nanti point berkurang -1 menjadi +2.

Presiden dengan point terendah ternyata adalah Soeharto dengan catatan menaikkan harga BBM 3 kali –» skor : -3 point.

Kalau kita lihat tingginya persentase kenaikan, data menunjukkan di era Soeharto terjadi kenaikan paling tinggi yaitu sebesar 366% (150 –» 550), sedangkan SBY paling tinggi menaikkan harga BBM sebesar 187% (2.400 –» 4.500).

Selama menjabat sebagai Presiden, Soeharto menaikkan harga BBM dari rentang terendah sampai tertinggi mencapai 800% (150 –» 1.200), sedangkan SBY hanya sekitar 331% (1.810 –» 6.000).

Jika kita lihat rencana kenaikan BBM yang akan dilakukan menjadi sebesar 6.000, hal ini sebenarnya bukan terjadi kenaikan harga tapi mengembalikan sama dengan harga BBM pada periode tahun 2008 sesperti data di atas.

Berdasar data dan analisa di atas, kita bisa tarik kesimpulan bahwa SBY adalah Presiden paling berprestasi untuk urusan BBM, disusul Habibie yang tanpa catatan menaikkan harga BBM. Sedangkan Soeharto menempati urutan terbawah dengan prestasi selalu menaikkan harga BBM tanpa pernah turun dan rentang kenaikan yang paling besar.

Analisa di atas murni dari data statistik yang ada. Kalau kita lihat dari frekuensi naik turun harga, SBY ternyata paling sering melakukan perubahan harga baik naik maupun turun. Tercatat 6 kali melakukan perubahan harga dan akan menjadi 7 kali jika terealisasi rencana naik tahun ini.

Kalau sedikit dibawa ke ranah politik dan ekonomi di tanah air, sebenarnya efek yang besar bukan di kenaikan harga BBM-nya, tapi imbas dari kenaikan atau pun penurunan. Rentetan efek berantai kenaikan sembako dan kawan-kawan bahkan sudah terjadi saat issue muncul dan belum realisasi. BBM turun ternyata harga kebutuhan pokok kekeuh di posisinya. 

Ketidakpastian keputusan yang berlarut memeunculkan berbagai efek spekulatif berbagai kelompok dan oknum.

Jadi kalau kita bawa ke suara hati rakyat, semakin sering menaikkan atau menurunkan harga BBM artinya mempermainkan hati rakyat..!!

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

PRJ Monas: Satu Lagi Program Instan Jokowi?

Monday, June 17, 2013

13714007901372642962
PRJ Monas (source : indonesiarayanews.com)
Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) resmi ditutup hari ini meski batal dihadiri Ahok sang DKI-2. Karena bertepatan dengan digelarnya agenda tahunan Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran, pagelaran ini lebih ngetrend dengan sebutan PRJ Monas. Apakah perhelatan ini merupakan pagelaran tandingan?

Meski sempat terjadi sedikit polemik tentang penyelenggaraan acara ini yang disebut sebagai acara tandingan PRJ Kemayoran, saya setuju dengan klarifikasi Jokowi bahwa ini bukan acara tandingan, lha wong dua-duanya milik kita kok. Meski demikian, insiden “Kerak Telor” memperlihatkan perbedaan misi visi dari penyelenggaraan dua acara ini.

Acara PRJ Monas ini begitu antusias disambut oleh warga Jakarta, terbukti dengan membludaknya pengunjung yang menyebabkan kemacetan yang mestinya sudah “biasa” di Ibukota ini. Saya sebagai warga pinggiran Ibukota kebetulan tidak menyaksikan secara langsung acara PRJ Monas ini, dan selama 10 tahun lebih tinggal di sini, baru 1 kali datang ke perhelatan PRJ Kemayoran :D dan satu kesan tercatat di kepala, “kapok..macet..”.

Sebagai warga biasa yang terus terang awam masalah politik, saya sedikit memperhatikan sepak terjang Jokowi. Kalau dilihat dari kacamata saya yang minus politik ini, ada sedikit fenomena yang bertolak belakang dengan gaya Jokowi saat menjabat Walikota Solo sebelumnya. Satu catatan yang ada di kepala saya saat wawancara Jokowi di sebuah stasiun TV saat cerita tentang relokasi PKL di Solo. Ternyata proses relokasi tidak mudah dan cepat. Butuh waktu berbulan-bulan dan mediasi dengan para PKL berkali-kali, dengan hasil relokasi berjalan lancar. Kesabaran Jokowi untuk “program” di Solo itu berbeda sekali dengan “program” di DKI yang “terlihat” serba instan, salah satunya PRJ Monas.

