Bicycle4you ~ It's All About Bicycle | Members area : Register | Sign in

Cara Rumah Sakit Siloam Tangani Pasien BPJS

Sunday, May 24, 2015

Betapa senangnya ketika diberi kabar kalau ponakan pada mau datang saat liburanlong week end kemarin. Yang lebih spesial adalah Ibunda tercinta mau ikut juga. Mengingat kondisi usia Ibu yang sudah cukup berumur, saya mengkonfirmasi dulu kondisi kesehatan beliau ke Kakak di kampung halaman. Dapat jawaban bahwa kondisi Ibu cukup fit dan terlihat antusias jadi cukup lega dan gembira mendengarnya. Akhirnya hari Rabu sore rombongan 2 mobil meluncur dari Magelang menuju Cikarang. Tidak lupa persediaan obat-obatan disiapkan untuk Ibu.
1432465706917177913
Ceria bersama (Doc: HUM)
Kamis menjelang pagi rombongan keluarga sampai. Senang rasanya hati ini berjumpa dengan keluarga terutama melihat Ibu yang terlihat segar meskipun rambut putih  tidak bisa menyembunyikan usianya. Setelah cukup istirahat, kita jalan ke tempat pemancingan sekalian makan siang dan sekaligus bermain buat anak-anak. Sore menjelang tanpa terasa karena asyik menikmati suasana dan bergembira bermain bersama anak-anak. Kita pulang masih penuh keceriaan sambil diskusi agenda besok mau main lagi kemana.
1432465913350984803
Yuhuu… (Doc: HUM)
Suasana gembira seketika sirna ketika sampai di rumah selepas sholat maghrib, Ibu yang keluar dari kamar mandi terlihat berjalan sempoyongan. Akhirnya dipapah masuk ke kamar dan ‘tertidur’ pulas sampai ngorok. Yup..’tertidur’ yang tidak biasa. Cukup panik tapi tetap berusaha tenang akhirnya kita putuskan dibawa ke RS. Pilihan saya jatuh ke RS. Siloam. Meskipun ada RS yang lebih dekat tapi pengalaman yang cukup baik sebelumnya membuat saya memutuskan arah setir mobil kesana.

Di perjalanan sempat terlontar ucapan Kakak bahwa kartu Askes dan KTP Ibu tertinggal di Magelang. Ya sudah, nanti diurus belakangan yang penting pertolongan pertama segera dilakukan.

Cukup sigap Dokter dan Perawat menyambut kedatangan kami. Tindakan pertolongan langsung dilakukan. Paralel dengan tindakan yang dilakukan, kami urus administrasi. Kami sampaikan bahwa Ibu ada Askes tapi tertinggal di Magelang. Jawaban dari mBak admin mengatakan, “wah, tidak bisa kalau tidak ada kartunya”.
Akhirnya karena kondisi darurat kami putuskan daftar sebagai pasien umum.

Setelah mendapatkan pertolongan dari Dokter, alhamdulillah tidak berapa lama Ibu akhirnya sadar. Dokter menyampaikan kondisi Ibu dari hasil lab bahwa mengalami drop gula darah dan Hb yang rendah sehingga mengakibatkan hilang kesadaran. Sang Dokter muda itu kemudian konsultasi dengan Dokter Spesialis penyakit dalam yang akhirnya diputuskan malam itu Ibu perlu dirawat dengan intensif di Health Care Unit (HCU). Bagian administrasi kemudian menjelaskan lagi estimasi biaya perawatan per hari yang cukup besar dan perlu membayar deposit saat itu juga.

Mengingat belum tahu perkembangan kondisi Ibu akan berapa lama dirawat di HCU, saya kemudian kontak orang rumah untuk mengirimkan kartu Askes dan KTP yang tertinggal di rumah. Kakak di rumah mengirimkan scan dokumen via email dan berencana mengirimkan fisik lewat titipan kilat.

Pagi harinya saya coba ke Front Office (FO) untuk diskusi mengenai penggunaan kartu Askes, karena saya dan keluarga kecil ada asuransi kesehatan dari kantor sehingga belum pernah pengalaman dengan BPJS. Sedikit terkejut ketika saya melihat sebuah X-Banner yang berisi tentang penjelasan penggunaan kartu BPJS. Di situ ditulis bahwa pengurusan bisa dilakukan dalam waktu 3×24 jam setelah pasien di rawat. Loh..kok tadi malam admin IGD langsung bilang tidak bisa..?! Penjelasan bagian FO membuat semakin blunder ketika mengatakan bahwa pasien yang terdaftar sebagai pasien umum tidak bisa dirubah ke BPJS dengan tambahan pernyataan, “kan Bapak sudah menandatangani persetujuan administrasi sebagai pasien umum.”
Saya coba jelaskan bahwa jika bagian admin IGD semalam menjelaskan bahwa bisa diurus 3×24 jam tentu lain ceritanya. Lagi pula di IGD tidak ada X-Bannerseperti yang terpasang di FO sehingga kita ikuti keterangan sang admin IGD, apalagi dalam kondisi darurat yang butuh keputusan segera. Seolah-olah ‘menjebak’ pasien kalau ceritanya seperti itu.
14324662041221309484
X-Banner BPJS (Doc: HUM)
Terus bagaimana solusi untuk bisa memanfaatkan kartu BPJS?
FO menyampaikan bahwa pihak RS tidak bisa serta merta menerima pasien BPJS, harus dilakukan cek oleh dokter dulu apakah memenuhi kriteria untuk dirawat. Dengan agak sedikit emosional saya bilang, “kalau kenyataan saat ini Ibu saya dirawat di ICU, apakah perlu dipertanyakan lagi ke dokter memenuhi kriteria perlu dirawat atau tidak?”
Sang FO sedikit kebingungan menjawab dan masih tetap berkata bahwa tidak bisa dirubah ke BPJS karena sudah terlanjur terdaftar sebagai pasien umum.

