Bicycle4you ~ It's All About Bicycle | Members area : Register | Sign in
Showing posts with label #hum. Show all posts
Showing posts with label #hum. Show all posts

Kasus Angeline di Mata Cenayang

Saturday, June 27, 2015

Kasus Angeline di Mata Cenayang


Sedih dan miris rasanya membaca kasus Angeline di media, si gadis kecil yang cantik ini. Perkembangan kasus yang semakin membuat pilu, entah apa yang ada di pikiran sang pelaku sehingga begitu tega dan gelap mata. Meski saya seorang laki-laki yang perasaannya tidak sesensitif kaum perempuan, tapi sebagai seorang ayah dari anak perempuan yang usianya sebaya dengan Angeline, hati ini ikut tercabik-cabik rasanya.
Ada satu berita yang cukup menarik mengenai kasus ini, yaitu perihal penerawangan seorang cenayang tentang meninggalnya Angeline. Beritanya bisa dibaca di sini. Saya jadi tertarik dan teringat sebuah film yang pernah saya tonton entah beberapa tahun yang lalu, judulnyaMinority Report yang dibintangi Tom Cruise dan Collin Farrel. Saya tidak ingin membahas mengenai cerita atau resensi film ini, tapi inti cerita di dalamnya yang coba saya kaitkan.
Dalam film Minority Report dikisahkan tentang adanya cenayang yang disebut 'Precog' yang bisa mengetahui bayangan masa depan. Kemampuan ini kemudian dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya sebuah kejahatan. Jadi ketika akan muncul sebuah tindak kejahatan, melalui 'Precog' ini sang 'calon' pelaku bisa diamankan lebih dahulu sebelum benar-benar melakukan tindakan kejahatan. Konsep 'Pre Crime'menjadi sarana yang ampuh untuk menekan angka kejahatan dan tindak kriminalitas yang akan terjadi.
Film fiksi ilmiah ini memang masih sebatas angan-angan dan imajinasi sang sutradara untuk saat ini. Apalagi cerita tentang masa depan merupakan sebuah misteri Illahi, meski kita bisa jumpai ada banyak 'orang pintar' atau peramal yang mengklaim bisa melihat masa depan. Memang merupakan sebuah misteri dan penuh kontroversi jika sebuah ramalan 'ternyata' menjadi kenyataan. Susah sekali untuk dibuktikan secara logika akal manusia. Saya cuma membayangkan jika cerita Cenayang tentang kasus Angeline di atas diungkap sebelum semua terjadi, mungkin si Cantik Angeline masih bisa menikmati masa kecilnya sekarang. Atau malah sebaliknya, sang Cenayang dianggap orang gila!
Pendekatan ilmiah mengenai precogniton atau ramalan masa depan ini bukan tidak mungkin untuk bisa diterapkan di masa yang akan datang. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknik predictive analytic bisa diimplementasikan. Pengguna ponsel pintar saat ini tentu tidak asing dengan predictive text yang akan muncul ketika kita mengetikkan sebuah huruf atau kata pada clipboard. Sebuah algoritma tertentu menjadi sarana sang ponsel pintar untuk memberikan prediksi terhadap kata atau kalimat yang mau kita tuliskan. Meski kadang sedikit mengganggu karena tidak sesuai dengan keinginan kita atau bahkan memunculkan ramalan kata yang jauh menyimpang dari yang diharapkan, tapi konsep predictive text ini merupakan pembuktian awal bahwa kemampuan 'Precog' sang Cenayang bisa kita ciptakan melalui teknologi.
Kalau Anda penggemar film dan juga pencinta sepeda, tentunya pernah menonton film Premium Rush. Coba amati kemampuan sang tokoh utama dalam 'menerawang' masa depan ketika akan melakukan sebuah tindakan. Dia coba membayangkan cepat beberapa kondisi 'masa depan' yang akan terjadi jika dia memilih tindakan A, B, C atau D. Akibat dari tindakan yang akan dia lakukan dianalisa melalui sebuah predictive impact sehingga bisa menghindari atau meminimalisir efek terburuk yang diakibatkan.
Teknologi GPS yang terintegrasi dengan ponsel pintar juga bisa kita kategorikan sebagai konsep 'Precog'Update lalu-lintas pada jalan di depan yang akan kita lewati akan dengan mudah kita dapatkan. Titik-titik kemacetan tergambar di depan, sehingga pengguna bisa melihat 'masa depannya' dan mencari alternatif untuk menghindari agar tidak terjadi, terjebak dalam kemacetan di 'masa depan'. Teknologi modern yang disematkan di mobil mewah bahkan sudah ada yang menerapkan sebuah 'Precog' untuk menganalisa kemungkinan terjadi tabrakan dengan benda lain pada jarak tertentu. Sistem akan memberikan peringatan kepada sang sopir tentang prediksi yang akan terjadi di 'masa depan'. Bahkan sistem 'Precog' ini terintegrasi dengan sistem mekanis mobil sehingga otomatis akan mengurangi kecepatan mobil dan melakukan pengereman untuk menghindari terjadinya benturan.