Salah yang lain menurut catatan awam saya, ada program kartu sehat untuk warga miskin yang menuai banyak kontroversi mengenai kesiapan infrastruktur dan dukungan dari pelayanan kesehatan. Kemudian ada lagi program plat nomor ganjil-genap yang ditunda pelaksanaannya, lagi-lagi masalah kesiapan sarana pendukungnya. Salah satu catatan dari pelaksanaan PRJ Monas ini juga mengenai kesiapan pendukungnya. Komentar mengenai tata kota sampai kesiapan lokasi yang semrawut dan kemacetan di seputaran Monas menjadi catatan penyelenggaraan agenda ini.

Politik pencitraan terpaksa saya sebut di sini meski terkesan basi. Saya sangat setuju dengan insight positif dari semua program instan Jokowi di atas yaitu untuk rakyat. Dan tentunya sangat tepat sekali mengusung citra “untuk rakyat” ini dalam politik di tanah air saat ini, suara rakyat sangat menentukan.

Saya tidak begitu kenal dengan sepak terjang FX. Hadi Rudyatmo, pendamping Jokowi saat jadi Walikota Solo. Tapi sepertinya pilihan Ahok sebagai pendamping Jokowi sebagai DKI-2 merupakan pilihan tepat untuk suksesnya program instan di Ibukota. Gaya “radikal” Ahok sangat pas untuk gebrakan-gebrakan cepat, cocok untuk warga Ibukota yang tiap hari disuguhi dengan tuntutan untuk “cepat” ditengah kemacetan.

Tuntutan kecepatan ini tentunya juga linier terhadap waktu. Bukan tidak mungkin Jokowi merubah gaya “sabar” menjadi “instan” karena tuntutan agenda yang lebih besar dan terbatasnya waktu. Media sebagai pencatat, perekam jejak dan penyebar informasi dan citra merupakan alat yang sangat efektif untuk akselerasi yang serba instan tadi.
Mie instan memang nikmat dan efektif untuk mengenyangkan perut, tapi kata ahli kesehatan kurang baik mengkonsumsinya secara berlebihan. Lebih enak makanan olahan dari alam, hasil budidaya para petani kita yang alami dan menyehatkan.

Mudah-mudahan yang diolah Jokowi-Ahok bukan hasil produksi pabrik politik dengan bumbu kimiawi yang menguasai tapi merupakan makanan rakyat seutuhnya yang diolah dengan takaran yang tepat dan cepat saji yang mengenyangkan serta menyehatkan bangsa ini.

Masalah kemacetan dan banjir merupakan makanan alami penduduk Ibukota yang mudah-mudahan bisa di atasi dengan cara penyajian instan duo master chef kita ini. Kita tunggu gebrakan instan berikutnya… :)

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

Hemat BBM? Tidak Perlu Itu!

Tuesday, June 4, 2013

1370344683666634610
Energi Alternatif (Doc: Bike to Work Magelang)
Issue kenaikan BBM yang masih tarik ulur merupakan fenomena menarik dan sedikit lucu apabila kita cermati. Bagaimana tidak? BBM sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat umum dan yang menariknya adalah baru sekedar issue saja sudah membuat efek berantai di sekelilingnya. Belum-belum harga sembako sudah siap-siap ikut naik, belum lagi ulah para sepekulan yang dengan oportunisnya menimbun BBM sebelum harga naik.

Lebih menarik lagi ternyata issue ini sangat renyah untuk dibawa ke kancah politik. Wacana bantuan uang tunai sebagai kompensasi kenaikan harga BBM disinyalir digunakan sebagai sarana politis kelompok tertentu yang bisa jadi sarana politis kelompok lain juga untuk menjatuhkan. Sedemikian menariknya BBM ini sehingga kita (pemerintah kita tepatnya) disibukkan untuk mengkaji ulang ‘harga yang pantas’ untuk BBM dengan mempertimbangkan faktor keekonomian dan kemaslahatan rakyat banyak, atau boleh diartikan harga subsidi yang tidak memberatkan rakyat.

Tambah menariknya lagi, setiap saat bahkan bukan hanya ketika muncul wacana kenaikan harga BBM, himbauan agar lebih hemat BBM digaungkan di sana-sini. Nah ini sebenarnya yang lucu. Kenapa harus hemat BBM? saya tegaskan lagi sesuai judul di atas.. Tidak Perlu..!!