Karena diskusi tidak menemukan titik temu, saya tanyakan jadi bagaimana caranya agar bisa menjadi pasien BPJS? Penjelasan FO berikutnya membuat kening mengkerut, pasien harus check out pulang dulu dan nanti sore datang lagi untuk daftar dan harus ada rujukan faskes yang di kampung. Dalam hati bilang, “ini FO bikin dongkol juga, orang dirawat di ICU suruh pulang kampung nyari rujukan trus balik lagi” *geleng-geleng. Solusi lain adalah pindah ke RS lain untuk daftar sebagai pasien BPJS. Solusi terakhir ini seperti memberi kesan kalau RS. Siloam mau lepas tanggung jawab.

Akhirnya saya dan Kakak coba naik banding dengan sedikit kritik, RS sebesar ini dan track record selama ini yang cukup bagus kenapa membingungkan dalam memperikan pelayanan ke pasien. Kita paksa ketemu dengan atasannya yang lebih berwenang dalam mengambil keputusan dengan menjelaskan argumen-argumen tadi. Akhirnya sang FO berjanji akan diskusi di internal mereka dan memberi kabar secepatnya.

Sore hari hand phone berdering dan suara di seberang sana memberi tahu bahwa saya bisa ke bagian FO untuk diskusi BPJS. Singkat cerita pihak RS memberikan solusi bahwa pasien bisa menggunakan BPJS dengan cara menyelesaikan administrasi sebagai pasien umum dan daftar lagi dengan BPJS. Tapi waktu cut offharus beda hari, jadi dilakukan penyelesaian administrasi pasien umum di jam 11 malam, kemudian daftar dengan BPJS setelah jam 12 malam, sehingga pasien tidak perlu keluar dari RS. Menimbang-nimbang bahwa ini solusi yang terbaik, akhirnya malam-malam urusan administrasi kami selesaikan.

Alhamdulillah dengan perawatan yang profesional dan bagus dari Dokter dan Perawat di RS. Siloam, Ibunda saat ini sudah pulang dari RS. Kisah ini bukan bertujuan mencemarkan nama baik RS. Siloam malah justru sebaliknya saya sangat mengapresiasi kebijakan dan keputusan serta tindakan yang dilakukan pihak RS. Terima kasih Siloam.
1432466294898076751
Ibunda dikelilingi anak cucu (Doc: HUM)
Kisah ini untuk menjadi catatan saya dan pengalaman buat pembaca. Beberapa point yang bisa kita ambil sebagai catatan. Yang pertama catatan buat perbaikan sistem informasi RS ke pasien. Kasus kami terjadi karena ada salah komunikasi saat awal masuk IGD. Jika informasi cukup jelas tentu tidak terjadi salah paham dengan pasien maupun keluarga pasien. Butuh penjelasan yang mudah dipahami terlebih kondisi panik yang dialami pasien maupun keluarga sehingga seringkali bingung dalam mengambil keputusan cepat.

Yang kedua adalah catatan buat pasien maupun keluarga. Kita harus paham prosedur administrasi BPJS sehingga bisa mempersiapkan segala sesuatu. Kriteria pasien BPJS memang harus dilakukan cek dan validasi oleh Dokter dan ini dilakukan bertingkat sehingga mekanisme surat rujukan adalah untuk tujuan penanganan yang lebih tepat dan akurat.

Yang tidak kalah penting adalah sikap pro aktif kita terutama sebagai keluarga pasien untuk diskusi dengan pihak yang kompeten di RS ketika ada sesuatu yang menjadi kendala. Argumen yang kuat dan diskusi yang mengarah ke solusi merupakan cara untuk bisa menyelesaikan masalah bersama.

Jadi, jika kita paham prosedur yang ada dan mempersiapkan dengan baik maka yakinlah bahwa akan diberikan kemudahan dalam setiap prosesnya. Selalu siap dan berpikir tenang meski dalam kondisi darurat akan memudahkan segala urusan kita. Semoga kita semua diberi kesehatan dan selalu dalam lindungan-Nya. Meski ada BPJS…kesehatan tetap tidak ternilai harganya :)


It's All About Bicycle

3 Kali Hamil Akibat Merayakan Valentine

Tuesday, February 17, 2015

1424185119524473271
Colorful Chocolate (source: tastespoting.com)

Miris rasanya ketika membaca berita di media tentang Valentine’s Day yang berujung pada sex bebas kalangan anak muda. Hari kasih sayang yang diterjemahkan bebas menjadi bebas bereksperimen memberikan benih kasih sayang. Bahkan banyak pemuda pemudi yang terang-terangan belanja alat kontrasepsi yang sangat mudah dijumpai di minimarket maupun warung pinggir jalan sekalipun untuk persiapan hari kasih sayang tadi. Bahkan muncul issue dan photo yang beredar, paket coklat berisi kondom yang cukup ramai dibicarakan.