Jika dikaitkan dengan cerita cenayang kasus Angeline, mungkin bukan sebuah teknologi yang digunakan dan memang belum tentu terbukti kebenarannya. Tapi coba kita berandai-andai jika suatu saat teknologi sudah mendukung dan bisa terintegrasi dengan otak kita, sehingga sistem 'Precog' bisa mengingatkan atau bahkan otomatis mencegah ketika kita mau melakukan sebuah perbuatan negatif, mungkinkah? Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, tentunya atas kehendak-Nya.
Yang bisa kita coba lakukan adalah kenali lingkungan, waspada dan saling mengingatkan. Kenali lingkungan sekitar kita terhadap potensi bahaya yang ada. Selalu waspada akan kemungkinan yang terjadi dan saling mengingatkan ketika muncul ancaman yang tidak disadari orang lain sedangkan kita bisa memprediksi potensi bahayanya. Semoga Angeline cantik tenang dan damai di sana. Jangan ada lagi kasus yang menimpa Angeline-Angeline yang lain, anak-anak masa depan kita! Aamiin...

Salam,
HUM
It's All About Bicycle



Mintalah Bon Pembelian di SPBU

Monday, June 8, 2015

Mintalah Bon Pembelian di SPBU





Gonjang-ganjing harga BBM yang naik turun menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Ketika harga BBM naik, harga sembako tidak mau kalah melesat mengejar. Giliran BBM turun sedikit, sembako tetap konsisten. Sembako mah gitu orangnya.. konsisten....#loh
Saya lagi nggak pengen mbahas masalah harga BBM atau sembako atau tarif si AA yang suka naik turun #ehh. Maksudnya gini, saya heran dengan orang-orang berduit tu...naiknya mobil ber merek... Alparat.. Mbelgesdes yo ben...biemdabelyu...tapi kok ngantrinya beli premium. Ngeluh harga petromax mahal. Apa ndak bisa berhitung apa ya..? 1 liter sekarang harganya cuma 8.700, kalau belum naik. Coba bandingin musti keluar duit 50 jt cuman dapet brp mili liter tu sama si AA #nyengir
Cukup..! Sekarang yang serius ya.. Baiklah. Jadi begini, kemarin bini cerita habis ngisi bensin penuh buat mobilnya habis 450 ribu. Saya tanyain, " Yakin bayar segitu?" Dengan mantab bini njawab, " Yakin lah..lha wong duit di dompet ya cuman segitunya..ni habis tinggal marebuan.." sautnya sambil nyodorin dompet yang  sobek sana sini penuh sesak kartu kagak jelas. Hmm..yang saya pikirkan nggak se-simple istri saya. Dalam hitungan cepat di kepala coba kalkulasi. Coba kita hitung, 450.000/7.400 = 60,8108108 liter (hebat juga itungan cepat kepala di luar ini ya..? Sampek dapet berapa digit belakang koma gitu.. :D). Sedang kapasitas tangki si Vina mobilnya istri, menurut spesifikasi di buku panduan pemilik kendaraan cuma 52,4 liter, luber-luber tu bensin mestinya. Ada apa ini..? Apa yang sebenarnya telat terjadi?
Berbagai asumsi bermunculan di kepala. Dicurangi tukang pom bensin? Bisa iya bisa tidak. Kalau Mas Anang sih Yes...Tapi tak begini.. Kau khianati hati ini.. Kau curangi aku..#gubrak Sayangnya istri tidak menyimpan bon pembelian bensin itu, meski yakin dengan jumlah nominal yang dibayarkan (nggak yakin juga sih saya mah sama ingatan istri). Analisa lain mungkin keliru ngisi pertamax? Coba hitung cepat lagi, 450.000/8.700 = 51,7241379 liter. Nah, ini angka mendekati kapasitas maksimal tangki, meski kalau bener mesti ngisi segitu, artinya isi bensin sebelumnya di dalam tangki hanya tersisa 0,6758621 liter..!! Nggak masuk akal sih kalau saya yang bawa mobil, nyisain isi tangki sampai hampir ludes gitu :D