Lebih hemat BBM artinya kita harus mengkonsumsi BBM lebih sedikit dari sebelumnya. Secara logika hal ini sungguh tidak masuk akal. Semakin hari semakin bertambah jumlah penduduk, artinya pemakai BBM akan bertambah. Konsumsi terbesar BBM adalah untuk moda transportasi, perhatikan kemacetan yang semakin hari semakin parah. Artinya untuk menempuh jarak yang sama diperlukan waktu lebih lama dan artinya lagi akan lebih banyak BBM yang dikonsumsi. Himbauan untuk berhemat BBM merupakan tuntutan sepihak yang merugikan warga negara sebagai konsumen.

Kalau kita coba kembali ke ingatan di bangku sekolah, mungkin masih sedikit teringat bagaimana dan dari mana asal muasal minyak atau BBM dihasilkan. Ya..berasal dari tumbuhan dan hewan serta fosil nenek moyang kita berjuta tahun yang lalu. Apakah nenek moyang kita pada jaman dahulu kala pernah berpikir atau sekedar membayangkan bahwa tulang belulang mereka itu lah yang nantinya akan jadi komoditi berharga bernama BBM? Jadi mestinya sama dengan kita sekarang, tidak perlu berpikir hemat BBM untuk masa depan anak cucu kita nantinya.

Akan sangat lucu dan konyol sepertinya kalau kita sekarang berpikir bahwa dengan hemat BBM kita berharap bisa menyisakannya untuk anak cucu kita nanti. Mari kita kembali lagi ingatan ke buku pelajaran tentang hukum kekekalan energi. Masih ingat? Yup..hukum kekalan energi menjelaskan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan, energi hanya dapat dirubah dari satu bentuk ke bentuk energi yang lainnya. Jadi cukup jelas bukan? Berapa pun banyak kita konsumsi BBM, energinya tidak akan pernah habis, hanya berubah ke bentuk yang lain. Jadi sekali lagi..hemat BBM itu tidak perlu..!!
Benar-benar menarik dan lucu bukan? :)

Biar tidak tambah lucu lagi saya coba sampaikan ide lugu saya. Akan sangat senang saya sebagai masyarakat awam ini apabila bukan disuguhi wacana tarik ulur kenaikan harga BBM yang dibawa-bawa ke ranah politik kemudian dibumbui paksaan untuk hemat BBM, benar-benar pembodohan dan pembatasan hak kita sebagai rakyat. Betapa gembiranya saya apabila yang muncul adalah wacana mengenai energi alternatif, ide-ide brilian tentang energi yang terbarukan. Berikanlah pilihan kepada kita sebagai warga negara untuk memilih energi yang kita butuhkan untuk kelangsungan hidup..bukan membatasinya. Apa kabarnya mobil listrik? Sampai mana kelangsungan cerita konversi minyak tanah ke gas? Bagaiman kisah pembangkit listrik tenaga surya, tenaga ombak di lautan kita yang maha luas? Cukup banyak sumber energi alternatif yang belum kita kaji dengan seksama.

Coba kita berandai-andai sekian juta tahun yang akan datang, kalau hanya berpikir tentang BBM mungkin akan ada ide pembunuhan massal dan percepatan pembusukan tubuh kita menjadi fosil yang kemudian menghasilkan minyak untuk kebutuhan energi anak cucu kita, mengerikan sekali kan? :)

Jadi memang sebaiknya kita tidak perlu berpikir kelak anak cucu kita mau seperti apa. Cukup kita berpikir saat ini untuk sedikit kreatif, ingat energi itu tidak dapat diciptakan atau pun dimusnahkan…ubahlah dia dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Berangkat kerja tidak perlu mampir SPBU untuk beli BBM, cukup mampir warteg sebelah untuk diubah menjadi energi gowes pedal di kaki….wussss…wusshh… ^_^

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

Gowes for Charity

Sunday, May 19, 2013



Sabtu pagi yang cerah seiring sejuknya tetes embun di daun menyambut datangnya mentari, terlihat suasana ceria menghiasi sekelompok anak yang sedang berolahraga pagi di lapangan. Dengan pakaian yang tidak bisa dibilang seragam, anak-anak tetap ceria mengikuti gerakan seorang Ibu yang ada di barisan depan.

13688994361918790015
Pagi yang Cerah (Doc : CBC)


Ya..pagi itu sengaja kita gowes bareng team CBC (Cikarang Baru Cycling) yang biasanya dilakukan di Minggu pagi. Gowes Sabtu pagi ini memang kita rencanakan dalam rangka mengunjungi sebuah SD di seberang kolong tol Jakarta-Cikampek Km 40, di pinggiran sungai Cibeet, perbatasan Karawang - Bekasi. Gowes kali ini memang lanjutan dari aktivitas sebelumnya pada saat musim banjir melanda Jabodetabek (baca : Menyusuri Jejak Korban Banjir).