Momen Valentine’s Day ini membawa memori saya ke beberapa tahun yang lalu.
Ya, saya adalah salah satu orang yang ikut hebohnya momen Valentine’s Day ini kalau nggak mau dibilang ikut merayakannya. Akibatnya…3 kali saya membuat hamil seorang wanita. Sebenarnya malu untuk saya ungkapkan di tulisan ini, tapi begitulah kenyataannya dan ini adalah kisah nyata. Semoga menjadi pelajaran yang bisa diambil hikmahnya oleh anak muda sekarang.

Kisahnya berawal 14 tahun yang lalu, saat masa-masa menjadi seorang mahasiswa dengan waktu bebas sebagai anak kost yang jauh dari orang tua. Kemandirian sebagai seorang anak kost membuat saya merasa sudah dewasa dan berhak menentukan setiap aktivitas saya sendiri. Sebagai seorang mahasiswa dengan status jomblo, tanggal 14 February merupakan saat yang tepat untuk menebarkan kasih sayang kepada gadis idaman.

Saat itu ada seorang gadis yang menjadi target lemparan batang coklat sebagai umpan luapan kasih sayang dengan harapan mendapatkan balasan, meski hanya lemparan sebuah senyuman. Scenario sudah dirancang beberapa hari sebelumnya, kebetulan minggu itu ada satu event pameran komputer di kampus. Sebagai seorang mahasiswa geek yang tiap hari berkutat dengan komputer, agenda ini saya manfaatkan untuk kamuflase. Tepat di tanggal 14, pagi-pagi saya kontak sang target, mengajak untuk lihat pameran komputer nanti malam. Ternyata gayung bersambut. Langsung tancap gas ke minimarket terdekat, comot dua batang white chocolate. Yup…satu sebagai cadangan.. *nyengir

Dengan hati-hati saya buka bungkus coklatnya. Mulai jemari ini menuliskan kata-kata indah di dalamnya. Setelah dibaca ulang dan dirasa cukup membuat seorang wanita melayang ke langit ketujuh, coklat dibungkus kembali dengan rapi. Perfect idea..!!

Singkat cerita akhirnya kita menikmati malam kasih sayang itu dengan berkelilingstand pameran dan dilanjut menghabiskan malam menyusuri jalanan kota gudeg yang berwarna-warni ceria malam itu. Sebatang white chocolate yang sudah dipersiapkan akhirnya saya berikan kepada si gadis yang ternyata sangat suka dengan coklat. Yes…!! umpan sudah masuk, tinggal meneruskan ke tahap selanjutnya. Hmm..kira-kira perlu diceritakan nggak ya kronologis selanjutnya..? Anda yang sudah masuk usia remaja menuju dewasa tentunya sudah paham kira-kira bagaimana kronologisnya sehingga menyebabkan sebuah kehamilan.

Yup..akhirnya sang gadis tadi hamil akibat perbuatan saya.

Ehh…tapi sebentar dulu, prosesi kehamilan kan memakan waktu yang cukup lama, masak tiba-tiba hamil begitu saja..?

Yup..betul, cerita belum selesai dan terpotong begitu saja, masih ada kisah lanjutan sebelum kehamilan sang gadis. Jadi, setelah batang coklat tadi berpindah tangan, langsung masuk ke saku belakang jeans belel sang gadis yang langsung melambaikan tangan dan segera berlalu masuk ke pintu gerbang kost, meninggalkan saya di atas motor kesayangan. Apakah saya kejar..? Ternyata tidak, saya masih bisa untuk menahan nafsu. Dan memang scenarionya disusun tidak terburu nafsu *nyengir. Ada catatan kaki di dalam bungkus coklat tadi “kutunggu jawabanmu via email 3 hari lagi”.

3 hari berlalu dengan lambatnya. Pagi hari tanggal 17 February, dengan bergegas kupacu sepeda motor ke kampus, tujuannya pasti..lab informatika. Kok sepi..?Damn..!! server error.. Segera bergegas menuju warnet seputaran kampus. Siyal…!! mati listrik sepanjang Jakal. Segera tancap gas potong kompas selokan, sebuah warnet terlihat dengan deretan sepeda motor parkir di depannya. Terpampang papan nama warnet..D’Java. Tidak sabar tarik keyboard dan perlahan membuka email. Sebuah pesan baru muncul di sana. Dengan hati berdebar penuh harap mouse mengeser kursor dan klik…terbukalah body message. Yess..!! Seketika hati berbunga ketika membaca baris demi baris kalimat yang ada. Coba diulangi lagi setiap detail kalimat siapa tahu berubah. Definitely Yes..!! proposalku diterima :)

Dan hari ini tepat tanggal 17 February, 14 tahun yang lalu kami resmi jadian. Dan akibat jadian dalam momen Valentine’s Day ini, sang gadis berhasil  saya hamili sebanyak 3 kali, memunculkan sosok-sosok lucu yang selalu mewarnai hari-hari bahagia kami mesti duka kadang terlewati.