Oke..lupakan angka-angka perhitungan dengan sekian koma di belakang tadi, bikin pusing pala berbi saja. Yang saya coba pikirkan adalah bagaimana seandainya istri saya minta bon ke tukang pom bensin dan berhenti sejenak untuk memeriksa angka-angka kalkulasi di atas. Common sense dan logika kasar cukup untuk melihat kejanggalan yang mungkin terjadi. Jadi kan kita tidak perlu berasumsi seperti analisa di atas.
Memang kelihatannya sebuah hal yang sepele, hanya secarik kertas kecil bon pembelian bensin yang orang seringkali abaikan, tapi ini menurut saya menjadi penting. Efek positifnya tentu dengan minta bon kita tidak jadi tercurangi oleh ulah SPBU maupun oknum nakal di pom bensin itu. Lebih jauh lagi, kita bisa mencegah atau menutup potensi kecurangan yang bisa dilakukan oleh SPBU ataupun oknumnya. Nilai manipulasi mungkin bagi sebagian orang dianggap kecil. Tapi yang menjadi point adalah bahwa ini masalah mental karena ada peluang dan kesempatan.
Hal lain yang pernah saya jumpai dan mungkin sudah menjadi praktek umum adalah jual beli bon pembelian bensin. Mungkin ada yang berpikir aneh, bagaimana caranya..? Beberapa kali saya jumpai sopir pribadi atau perusahaan ketika selesai isi bensin yang menanyakan ada bon pembelian lain nggak? Tentunya yang nilainya lebih besar dibanding yang dia isikan ke mobil perusahaan atau bosnya. Korupsi dan kolusi antara sopir dan oknum SPBU ini tentu tidak terjadi jika setiap pelanggan selalu minta bon pembelian setiap habis isi BBM.
Melihat kenyataan dan kondisi di lapangan seperti itu, saya pribadi selalu mengingatkan mulut ini untuk minta bon pembelian ke petugas SPBU setiap kali isi BBM, selain juga sebagai catatan boros tidaknya pemakaian BBM selama periode itu. Cukup simple dengan mengkalkulasi berapa kilometer jarak tempuh dibanding berapa liter isi BBM full tank. Jadi hampir selalu saya isi BBM full tank, jika dompet ada isinya tentunya. #mringis. Boleh juga kemudian kita kumpulin bon pembelian tadi, siapa tahu nanti ada program beli 10 kali gratis 1 kali full tank. #ngarep
Sedikit berandai-andai kemungkinan penggunaan teknologi untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan potensi penyalahgunaan oleh oknum SPBU ini. Dengan teknologi saat ini bisa saja pembelian BBM ini terintegrasi dengan akun bank kita. Jadi dengan menggunakan kartu kredit maupun debit untuk pembelian. Bon atau struk pembelian juga tidak perlu dicetak, bisa langsung dengan notifikasi SMS atau email yang bisa kita lihat informasinya saat itu juga. Jadi selain menghindari tindakan manipulasi tadi juga selaligus menerapkan konsep go green, paperless.
Jadi mulai sekarang, yuk kita selalu minta bon pembelian setiap kali isi BBM. Hal kecil sepele tapi bisa menumbuhkan dan menjaga sikap mental jujur dari kita, masyarakat, rakyat Indonesia. Revolusi mental kata mas Joko..#nyengir
Salam, 
HUM
It's All About Bicycle
 
Back to Top