1368899638234808825
Kondisi Saat Banjir (Doc : CBC)


Daerah ini yang merupakan bantaran sungai dan secara posisi berada 6-5 meter di bawah jalan tol. Pada masa banjir melanda sebelumnya, wilayah ini terendam air dengan ketinggian di atas 2 meter. Selain rumah penduduk, SD dimana anak-anak ceria tadi merupakan salah satu korban dari bencana yang hampir menenggelamkan seluruh ruangan kelas. 

Pada aktivitas sebelumnya, team CBC terjun langsung ke lokasi banjir dan memberikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada para korban bencana. Lanjutan dari aktivitas tersebut, salah satu bentuk kepedulian kami adalah dengan menggalang bantuan baik dari dalam member maupun dari luar. Anggota CBC sebagian besar merupakan karyawan di berbagai perusahaan di kawasan industri sekitar Bekasi. Proposal pun kita buat dan kita bawa ke tempat kerja masing-masing dan Alhamdulillah membuahkan hasil. Team CSR dari sebuah perusahaan otomotif menyambut baik dan sudah terlaksana aktivitas perbaikan jembatan bambu yang sebelumnya sempat membuat desa terputus jalur tranpostasinya. Perbaikan dilakukan oleh warga secara gotong royong.

1368899762501547535
Bantuan CSR Jembatan Bambu (Doc : CBC)


Target selanjutnya kita arahkan ke sebuah sekolah dasar, SDN Pasirranji 03. Banjir yang melanda mengakibatkan kondisi yang cukup parah. Buku-buku pelajaran anak nyaris tidak ada yang terselamatkan. Lantai yang memang sebelumnya sudah bolong sana-sini bertambah hancur digerus derasnya air. Rencana untuk memberikan bantuan kepada SD ini memang menjadi prioritas ketiga, mengingat statusnya sebagai SD Negeri yang mestinya akan mendapatkan bantuan langsung dari dinas pendidikan. Tapi ternyata dari hasil obrolan dengan sang kepala sekolah, 3 bulan lebih bantuan belum ada juga. Sedikit putus asa terlihat dari sang kepala sekolah untuk berharap lebih dari dinas pendidikan yang mungkin melihat ada sekolah lain yang lebih membutuhkan atau ada lain hal...entahlah.

13688998571849526914
SDN Pasirranji 03 (Doc : CBC)


Akhirnya alternatif lain dari hasil diskusi kita coba dibahas. Pengajuan proposal bantuan ke beberapa instansi di luar pendidikan malah membuahkan hasil juga. Mengingat posisi geografis sekolah berada di pinggir jalan tol, Jasa Marga terketuk pintunya dengan memberikan bantuan berupa keramik lantai. Disusul oleh perusahaan penjuan BBM dari negara tetangga ikut memberikan bantuan keramik lantai juga. Aktivitas pemasangan dilakukan secara gotong royong dari warga selaku orang tua dari segelintir murid yang berharap sekolahnya menjadi tempat yang nyaman untuk mencerdaskan anak-anak mereka. Meski dengan warna keramik yang belang beraneka macam, lantai yang cukup mulus membuat wajah-wajah kecil lebih ceria mengikuti pelajaran bersama.

1368899917193853574
Sebagian Buku yang Selamat (Doc : CBC)


Dari hasil observasi team CBC, masih ada lagi yang perlu untuk dibenahi secara bertahap. Yang menjadi sasaran kita berikutnya adalah atap yang pada bocor dan plafon yang bolong sana-sini. Dinding yang sudah tidak berwarna, belang sana-sini juga menjadi target berikutnya. Pada saat menyambut UAN kemarin, pihak sekolah sudah mengalokasikan dana iuran guru untuk sedikit memoles dinding beberapa  ruang kelas, meski terlihat warna tidak rata dan semakin memudar tanda campuran air lebih banyak dan tidak bisa tertutup seluruhnya karena keterbatasan dana yang ada. "Minimal anak-anak lebih segar dan ceria menghadapi ujian", Pak Kepala Sekolah berkomentar sambil sedikit menghela napas menyaksikan anak didiknya yang harus tetap semangat dalam menuntut ilmu.