Semoga kisah nyata ini membawa hikmah bagi kita semua, terutama kaum jomblo agar segera termotivasi untuk berani menghamili….stelah resmi menjadi istri tentunya *nyengir

Would you be my Valentine..? :)

*dedicated to My Beloved

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

Ciuman yang Membuat Amnesia

Thursday, January 22, 2015

142191870991954768
Amnesia (source: exofanfictionindonesia.wordpress.com)

Akhirnya usai sudah masa opname beberapa hari di Rumah Sakit. Dokter memberikan surat pengantar keluar RS dengan catatan kontrol lagi 3 hari ke depan. Badan lumayan segar ketika kaki melangkah meninggalkan bangunan megah tempat orang menyembuhkan diri dari penyakitnya itu.

Tiga hari berlalu untuk istirahat di rumah. Terasa ada sesuatu yang belum kembali utuh ketika tiba waktu kontrol lagi ke dokter.


“Dok, kondisi badan sih sudah mulai segar lagi. Tapi kok terasa ada sesuatu yang hilang ya, Dok?”, aku coba buka percakapan di sesi konsultasi dengan dokter hari itu.


“Yang dirasakan bagaimana, Pak?”, dokter balik bertanya memperjelas.


“Saya sepertinya amnesia terhadap beberapa kejadian yang telah berlalu, Dok..”

Kemudian mengalir sesi diskusi selanjutnya dan ditambah sesi cek kondisi tubuh. Kesimpulan dokter hanya perlu istirahat satu dua hari lagi untuk pulih seperti sedia kala.

Dalam perjalanan pulang masih kucoba untuk menggali memori masa lalu yang ternyata banyak yang blank... hilang dari ingatan. Sampai di rumah langsung kubukalaptop dan browsing isi hard disk. Satu tujuannya…melihat photo-photo untuk bisa mengembalikan sebagian memoriku yang hilang. Satu persatu folder berisi photo-photo kubuka perlahan. Sedikit senyum lega ketika beberapa photo berhasil mengingatkan kembali memori ketika melihat pose bersama teman-teman dekat, meski banyak juga photo-photo orang yang tak masuk ke memori di kepalaku. Berkali kucoba menerawang jauh untuk mengingat sosok-sosok yang ada di photo itu, tapi belum membuahkan hasil juga. Lelah juga mata ini menatap monitor dengan serius. Akhirnya terlelap tanpa sempat mematikan laptop.

Mentari pagi masuk menerobos kisi-kisi jendela membangunkanku yang terlelap. Langsung kuraih laptop yang masih menyala. Kembali kubuka photo-photo semalam. Ternyata masih sama, aku belum bisa juga mengenali beberapa sosok di dalamnya.

Guyuran air shower membasahi ujung rambutku, terus menyiram deras dari atas ke bawah. Guyuran demi guyuran deras mengalir dengan penuh harap segarnya pagi ini dapat menyegarkan kembali isi kepalaku.

Sambil menyantap roti dan teh hangat sarapan pagiku, kembali kubuka layarlaptopku. Kali ini coba masuk ke folder-folder yang lainnya. Mouse di tangan terhenti sejenak ketika kursor tertuju pada sebuah folder bernama “My Special”. Perlahan kubuka isinya. Muncul deretan file gambar di dalamnya. Sedikit tertegun ketika salah satu file kubuka. Muncul photoku sedang bersama dengan seorang gadis cantik dalam pose yang cukup manja mencium pipiku. Kupukul kepalaku sedikit…damn..siapa gadis ini..? Tak terlintas sedikit pun di memoriku. Siyal.!
Beberapa photo yang lain dengan tidak sabar kubuka satu persatu. Muncul lagi photo dengan pose yang hampir sama, tapi dengan gadis yang berbeda lagi. Tak kurang dari 10 orang gadis yang berpose bareng berdua denganku. “Cukup romantis ternyata aku ya..?”, sedikit senyum ketika bergumam dalam hati. Ternyata cukup banyak gadis cantik di sekelilingku selama ini. “Tapi kenapa di usiaku yang sudah kepala tiga ini aku masih saja jomblo ya..?” Kembali kumerenung berusaha mengembalikan sisa-sisa memori masa laluku. “Ahh..mungkin dulu aku terlalu memilih..atau..aku seorang plaboy..?” damn…bisa jadi kenapa tak satu pun gadis di photo itu yang menemani disampingku sekarang.

Kucoba explore lagi lebih dalam photo-photo tadi. Dari data exif photo memperlihatkan creation date maupun date modified yang beragam, tapi masih dalam kisaran waktu satu dua tahun ini. Artinya gadis-gadis tadi belum lama ada di kehidupanku, tapi sayangnya hilang dari memoriku.

Akhirnya kuhempaskan tubuh ini di ranjang sambil pencet remote controlmenyalakan TV. Perlahan mata ini terlelap lagi terbuai di peraduan diiringi suara TV yang masih nyala. Bunyi bip-bip beberapa kali dari smartphone di meja membuyarkan mimpiku. Segera kuraih gadget itu dan terlihat ada pesan dari Joe, salah seorang teman akrab yang tidak hilang dari ingatanku.


“Hi Bro..gimana kabar..? Dah baikan belom..? Cepetan balik tu isi kepala..biar bisa bantuin gw eksis di socmed..hehe.. Btw thanks ya photo terakhir kemaren…editannya mantab Bro..! Temen gw pada ngiri semua tu jadinya..hahhaa..!!”