1368900013404113847
Plafon Jebol (Doc : CBC)


Akhirnya dari hasil diskusi cepat pagi itu, kita langsung susun strategi dan keputusan cepat. Uang kas sisa saweran buat kuliner setiap gowes mingguan kita liat lagi. Selanjutnya kita berpamitan dengan Pak Zarkasi selaku Kepala Sekolah dan langsung meluncur ke toko bangunan terdekat. Dengan gaya ahli bangunan rame-rame kita list kebutuhan untuk perbaikan dari hasil survey tadi. Bahan dan perlatan perbaikan plafon dan cat dinding akhirnya dipesan dan minta dikirim ke alamat sekolah. Semoga membawa berkah buat masa depan anak-anak cerdas penerus bangsa. 

1368900101100213622
Di Toko Bangunan (Doc : CBC)


Bantuan yang kami mungkin tidak seberapa dan masih banyak kurang sana sini. Jika ada yang tergerak untuk ikut berpartisipasi, silahkan hubungi kami. Lebih seru lagi kalau ikut gabung gowes bersama kami..gowes bareng bukan hanya buat diri kita, ternyata bisa memberi manfaat buat sesama.

Finally..gowes sabtu pagi jarak dekat yang cukup singkat ini seperti biasa kurang afdol tanpa wisata kuliner. Soto pasar modern KDM menjadi tujuan pit stop kami...dan saia dapat giliran mentraktir sosok-sosok kelaparan pagi itu...duhh... ^_^
1368900385982387621
Makan-makan...^_^ (Doc : CBC)

Salam Gowes,
It's All About Bicycle




Astra Green Lifestyle : Ayo Kita “Selingkuh”..!

Sunday, June 10, 2012


1339259734551549981
Bumi dalam sarang (pic: beritalingkungan.net)
Ayo Kita “Selingkuh”..!
Sebuah tulisan tertera dalam Green Sign Commitment pada acara Astra Green Lifestyle hari minggu pagi ini. Lho kok Astra mengajak kita untuk selingkuh?

Sebelum dapat komplen keras terus dipecat sama Boss-nya Astra, saya luruskan dulu deh judul di atas. Yup..dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup seduni dan HUT Astra ke-55, akhir pekan ini (9 - 10 Juni 2012 ) di Kawasan Plaza Timur Monas diselenggarakan event Astra Green Lifestyle. Astra Green Lifestyle mengajak masyarakat untuk belajar lebih mengenal lingkungan dan berbagai tips seputar pengelolaannya, melakukan dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut pada kehidupan sehari-hari. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat memberi contoh dan mengajarkan kepada lingkungan sekitar untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan. Lha terus apa hubungannya dengan selingkuh? Ayo Kita “Selingkuh”..!!SELamatkan LINGKUngan Hidup..!! cocok kan? jadi jangan berpikiran negatif dulu yah..*:senyum.
1339336000122715647
Green Sign Commitment : Ayo SELINGKUH..! (Doc: HUM)
Nah, dalam rangka ikut memeriahkan event ini, saya ‘n friends ikutan dalam salah satu agendanya, yaitu funbike, dengan rute Monas - Senayan - Monas melalui jalan Sudirman yang setiap hari kerja pamer paha dan penis (padat merayap tanpa harapan dan pengen nangis - red). Hari minggu pagi sepanjang jalan ini ditutup untuk kendaraan bermotor (Car Free Day) jadi para goweser dan pejalan kaki bisa santai menikmati jalanan luas tanpa terganggu kemacetan dan asap polusi kendaraan.
13393363182028295221
Santai menikmati jalanan ibukota (Doc: HUM)
Karena event funbike kali ini lumayan jauh dari tempat tinggal kita yang di kampung pinggiran ibukota, maka event kali ini merupakan gowes “di” bukan “ke” Monas. Kereta angin tunggangan pagi-pagi sudah naik ke truk diangkut duluan ke lokasi. Para penunggangnya masih menyempatkan diri sarapan sambil nunggu team komplit. Karena jalan tidak barang ini lah yang membuat sedikit  ribet pas sampai lokasi. Kondisi cukup crowded dengan banyaknya orang dengan berbagai agenda di lokasi acara. Muter-muter mencari tempat parkiran yang sudah padat dan ternyata harus muter lagi karena tempat unloading sepeda ada di parkir sisi lain.
13393365751753569536
Narsis sejenak (Doc: HUM)
Akhirnya dengan penuh perjuangan, rombongan dapat juga lokasi parkir di dekatunloading sepeda. Langsung injak pedal ke lokasi start…dan..tada… area start dah kosong melompong.. waduhh…sudah ketinggalan kereta ni..*:nyengir. Tapi ternyata kita tidak sendirian, karena ada beberapa goweser yang masih mengerumuni meja registrasi panitia, ambil snack dan masukin kupon doorprize, siapa tahu beruntung dapet Nissan Juke *ngayal.com.
1339336769331377500
Meja registrasi (Doc: HUM)
Tidak menunggu lama, langsung injak pedal mengejar rombongan yang sudah di depan. Untungnya karena ini memang event funbike, jadi peserta gowes dengan santai sehingga kita bisa langsung mengejar peserta di depan. Tua muda, laki perempuan,  anak-anak sampai orang tua ikut serta dalam event santai ini. Beragam juga sepeda yang menjadi tunggangan para peserta, mulai dari mountain bike yang paling banyak dijumpai sampai sepeda on road dan sepeda lipat. Banyak juga fixieyang berseliweran dengan warna warni mencolok khas anak muda. Tidak ketinggalan juga peserta “unik” dengan dandanan sepeda “aneh” mereka turut meramaikan suasana pagi yang cerah berawan tersebut. Suasana pagi tadi memang lumayan mendukung, matahari cukup bersahabat dan udara cukup nyaman terhirup masuk ke paru-paru, seakan bukan sedang melewati jalanan utama ibukota yang biasanya padat dan sarat dengan polusi.
13393375711413712039
Unik & Menarik (Doc: HUM)
Dengan rute yang relatif pendek dan full on road, jam 9 kurang sudah kembali lagi ke titik start. Bersantai sejenak sambil menikmati snack dan minuman ringan sambil melihat berbagai booth pameran dari beberapa perusahaan Astra. Selain funbike, event kali ini mengusung berbagai macam agenda yang berkaitan dengan lingkungan hidup yaitu Green Action berupa pembuatan 550 biopori. Selain itu, ada juga acara yang disebut Green Alarm yaitu kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah di sekitar Monas setelah itu akan dikumpulkan ke Bank Sampah untuk penimbangan dan akan dihancurkan menggunakan mesin pencacah sampah. Di Green Alarm ini para pengunjung yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak akan mendapatkan berbagai hadiah menarik.

Uji Emisi Gratis juga ada di sini yang merupakan wujud kepedulian Astra untuk mendukung program pemerintah dalam mengukur emisi gas buang kendaraan bermotor. Ada juga Green Talk, disini para pengunjung akan mendapatkan pengetahuan tentang mengenal alam dan bersahabat dengan lingkungan serta hidup sehat dari berbagai narasumber, diantaranya Dik Doank yang mengusung konsep sekolah alam Kandang Jurank, Melly Manuhutu tentang pola hidup sehat dengan makanan organik dan Amilia Agustin yang dikenal sebagai Ratu Sampah akan berbagi tentang pengelolaan sampah menjadi kompos.

Masih ada lagi Green Exhibition dan Education, para pengunjung dapat melihat pameran CSR lingkungan dari Grup Astra dan beberapa komunitas lingkungan yang juga akan menampilkan aksi kepedulian terhadap lingkungan dan mengenalkan gaya hidup ramah lingkungan.

Event-event peduli lingkungan semacam ini memang perlu untuk terus digalakkan dan tentunya perlu untuk dilanjutkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena kalau hanya dengan event seperti ini saja, pembuatan 550 biopori maupun pembersihan sampah seppanjang Thamrin - sudirman tidak ada gunanya jika warga jakarta masih tetap membuang sampah seenaknya atau jika dibandingkan dengan jumlah pohon yang ditebang setiap harinya melalui pembalakan liar oleh oknum-oknum yang tidak bertang gungjawab.
13393378981429989773
Hijaukan sepeda kita yukk..! (Doc: HUM)
So, kapan lagi kita berbenah untuk negeri ini, awali sekarang dan mulai dari diri kita. Kemudian carilah orang lain untuk kita ajak selingkuh..upppss…SELamatkanLINGKUngan Hidup ya..!!? :)

Salam Gowes,

It's All About Bicycle

Jalanku Bukan Untukmu, Berbagi Bukan Saling Serobot

Sunday, May 13, 2012




13369133981161377131
Pedagang kaki lima di jalur sepeda (Doc: HUM)

Gowes minggu ini "terpaksa" diwarnai dengan aksi "pembubaran" pedagang kaki lima di pinggir jalan. Setelah blusukan masuk perkampungan sekitar, rute pendek kali ini dilanjutkan menyusuri bike road di kompleks perumahan menuju pulang kembali ke titik nol. Seperti terlihat di atas, gambar diambil pada rute bike zonedi area depan sebuah kampus di titik 2 km sebelum masuk rumah. Sempat ambil gambar kemudian berhenti sejenak ngobrol melakukan mediasi dengan para pedagang dengan hasil  mereka bergeser posisi sekian derajat dari titik awal tidak mengambil jalur sepeda.