Deretan pesan dari Joe seketika membuat pening kepala. Segera kuraih lagi laptopyang masih setia menyala. Kubuka satu photo mesra saat seorang gadis manis dengan manja mencium pipiku. Kupandangi dengan seksama wajah gadis cantik itu. Suara TV yang sedang menayangkan acara infotainment membuatku memalingkan mata mengamatinya. Terlihat di layar kaca seorang gadis cantik sedang diwawancara. Sekali lagi kupalingkan muka ke layar laptopku…damn..ini kan gadis yang sama..seorang artis pernah menciumku..?

Kuraih bantal disamping dan cepat kupukulkan ke kepalaku…damn…seketika dunia berputar dan balik semua isi kepalaku…
Ohh NO….aku adalah seorang jomblo yang maniak photoshop…damn its true..!!
Sayup-sayup terdengar alunan lagu back sound acara infotainment di TV..
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku

…………
*terinspirasi saat bolak-balik ke RS akibat dicium nyamuk
**semoga sehat semua :)

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

Kenapa Aku Dilarang Mengucapkan Selamat Natal?

Saturday, January 10, 2015



“Selamat Natal…”

Sebaris kata terlontar dari mulutku ketika berpapasan dengan seorang perempuan.

“Husshh…tidak boleh..!”, perempuan itu menyahut sapaanku tadi.

Hhmm…sepertinya salah orang, gumamku dalam hati. Sekilas kupandang sosok perempuan yang berbapasan tadi. Pakaian putih bersih dikenakannya dengan kerudung anggun yang menyisakan raut mukanya yang cukup ramah. Identitas sebagai seorang muslimah terlihat jelas, pantas saja dia tidak menyambut ucapan selamat natal tadi.

Masih kususuri koridor pejalan kaki yang dipenuhi pohon rindang di kanan kiri yang membuat siang itu terasa cerah dengan angin sepoi-sepoi menerpa ujung rambut ini. Di kejauhan terlihat seorang laki-laki yang sedang berjalan menyusuri koridor yang sama. Sebentar lagi tentunya akan berpapasan denganku.

“Selamat Natal, Pak…”, sekali lagi terlontar ucapan yang sama seperti tadi. Reaksi sang bapak ternyata tidak jauh beda dengan perempuan berkerudung tadi, bahkan lebih singkat “Hushhh…!, sambil menempelkan jari telunjuk ke bibirnya yang dihiasi kumis tipis dan…ohh..iya, ternyata si bapak juga berjenggot lumayan tebal. Ohh…seorang muslim juga kah..?

Belum lama si bapak berlalu dari hadapan ketika di depan terlihat seorang laki-laki berpakaian putih bersih, berkacamata dengan kulit yang putih juga, khas seorang warga keturunan. “Kali ini mudah-mudahan tidak salah lagi”, kataku dalam hati.

“Selamat Natal…”, sambil tersenyum kulontarkan sekali lagi ucapan yang sama. Kali ini reaksinya ternyata tidak beda jauh, tetap dengan “Hussshh…!”, meski sedikit senyum terlihat sambil berlalu.

Sebuah kursi taman di bawah sebatang pohon yang rindang akhirnya menjadi tujuanku menghempaskan diri. Sambil merenung apa yang salah dengan ucapan “Selamat Natal” ku tadi. Perlahan kuraih dompet dari balik saku celana. Entah apa yang mendorongku untuk mengeluarkan selembar KTP dari sela-sela lipatan dompet. Segera muka ini berbinar melihat tulisan di dalamnya. Kulihat perempuan berkerudung tadi tidak jauh dari tempatku duduk. Segera kuberlari menghampirinya dengan muka berbinar. “Hari ini benar tanggl 25 kan, Bu..?”

“Iya, betul…ada apa kok gembira begitu..?”, jawabnya dengan antusias. “Coba lihat KTP ku, Bu..”, sambil kusodorkan selembar KTP ke depannya. Tertulis di situ, tanggal lahir 26 Juli 1969, “berarti besok aku ulang tahun…!!”, teriakku gembira.
“Wah, selamat ya…coba kasih tahu teman-teman yang lain”, si Ibu dengan antusias menambahkan.

Segera kuberlari keliling taman sambil teriak gembira, “Teman-teman….besok aku ulang tahunnn…!!”
14208689811728759059
RSJ (Doc: OM AY)
Rasa gembira yang meluap membuatku terus berlari mengelilingi taman dan berteriak kepada setiap orang yang berpapasan. Sampai akhirnya aku berlari ke pintu gerbang dan sekilas terlihat sebuah papan nama besar terpampang di sana “Rumah Sakit Jiwa”. Ahh…ternyata aku gila..





*terinspirasi liburan di RS (nggak pakek “J”) :D

Salam Gowes,

It's All About Bicycle

Kejutan Kebaikan

Wednesday, December 24, 2014

1419410375611607058
Berbagi Kebahagiaan (Doc: HUM)

Jum’at sore saat pulang dari tempat kerja, saya sempatkan belok sejenak ke tukang koran majalah langganan di pinggir jalan buat cari bacaan sebagai teman week end. Saya sebut langganan karena memang hampir setiap minggu saya mampir di situ untuk cari majalah. Biasanya Jum’at sore sepulang kerja atau Sabtu pagi saat pulang dari gowes lokal. Pernah terpikir untuk langganan langsung ke redaksi koran dan majalah yang bisa saya baca, tapi ada pertimbangan lain yang mendasari untuk tidak berlangganan, meskipun dengan berlangganan langsung harga lebih murah.

Yang pertama dengan berlangganan artinya kita terikat untuk ‘harus’ membaca setiap kiriman datang dan itu merubah sebuah hobby menjadi ‘beban’ :D.