Di perumahan tempat kami tinggal memang sudah disediakan jalur khusus untuk goweser di pinggir jalan utama. Hal ini tentunya merupakan bentuk apresiasi pengembang terhadap para goweser yang mulai cukup banyak terlihat eksistensinya. Mulai dari sekedar olahraga bareng keluarga maupun aktivitas bike to work di pagi maupun petang ketika pulang kerja. Pembuatan jalur khusus sepeda ini sangat bermanfaat tentunya bagi para pengguna kereta angin tersebut. Tapi yang sedikit disayangkan adalah di beberapa titik, hak pengguna sepeda telah "diserobot" dengan aktivitas yang lain, salah satunya seperti gambar di atas. 

Satu titik lain tepatnya di depan sebuah supermarket "raksasa", goweser juga harus menjumpai bike roadyang diambil sebagai tempat mangkal ojeg menanti penumpang sehabis belanja. Yang sering dijumpai juga adalah pengguna kendaraan bermotor yang "mengambil hak" goweser dengan melewati jalur sepeda tersebut, bahkan seringkali yang terjadi adalah dengan melawan arus. Beberapa kali sengaja saya adu banteng tunggangan dengan biker yang melawan arus dan meyerobot jalur sepeda. Sengaja pitstop dengan posisi melintang dan mengingatkan pengguna kendaraan bermotor tadi untuk menggunakan jalur yang semestinya. Hasilnya adalah senyum kecut dari bikers yang saya "hadang" tadi. Jadi sebenarnya mereka sadar bahwa tindakan yang dilakukan tadi tidak benar. 
13369134892079284904
Pangkalan ojeg di jalur sepeda (Doc: HUM)

Budaya saling serobot ini sudah biasa dan jamak di negeri ini. Mungkin budaya kekeluargaan dan saling berbagi di negeri yang terkenal ramah tamah penduduknya ini sedikit terpeleset disalahartikan menjadi saling mengambil hak orang lain. Lihat saja banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang trotoar yang sebenarnya merupakan hak bagi para pejalan kaki. Parkir liar dengan mengambil sebagian badan jalan juga dengan mudah bisa kita temui di jalanan ibukota. Peran pemerintah dengan regulasi dalam berlalu lintas memang menjadi salah satu kunci untuk pengaturan pembagian "hak" ini. Di sisi lain, tugas kita sebagai warga negara yang mempunyai hak terhadap penggunaan jalan-jalan tadi sesuai fungsinya juga mempunyai peranan untuk pelaksanaan regulasi tadi. Dengan menggunakan jalur jalan sebagaimana fungsinya dan juga saling mengingatkan sesama pengguna yang lain untuk menghormati hak pengguna yang semestinya.

Kesadaran akan hak orang lain kadang sedikit terlupakan dengan dalih "sudah biasa" atau "terpaksa" dan kadang kala kita harus siap untuk memberikan theraphy dalam rangka menyadarkan orang lain. Aksi lawan arus atau menyerobot jalur sepeda tadi kebanyakan dilakukan oleh tukang ojeg, yang boleh dibilang mungkin lebih susah untuk disadarkan dibanding pengguna yang punya tingkat intelektual di atas mereka. Beberapa tukang ojeg yang pernah saya "hadang" tetap melanjutkan kendaraannya melawan arah meski senyum kecut dan tidak jarang malah mengumpat kesal. Sedikit lain dengan pengguna non ojeg yang tersenyum kecut dan "terpaksa" balik arah sesuai anjuran goweser yang menghadangnya *:senyum.

Memang dibutuhkan pendekatan yang berbeda untuk beragam tipikal pengguna jalan dan tingkat pemahaman serta kesadarannya. Kadang ironis juga ketika mendengar atau membaca berita pejabat dengan mobil dinasnya menyebot ke jalur busway. Semestinya dengan tingkat intelektualitas mereka, kesadaran akan hak pemakai jalan yang sebenarnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Artinya memang beliau dengan sadar dan sengaja melakukannya, entah dengan pertimbangan apa.

Jika setiap pengguna jalan sadar akan haknya dan hak orang lain, tentunya akan tercipta sebuah budaya yang tertib dan teratur di negeri ini. Fungsi  kontrol dengan punishment yang dilakukan aparat kepolisian lalu lintas mejadi faktor yang penting untuk membangun budaya ini. Kita sebagai salah satu pengguna jalan juga memegang peran yang tidak kalah pentingnya. Taat terhadap aturan yang diberlakukan dan saling mengingatkan merupakan kunci terciptanya iklim saling menghormati hak pengguna yang lain. Saya melakukan hal kecil dengan cara seperti di atas, bagaimana dengan Anda?

Salam Gowes,
It's All About Bicycle




May Day: Jalanan Lancar Jaya Bebas Macet

Tuesday, May 1, 2012


Pagi hari ini suasana begitu cerahnya. Rutinitas pagi seperti biasa berangkat kerja menyusuri jalanan menuju tempat mencari beberapa lembar dan receh untuk bisa makan iwak peyek sego jagung, sisanya buat beli Nissan Juke *:amin
1335848523313674102
Pagi yang cerah (Doc: FA)
Pagi ini merupakan peringatan hari buruh sedunia yang disebut orang dengan istilah May Day. Cikarang sebagai kota industri dengan ribuan buruh yang menggantungkan periuk nasinya di pabrik seputaran kawasan industri tentunya ikut menggeliat untuk seremonial ini. Berbagai persiapan dari para buruh dan aparat sudah terlihat sejak H-1 dan pagi hari tadi.

Suasana hari kerja pagi ini lain dari biasanya. Biasanya pagi hari berangkat kerja selalu diwarnai kemacetan panjang yang membuat orang-orang yang berangkat kerja sedikit frustasi. “Pamer paha” yang membuat orang jadi “pamer penis” menjadi sarapan sehari-hari. Uppsss…jangan ngeres dulu yah..”pamer paha”…padat merayap tanpa harapan yang bikin orang “pamer penis”…padat merayap jadi pengen nangis *:nyengir

Yup…suasana tadi tidak saya jumpai pagi ini. Perjalanan yang biasa ditempuh 45 menit sampai 1 jam, pagi ini bisa ditempuh hanya dengan 10 menit. Mengutip celoteh seorang warga yang begitu bahagianya dengan suasana pagi yang cerah dengan senyum merekah di bibir merah berikut,

” Pagi ini dari Cikbar ke tol cuma sktr 10 menit.. Endah beneerrr…” - bunga sepasang

Wuiihh…sebuah ekspresi curahan hati yang selama ini terbelenggu, begitu puasnya menikmati kebahagiaan suasana peruh bunga pagi ini *:senyum

Mungkin kontras sekali dengan kondisi di ibukota sana yang diwarnai oleh berbagai berita tentang kemacetan yang lebih parah dari biasanya yang sudah parah *waduh…parah dobel… bisa sekarat donk :nyengir.  Jadi titik point kemacetan sebenarnya bersumber dari kawasan industri di sekitaran Jakarta, yang biasa saya bilang daerah Jakarta corek *:senyum.

Kalau melihat fakta ini, kita sebenarnya bisa analogikan hal yang sama untuk masalah-masalah yang terjadi di ibukota. Kemacetan di ibukota sebenarnya berasal dari orang-orang yang berbondong-bondong datang ke ibukota saat pagi mentari mulai tersenyum dan sore hari saat rembulan mengintip dari balik peraduannya. Kalau melihat lebih luas lagi, kita bisa bilang bahwa konsentrasi penduduk di wilayah tanah air yang tidak merata merupakan pemicu masalah ini. Lebih jauh lagi kita bisa artikan tidak meratanya pengembangan pembangunan wilayah di tanah air kita. Mestinya para orang pinter di negeri ini bisa melihat hal ini dan merumuskan sebuah solusi yang tepat bagi negeri ini.

Analogi lain untuk masalah banjir Jakarta. Dari analogi itu bisa kita lihat bahwa point of problem terjadi di Jakarta, sedangkan point of cause kira-kira sumbernya dari mana? Bogor kota hujan? :D. Analogi ini memang tidak serta merta kita bisa cocokkan secara harfiah seperti analogi di atas. Konsentrasi pemerataan pembangunan itu merupakan campur tangan manusia yang menentukan setting-nya. Sedangkan curah hujan itu merupakan kuasa alam dan hak prerogatif dari Tuhan. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi potensi tadi dengan melihat dimana sumber point of cause kemudian membuat aktivitas antisipatif pada area point of problem. Jadi untuk urusan banjir, kuncinya ada di ibukota sendiri termasuk orang-orang di dalamnya.

So..nyok kite bareng-bareng benahin ibukote kite ni…mau orang betawi asli atau pendatang, punya andil yang same untuk bisa benahin ibukote kite yee…


*hhmm…endahnya hari ini…nikmatnya menghirup udara pagi ini, meski dipenuhi sisa-sisa polusi dari industri dan politisi…*:nyengir

Salam  Gowes,

It's All About Bicycle
 
Back to Top