Pertimbangan kedua adalah sebagai media berbagai rejeki ke si penjual. Satu lagi pertimbangan mampir ke situ adalah karena di dekat lapak si Ibu tukang koran ada tukang mie ayam favorit tempat nongkrong kuliner sore habis gowes, jadi ada alasan sekalian beli majalah sekalian menikmati semangkok mie yang maknyuss..:)

Nah, seperti Jum’at sore kemarin setelah pilah-pilih majalah dilanjut menikmati semangkok mie ayam. Belum habis menyantap mie, datang lima orang cewek pesen mie ayam juga di situ dan kebetulan karena meja kursi lapak terbatas akhirnya duduk berdekatan. Dari obrolan mereka bisa disimpulkan bahwa cewek-cewek ini adalah karyawati pabrik boneka di deket situ. Memang di daerah sini banyak bertebaran kawasan industri dengan produksi yang beraneka ragam. Tanpa terasa sampailah saya pada suapan sumpit terakhir mie ayam. Ditutup dengan sedotan terakhir teh botol akhirnya saya bangkit dari kursi dan jalan ke sang penjual.

Saya keluarkan dompet dan sedikit bisik-bisik minta ke Ibu penjual mie ayam untuk bayar sekalian cewek-cewek yang duduk di dekat saya tadi. Si Ibu sempat terdiam sejenak dan memandang suaminya yang sedang asyik mencuci mangkok di sebelah seolah minta pendapat. Mungkin dia berpikir aneh ini orang, kenal juga kagak pakai acara bayarin :D

Akhirnya dengan sedikit memaksa bergerak cepat nyodorin uang trus ngeloyor pergi meninggalkan si Ibu yang masih sedikit bengong. Orang yang aneh..mungkin itu yang ada di benak sang Ibu penjual mie ayam *nyengir. Saya tidak tahu bagaimana reaksi dari 5 orang cewek tadi setelah selesai makan karena langsung tancap gas pulang ke rumah.

Saya masih ingat jaman kecil dulu seringkali ikut ketika Ibu belanja di pasar. Ada satu tempat yang selalu didatangi oleh Ibu saya ketika sudah selesai dengan semua barang belanjaan yang dibutuhkan. Tempat itu adalah lapak kecil dari seorang nenek penjual yang sudah berusia cukup tua yang sudah kurang pendengarannya serta agak pikun. Barang dagangannya tidak seperti pedagang yang lain tapi berupa gula jawa yang dibungkus kecil-kecil dan bawang merah yang juga dibungkus kecil-kecil. Ibu saya selalu datang kesitu untuk membelinya. Prosesi tawar menawar layaknya ibu-ibu dan penjual tetap berlangsung alot dengan seuara cukup keras mengingat sang nenek yang kurang pendengarannya. Saya pasti ketawa-ketawa setiap kali momen itu berulang. Di akhir sesi deal tawar-menawar, beberapa bungkus plastik gula jawa dan bawang merah berpindah ke kantong belanja Ibu saya dan yang selalu saya ingat sampai sekarang adalah Ibu saya selalu membayar sesuai harga awal atau digenapkan dan bilang bahwa kembaliannya buat nenek saja. Jadi buat apa tawar-menawar ala ibu-ibu tadi ya..? :)

Hal yang sama sekarang seringkali saya dan istri lakukan ketika beli sesuatu dari pedagang kecil. Prosesi tawar menawar tetap dilakukan tapi bayarnya kita lebihkan. Atau ketika naik taksi atau naek ojek, biar tidak ribet dengan urusan kembalian seringkali kita bulatkan buat tambahan sang Sopir. Mungkin nilainya tidak seberapa tapi kita bisa ikut bahagia ketika melihat reaksi kegembiraan dari mereka saat mengucapkan terima kasih.

Bagi Anda yang sering bepergian lewat jalan tol, boleh dicoba juga salah satu aktivitas yang sering saya lakukan, yaitu membayari juga mobil yang ada di belakang kita. Pernah salah satu ‘korban’ bayar tol yang saya lakukan sampai begitu napsu mengejar mobil saya dan setelah berada sejajar melongok keluar untuk memastikan siapa gerangan yang bayarin dia..ternyata orang yang tidak dia kenal juga *nyengir.

Kadang hal-hal kecil seperti di atas saya lakukan dengan iseng dan terjadi on the spot. Beragam efek yang muncul dari sang ‘korban’, dari yang hanya bengong, heran sampai berterima kasih yang terlihat tulus penuh kebahagiaan. Coba share yuk…kejutan kecil kebaikan apa yang pernah Anda lakukan..? :)

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

Menggapai Dunia dalam Genggaman

Sunday, November 30, 2014

Ayah…Bunda… Oom…Tante….
Mari kita berbagi di sini untuk mewujudkan impian si kecil buah hati kita..
Warnai dunianya dengan coretan-coretan kecil yang penuh makna..
Penuhi harinya dengan canda & gelak tawa serta cerita menggapai bintang di atas sana..
Bersama Dunia Aretha….
Let’s Bring a Big World Wide to a Little Angel….

1417353117897934408
Happy Family (Doc: HUM)

Rangkaian kata di atas adalah ucapan pembuka sebuah website yang saya buat beberapa waktu yang lalu. Ya..itu adalah salah satu impian yang saya coba wujudkan satu persatu dan sedikit demi sedikit. Mimpi yang muncul terbangun dari perjalanan masa kecil saya yang begitu senang dengan dunia baca membaca. Semenjak kecil tidak pernah terlewatkan bacaan yang menemani setiap harinya, bahkan saat SD saya dipercaya memegang kunci ruang perpustakaan sekolah karena kadang di hari Minggu masih menyempatkan untuk ke ruang perpustakaan sekolah ketika kehabisan bahan bacaan. Kenangan dan kebiasaan masa kecil itu masih terbawa sampai saat ini dan ikut menular ke anak-anak. Si Kecil ternyata punya kegemaran yang mengikuti ayahnya. Setumpuk buku cerita memenuhi sudut ruangan dan setiap hari si Kecil rajin membawa map tempat pinjaman buku dari perpustakaan sekolahnya.

Salah satu mimpi yang ingin saya wujudkan adalah mempunyai sebuah taman bacaan untuk tempat singgah anak-anak. Bisa berbagi ilmu dan cerita dari buku untuk mewujudkan impian besar mereka. Dalam perkembangannya, dunia semakin terbuka lebar dan menjadi sangat dekat di genggaman ketika internet tumbuh dengan cukup pesatnya. Kurang lebih 3 tahun yang lalu sebuah ide yang bukan hal baru terbersit di benak saya. Satu step untuk mewujudkan satu persatu impian kecil di kepala. Waktu itu, dengan koneksi internet dari provider Indosat dengan produk IM2 Broom, langkah awal membangun sebuah website dimulai.

Sebuah folderdengan nama ‘Home Project’ masih ada di hard disk eksternal yang telah berpindah sekian kali karena pergantian notebook. Koneksi internet berbasis teknologi HSDPA waktu itu cukup membantu kelancaran proyek pembuatan website tersebut. Sebuahdomain dengan alamat www.duniaaretha.com terbentuk dengan mengambil nama putri pertama saya Aretha. Website utama dibangun dengan mesin berbasis flashdengan pertimbangan tampilan yang cukup menarik dengan berbagai animasi yang interaktif, meskipun terasa agak berat untuk koneksi internet di tanah air saat itu.

Pengembangan berikutnya memunculkan beberapa sub domain turunan dariwebsite utama. Dengan mengadopsi konsep blog yang berbasis html sehingga cukup ringan untuk proses loading content di dalamnya. Tercatat ada beberapa sub domain yang terbentuk, yaitu artikel.duniaaretha.com yang berisi tentang artikel seputar dunia anak. Blog lainnya ada tentang informasi terkait event seputar dunia anak, lomba-lomba, kegiatan anak sampai dengan informasi agenda talk show, seminar atau diskusi dengan para ahli seputar dunia anak yang bisa diikuti oleh sang anak maupun ayah bundanya. Informasi ini bisa dijumpai diinfoanak.duniaaretha.com. Sub Domain yang lain ada dongeng.duniaaretha.comyang berisi kumpulan dongeng anak baik berupa cerita rakyat, dongeng popular maupun dongeng kiriman dari pembaca blog. Ada juga doa.duniaaretha.com yang berisi kumpulan doa dengan ilustrasi gambar yang menarik buat anak-anak dan dalam tiga bahasa, Indonesia, Arab dan Inggris.
Interaksi dengan para orang tua yang peduli dengan dunia anak ini saya coba wujudkan lagi menjadi lebih interaktif dengan membuat fan page di sebuah social media dengan nama Dunia Aretha - Jendela Informasi Buah Hati Kita. Dengan keterlibatan istri yang punya latar belakang psikologi dan tentunya senang dengan dunia anak, tips-tips singkat seputar perkembangan anak-anak menjadi topik yang hangat diperbincangkan di sini. Meski bukan ahli dalam urusan pendidikan anak, berbekal berbagai sumber yang menjadi rujukan menjadi sebuah diskusi yang seru dan ajang tanya jawab bagi para member. Sebuah event saat bulan puasa pernah diselenggarakan. Kami terapkan konsep independen tanpa melibatkan sponsorshipuntuk hadiah para pemenang. Lomba terdiri dari dua kategori, yaitu lomba penulisan cerita dan foto tentang momen puasa bersama si kecil. Tulisan serta foto dari para Ayah Bunda dan Si Kecil kita posting di fan page dan blog untuk menjadi inspirasi para ayah dan bunda yang lainnya. Sebagai hadiah dari para pemenang kami kirimkan paket buku bacaan dari koleksi anak-anak kami. Mungkin tidak seberapa nilainya secara materi, tapi kami yakin isinya tidak ternilai harganya buat perkembangan Si Kecil di masa depannya.

Kesibukan sebagai kepala keluarga yang bekerja membuat waktu tersedia untuk pengembangan website sedikit terkendala. Tercatat beberapa sub domain yang masih under construction. Kisah inspiratif dari para tokoh dunia merupakan salah satu draft isi dari tokoh.duniaaretha.com. Kumpulan lagu anak juga menanti untuk dipublish dalam laguanak.duniaaretha.com. Bahkan sebuah domainwww.konsultasianak.com yang dipersiapkan sebagai sebuah portal interaktif untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan serta pengalaman dari Ayah Bunda tentang dunia anak masih berupa domain name tanpa content.

Perkembangan dunia maya dengan menjamurnya social media membuat pengguna semakin bertambah dengan pesat yang berakibat akses menjadi berat. Koneksi internet yang terasa lambat di lokasi tempat tinggal menjadi salah satu pemicu menurunnya aktivitas interaksi di dunia maya. Update konten blog menjadi terganggu dan interaksi untuk sharingpengalaman dan tanya jawab menjadi terkendala.

Mimpi yang sedang berlangsung dan masih terus mewarnai imajinasi untuk menggapai bintang di atas sana mudah-mudahan bisa terlaksana dengan dukungan jaringan internet yang semakin bagus dan koneksi yang cepat dan stabil. Apalagi jika semua itu bisa didapat dengan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis. Semoga mimpi ini bisa terwujud sehingga bisa membawa dunia ke dalam gengggaman anak-anak kita.

Let’s Bring a Big World Wide to a Little Angel….

Salam Gowes,
It's All About Bicycle

Kuntilanak dan Genderuwo Pencetak Tuyul Menjadi Sarjana

Tuesday, November 25, 2014


Tidak salah memang apa kata pepatah yang mengatakan “tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”, karena ternyata menuntut ilmu bahkan bisa dilakukan sampai ke ‘dunia lain’.

Saya bukan sedang mau bercerita atau membahas masalah klenik perdukunan dan tetek bengeknya bukan pula mengenai teteknya dukun beranak *duh. Maksud saya dukun beranak kan biasanya membantu persalinan seorang ibu yang harus segera mempersiapkan tetek bengeknya buat si jabang bayi. Coba bayangin gimana kalau teteknya sang ibu sedang bengek..? apa jadinya coba..? *loh.. ngomong apa to ini? **sudah mbayangin tetek yang bengek..? *mringis
Cukup.! Kita kembali ke topik tetek yang sehat tanpa bengek..*nyengir
14169204351458210050
SD SETAN (doc : HUM)
Jadi begini *mulai serius nih, di hari guru ini saya akan bercerita tentang sebuah sekolah yang nyata adanya, bukan kisah fiktif dengan penuh rekayasa tapi sebuah kisah nyata dengan lokasi nyata dan tokoh nyata yang bisa dikonfirmasi tentang kebenaran kisah ini. Anda tentu mengenal sebuah candi yang masuk menjadi 7 keajaiban dunia kan? Yap, candi Borobudur yang berdiri megah di sebuah kota kecil yang sejuk di lereng bukit Tidar. Orang mungkin banyak yang mengira bahwa Borobudur berada di wilayah Jogjakarta, padahal sejatinya masuk wilayah kota Magelang, Jawa Tengah. Nah, ada sebuah SD di wilayah Kabupaten Magelang, meski bukan berada di daerah terpencil tapi suasana nyaman dan sejuknya udara pedesaan masih bisa kita jumpai di daerah ini. Di situ berdiri sebuah sekolah yang bernama SD Negeri SETAN. Tidak salah jika para siswa didiknya kita sebut ‘TUYUL’ dan Bapak Ibu guru pengajarnya kita panggil ‘KUNTILANAK’ dan ‘GENDERUWO’. Nama aneh dari sekolah dasar ini sebenarnya diambil dari nama desa tempat lokasi sekolah berada. Masalah pengejaan notasi huruf ‘E’ dengan beberapa intonasi suara membuat nama menjadi masuk kategori ‘dunia lain’. Sebenarnya tulisan ‘SETAN’ ini bukan dibaca seperti kata SETAN makhluk dunia lain, tapi dengan intonasi seperti membaca kata ‘SEBEL’ atau seperti kita mengeja tanpa huruf ‘E’, jadinya dibaca ‘STAN’.

Meski sebuah sekolah dasar di desa, SD ini sudah mencetak para ‘tuyul’ menjadi sarjana di berbagai bidang dengan profesi yang beraneka ragam. Hal ini tidak luput dari usaha para ‘kuntilanak’ dan ‘genderuwo’ yang telah mengabdikan untuk mengajar di SD SETAN. Para ‘tuyul’ alumni SD ini berhasil mencicipi gelar sarjana dari perguruan tinggi favorit seperti ITB, UGM dan UNDIP, salah satunya saya *senyum. Yup, saya adalah salah satu ‘tuyul’ yang pernah masuk ke dunia lain di SD SETAN ini. Masih teringat di kepala dengan rambut yang mulai memudar bak tanaman padi menguning yang siap dipanen, masa-masa kecil yang penuh canda tawa ceria bersama teman-teman sesama ‘tuyul’ menghabiskan hari dengan serius mendengarkan wejangan dari para ‘kuntilanak’ dan ‘genderuwo’ yang tidak lain adalah bapak dan ibu guru kami. Salah satu ‘kuntilanak’ yang memimpin SD SETAN ini tidak lain tidak bukan adalah ibunda tercinta. Kisahnya bisa Anda baca di Ibu Guruku, Guru Nyata dalam Kehidupanku.
1416920755276294146
Tuyul di SD SETAN (Doc: HUM)
Jika Anda berkesempatan mengunjungi kota sejuk Magelang untuk melihat kemegahan candi Borobudur, tidak ada salahnya mampir berpoto selfie di plang SD SETAN, bisa jadi nantinya masuk menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia….lain.*nyengir

Selamat Hari Guru Nasional…jayalah pendidikan Indonesia..!!

Salam Gowes,
It's All About Bicycle
 
Back to Top